Sejarah Panjang Muntilan Magelang: dari Asal-Usul hingga Perkembangan Terkininya

Bagikan :
Muntilan simpan sejarah panjang, berikut asal-usul wilayah tersebut (Instagram// @kecamatanmuntilan)

KABAR JAWA – Di Kabupaten Magelang terdapat sebuah kecamatan yang menyimpan banyak cerita sejarah dan perkembangan panjang hingga sekarang, yaitu Muntilan.

Letaknya strategis, sekitar sepuluh kilometer dari Kota Mungkid yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Magelang, lima belas kilometer dari Kota Magelang, dan dua puluh lima kilometer dari Kota Yogyakarta.

Posisi geografis ini menjadikan Muntilan sejak lama menjadi pusat perdagangan sekaligus jasa di wilayah selatan Kabupaten Magelang.

Tidak hanya itu, Muntilan juga berdiri di jalur provinsi yang menghubungkan Kota Semarang, Kota Magelang, dan Kota Yogyakarta sehingga menjadikannya titik lalu lintas yang ramai.

Asal-Usul Nama Muntilan

Mengenai asal-usul nama Muntilan, terdapat beragam kisah yang berkembang di masyarakat. Salah satu versi menyebutkan bahwa nama Muntilan diyakini berasal dari bahasa Inggris, yakni kata “mount” dan “land”.

Hal ini dianggap sesuai dengan kondisi alam Muntilan yang berada di wilayah bergunung-gunung sehingga istilah tersebut melekat pada daerah ini.

Namun, ada pula cerita rakyat yang lebih populer di kalangan masyarakat. Konon dahulu ada seorang pengelana yang membawa banyak bekal selama perjalanan.

Baca juga  Ragam Tradisi 1 Suro di Jogja: Ada Jamasan Pusaka, Jenang Suran hingga Tapa Bisu

Bekal yang ia bawa itu bergelantungan di pundaknya sehingga terlihat “munthil-munthil”.

Dalam kisah lain, pengelana tersebut dirampok di perjalanan dan berteriak keras “munthil ilang” untuk meluapkan rasa kehilangan. Sejak saat itu, nama Muntilan dipercaya lahir dari ungkapan tersebut.

Dari berbagai versi ini, nama Muntilan tidak hanya sekadar sebutan, tetapi juga mencerminkan perpaduan antara kondisi geografis dan kisah tradisi lisan yang turun-temurun.

Jejak Sejarah Muntilan

Selain asal-usul namanya yang penuh warna, Muntilan juga memiliki peran penting dalam lintasan sejarah. Pada tahun 1894, seorang pastur bernama F. van Lith datang ke wilayah ini.

Kehadirannya menjadi tonggak awal penyiaran agama Katolik di kalangan masyarakat Jawa. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, van Lith berhasil membangun komunitas umat Katolik Jawa yang cukup luas, meliputi daerah pelayanan hingga Sendangsono di Kulon Progo, Sumber di utara, Salam di timur, dan Tumpang di bagian barat. Sementara itu, rekannya, Pastur Hoevenaar, melayani wilayah Borobudur.

Peran van Lith tidak hanya sebatas menyebarkan agama, tetapi juga mendirikan lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan.

Baca juga  Jenderal Oerip Soemohardjo: Sang Perintis Kemiliteran Indonesia

Ia membangun kompleks sekolah Katolik, asrama, serta rumah sakit yang diresmikan pada tahun 1902.

Hingga kini, beberapa bangunan yang dirintis van Lith masih berfungsi dan menjadi bagian penting dari sejarah Muntilan.

Selain peristiwa keagamaan, perkembangan Muntilan juga dipengaruhi oleh infrastruktur.

Berdasarkan laman BKKBN, pda tahun 1892, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) membuka jalur kereta api yang menghubungkan Yogyakarta dan Magelang.

Rel kereta api ini membawa pengaruh besar terhadap tata ruang Kecamatan Muntilan, menjadikannya semakin ramai oleh aktivitas perdagangan dan pergerakan masyarakat.

Kemudian saat Perang Dunia II berlangsung, Muntilan pun tercatat dalam catatan sejarah yang penuh luka.

Tentara Jepang menjadikan kompleks sekolah Katolik di wilayah ini sebagai kamp tahanan perang.

Mereka yang menghuni kamp tersebut sebagian besar adalah keluarga Belanda yang ditahan selama masa pendudukan.

Peristiwa ini meninggalkan jejak mendalam tentang bagaimana Muntilan ikut merasakan getirnya perang.

Muntilan Masa Kini

Kini, Muntilan dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat dengan berbagai potensi yang dimiliki.

Wilayah ini menjadi salah satu pasar utama di kaki Gunung Merapi yang selalu ramai.

Baca juga  Misteri Makam Keramat di Tanah Jawa: Antara Sejarah, Wisata Religi, dan Kepercayaan Lokal

Muntilan juga terkenal sebagai penghasil cobek dan ulekan berkualitas yang banyak digunakan hingga ke luar daerah.

Tak hanya itu, wisata religi turut menambah daya tarik Muntilan, di antaranya adalah Makam Kyai Raden Santri di Gunungpring yang sering dikunjungi peziarah.

Alam Muntilan yang masih asri juga menjadi magnet tersendiri. Udara sejuk pegunungan, suasana pedesaan yang khas, serta kehidupan masyarakat yang masih menjaga tradisi menjadikan Muntilan tetap menarik di mata banyak orang.

Uniknya lagi, konon Muntilan juga menjadi satu latar dalam novel dan serial berjudul Gadis Kretek yang mana di dalam cerita disebut sebagai “Kota M”.

Mount dan Land hingga Kisah Pengelana

Jadi kesimpulannya, asal-usul Muntilan berasal dari kata “mount” dan “land” yang artinya wilayah di sekitar gunung.

Kemudian, ada versi lain menyebut bahwa penamaan wilayah ini berawal cerita seorang pengelana yang dirampok lalu kemudian berteriak “munthil ilang” yang kemudian menjadi Muntilan.

Sementara itu, kini diketahui ada banyak peristiwa sejarah di sini, salah satunya mengenai kedatangan Pastur F. van Lith.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya