
KABAR JAWA – Kita hidup di zaman di mana dua kalender jalan bareng. Di satu sisi, ada kalender Masehi yang dipakai sehari-hari, dari sekolah, kerja, sampai urusan libur nasional.
Di sisi lain, ada kalender Hijriyah yang dipakai dalam ibadah dan peringatan hari besar Islam. Keduanya penting. Tapi memang beda.
Biar nggak bingung, yuk kenalan lebih dekat sama perbedaan antara kalender Hijriyah dan kalender Masehi.
1. Dasar Perhitungan Waktu
Kalender Masehi ngikutin perputaran matahari disebut kalender solar. Jadi, satu tahun sekitar 365 hari, sesuai dengan waktu bumi mengelilingi matahari.
Kalau kalender Hijriyah pakai perhitungan bulan (disebut kalender lunar). Satu tahun Hijriyah cuma sekitar 354 atau 355 hari. Jadi lebih pendek dari Masehi.
2. Awal Tahun dan Penanggalan
Tahun dalam kalender Masehi dimulai dari kelahiran Nabi Isa (Yesus). Itulah kenapa disebut juga kalender Gregorian.
Sedangkan kalender Hijriyah dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Itu jadi momen penting banget buat umat Islam, makanya dijadikan awal tahun.
3. Jumlah Bulan dan Nama-Namanya
Keduanya sama-sama punya 12 bulan. Tapi nama bulannya beda banget. Di kalender Masehi ada Januari, Februari, Maret, dan seterusnya.
Di kalender Hijriyah ada Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, sampai Dzulhijjah.
Beberapa bulan Hijriyah juga punya makna khusus, seperti Ramadhan dan Dzulhijjah (bulan haji).
4. Fungsi dan Penggunaan
Kalender Masehi dipakai secara global, buat urusan umum, ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan.
Kalender Hijriyah lebih banyak dipakai untuk keperluan ibadah umat Islam.
Misalnya buat nentuin puasa, hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan puasa Asyura. Jadi, dua-duanya sering dipakai barengan.
5. Perbedaan Tanggal Setiap Tahun
Karena kalender Hijriyah lebih pendek, tanggal-tanggal Islam selalu maju sekitar 10–11 hari tiap tahun di kalender Masehi.
Makanya puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha itu jatuhnya beda terus setiap tahun Masehi.
6. Penentuan Awal Bulan
Kalau kalender Masehi, awal bulan udah ditetapkan secara tetap. Kalau kalender Hijriyah, awal bulannya dilihat dari penampakan bulan baru atau hilal.
Jadi, sering ada pengamatan langit setiap akhir bulan buat nentuin awal bulan berikutnya. Inilah kenapa kadang ada perbedaan tanggal di beberapa negara atau daerah.
Walaupun beda sistem, dua kalender ini saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari.
Kalender Masehi bantu kita ngatur aktivitas dunia, sedangkan kalender Hijriyah bantu kita jalanin ibadah dan tradisi keagamaan.
Nggak harus milih salah satu, karena keduanya punya peran masing-masing.***