Ragam Tradisi 1 Suro di Jogja: Ada Jamasan Pusaka, Jenang Suran hingga Tapa Bisu

Bagikan :
Ilustrasi 1 Suro (Pexels// Brett Sayles)

KABAR JAWA – Tahun Baru Jawa yang jatuh setiap tanggal 1 Suro bukan sekadar pergantian kalender bagi masyarakat Yogyakarta.

Lebih dari itu, momen ini sarat dengan nilai spiritual dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Setiap tahunnya, berbagai tradisi khas digelar untuk menyambut datangnya tahun baru Jawa, yang tak hanya bermakna seremonial tetapi juga menjadi sarana refleksi, pembersihan batin, serta ungkapan rasa syukur.

Dan di balik ketenangan malam 1 Suro, Yogyakarta menjadi saksi hidup dari beragam prosesi yang dilakukan oleh keraton dan masyarakat, mulai dari yang bersifat tertutup hingga terbuka untuk publik.

Tradisi-tradisi ini tidak hanya melibatkan aktivitas ritual, namun juga menyatukan nilai spiritual, simbolisme, dan kekayaan budaya Jawa.

Berikut ini adalah berbagai tradisi penting yang sering kali digelar masyarakat Jogja dalam rangka menyambut 1 Suro:

1. Jamasan Pusaka

Salah satu tradisi yang paling sakral dalam bulan Suro adalah Jamasan Pusaka.

Upacara ini dilakukan dengan cara membersihkan benda-benda pusaka milik keraton, seperti keris, tombak, hingga pedang.

Baca juga  Daftar Motif Batik Larangan yang Tak Boleh Sembarangan Dipakai di Lingkungan Kraton Jogja, Apa Saja

Pelaksanaan jamasan tidak selalu bertepatan dengan 1 Suro, tetapi berlangsung sepanjang bulan Suro.

Tradisi ini dilestarikan oleh Keraton Yogyakarta, Surakarta, dan Pura Mangkunegaran sebagai bentuk simbolis pembersihan diri dan menyongsong masa depan yang lebih baik.

2. Jenang Suran

Masyarakat Kotagede, Bantul, masih menjaga tradisi penyajian Jenang Suran yang berlangsung di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram. Prosesi ini diawali dengan arak-arakan makanan oleh para abdi dalem dari Keraton Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Menu yang dibawa tidak hanya jenang merah-putih, tetapi juga dilengkapi dengan tumpeng nasi kuning, ingkung ayam kampung, dan sayur kubis.

Setelah tahlil dan doa bersama, makanan dibagikan kepada masyarakat, yang diyakini membawa berkah bagi siapa saja yang menerimanya.

3. Lampah Ratri

Selain Keraton Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman juga memiliki tradisi spiritual tersendiri yang disebut Lampah Ratri.

Mirip dengan Mubeng Beteng, tradisi ini dilakukan dengan cara berjalan kaki sejauh kurang lebih enam kilometer mengelilingi Beteng Kadipaten, tanpa berbicara sepatah kata pun.

Rute Lampah Ratri biasanya melewati Jalan Gajah Mada hingga Jalan Harjowinatan.

Baca juga  Link Nonton Gerhana: Cara Mudah Saksikan Gerhana Bulan Total Dini Hari Ini

4. Bubur Suran

Setelah menjalani rangkaian spiritual, masyarakat Yogyakarta kerap menyajikan Bubur Suran atau Bubur Suro sebagai makanan khas penutup.

Bubur ini dibuat dari campuran santan, garam, jahe, dan serai, serta disajikan bersama opor ayam, sambal goreng, dan taburan tujuh jenis kacang.

Ketujuh kacang tersebut — yaitu kacang tanah, kacang mede, kedelai, kacang hijau, kacang tholo, kacang bogor, dan kacang merah — melambangkan tujuh hari dalam sepekan.

5. Tapa Bisu

Salah satu prosesi paling terkenal dari tradisi malam 1 Suro di Yogyakarta adalah Tapa Bisu atau Mubeng Beteng.

Tradisi ini diadakan oleh Keraton Yogyakarta dan diikuti oleh masyarakat umum maupun abdi dalem.

Peserta berjalan mengelilingi Benteng Keraton tanpa berbicara sepatah kata pun.

Keheningan yang menyelimuti perjalanan ini menjadi media refleksi diri, pengendalian emosi, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta.

Tapa Bisu juga menjadi simbol kuat akan introspeksi di malam pergantian tahun, sekaligus momen untuk merenungkan kesalahan di masa lalu dan harapan untuk masa depan.

Baca juga  Selain Gudeg, Ini 5 Wisata Kuliner Legend di Jogja: Sering Jadi Langganan Wisatawan

Nah, itu tadi beberapa tradisi 1 Suro yang masih dilestarikan di wilayah Yogyakarta.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?