Kenapa Malam Jumat Kliwon Dianggap Angker? Ini Mitos Seputar Malam Jumat Kliwon yang Masih Dipercaya Sebagian Orang

Bagikan :
Ilustrasi malam Jumat kliwon. (AI/KabarJawa)
Ilustrasi malam Jumat kliwon. (AI/KabarJawa)

KabarJawa.com – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, malam Jumat Kliwon dianggap angker dan keramat. Malam ini selalu identik dengan suasana mistis, cerita horor, hingga berbagai pantangan yang dipercaya turun-temurun.

Anggapan itu bukan berasal dari bukti ilmiah, melainkan dari warisan budaya, kepercayaan lokal, dan tradisi spiritual yang telah berkembang selama ratusan tahun.

Di balik citranya yang sering dikaitkan dengan dunia gaib, Jumat Kliwon sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih luas.

Dalam budaya Jawa, malam ini dipandang sebagai waktu yang sakral dan kerap digunakan untuk berbagai kegiatan spiritual, seperti berdoa, bertirakat, semedi, hingga berziarah ke makam leluhur.

Namun seiring berjalannya waktu, berbagai cerita rakyat dan budaya populer membentuk persepsi bahwa Jumat Kliwon adalah malam yang penuh misteri, angker, keramat, dan wingit.

Asal-usul Jumat Kliwon dalam Penanggalan Jawa

Kalender Jawa menggabungkan dua siklus hari sekaligus, yakni siklus tujuh hari seperti yang digunakan secara umum (Senin hingga Minggu) dan siklus lima hari pasaran yang terdiri atas Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Ketika hari Jumat bertepatan dengan pasaran Kliwon, kombinasi tersebut dikenal sebagai Jumat Kliwon.

Sistem penanggalan ini merupakan hasil perkembangan budaya Jawa yang mendapat pengaruh dari tradisi Hindu, Islam, serta kebudayaan lokal.

Pada masa Sultan Agung Mataram, kalender Jawa disusun sebagai penanda waktu yang tidak hanya digunakan untuk menghitung hari, tetapi juga menentukan pelaksanaan tradisi adat dan berbagai kegiatan spiritual.

Dalam berbagai kajian budaya Jawa disebutkan bahwa pertemuan Jumat dan Kliwon sejak lama dipandang memiliki makna simbolis sehingga sering dijadikan waktu pelaksanaan ritual tertentu.

Baca juga  Larangan Baju Hijau di Pantai Parangtritis, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasannya

Mengapa Jumat Kliwon Dianggap Keramat?

Sebagian masyarakat Jawa tidak hanya memandang Jumat Kliwon sebagai hari biasa, tetapi sebagai waktu yang memiliki nilai spiritual lebih tinggi dibanding hari lainnya.

Dalam tradisi Jawa, malam tersebut dipercaya sebagai saat yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, tirakat, meditasi, maupun semedi.

Karena itu, hingga sekarang masih banyak masyarakat yang memilih Jumat Kliwon untuk melakukan ziarah makam atau menggelar doa bersama keluarga.

Jumat Kliwon tidak hanya dipandang sebagai malam sakral, tetapi juga identik dengan hal-hal mistis.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Jumat Kliwon diyakini sebagai waktu munculnya makhluk astral dan terbukanya portal gaib.

Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, bukan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Cerita mengenai penampakan makhluk halus, pengalaman spiritual, hingga kisah horor yang beredar di masyarakat membuat citra Jumat Kliwon sebagai malam angker semakin kuat.

Belum lagi berbagai film, novel, sinetron, dan acara televisi bertema mistis yang hampir selalu menjadikan Jumat Kliwon sebagai latar cerita, sehingga persepsi tersebut semakin melekat di benak masyarakat.

Mitos Malam Jumat Kliwon yang Masih Dipercaya Sebagian Orang

Keyakinan terhadap angkernya malam Jumat Kliwon masih banyak diamini sampai sekarang. Hal ini pun memunculkan berbagai jenis mitos yang masih berkembang di tengah masyarakat, misalnya:

1. Makhluk Gaib Lebih Sering Menampakkan Diri

Mitos yang paling populer menyebutkan bahwa aktivitas makhluk gaib meningkat ketika Jumat Kliwon tiba.

Sebagian masyarakat percaya malam itu menjadi waktu munculnya berbagai sosok seperti pocong, kuntilanak, genderuwo, hingga wewe gombel.

Karena keyakinan tersebut, ada orang yang memilih menghindari tempat-tempat sepi atau lokasi yang dianggap angker.

Namun, kepercayaan ini sepenuhnya merupakan bagian dari cerita rakyat dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah.

Baca juga  Mengapa Bulan Sapar Selalu Dipenuhi Tradisi Selamatan di Jawa? Ini Sejarah yang Jarang Diketahui Orang

2. Arwah Leluhur Dipercaya Pulang

Kepercayaan lain yang cukup dikenal adalah anggapan bahwa arwah leluhur kembali mengunjungi keluarganya pada malam Jumat Kliwon.

Hal inilah yang melatarbelakangi tradisi ziarah makam, pembacaan doa, maupun kegiatan mengenang keluarga yang telah meninggal dunia.

Bagi sebagian masyarakat Jawa, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual, tetapi bentuk penghormatan kepada leluhur.

3. Waktu Terbaik untuk Tirakat

Menariknya, Jumat Kliwon tidak selalu dipandang sebagai malam yang menyeramkan.

Sebagian pelaku spiritual justru menganggap malam ini sebagai waktu yang baik untuk melakukan tirakat, semedi, meditasi, maupun memperbanyak ibadah.

Tujuan utamanya bukan mencari kesaktian, melainkan melatih pengendalian diri, membersihkan hati, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

4. Digunakan untuk Ritual Adat

Dalam sejumlah tradisi Kejawen, Jumat Kliwon juga dipilih sebagai waktu pelaksanaan ritual tertentu.

Beberapa daerah masih mempertahankan tradisi seperti ruwatan, doa bersama, hingga larung sesaji sebagai simbol permohonan keselamatan dan harapan memperoleh keberkahan.

Tradisi tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun.

5. Diyakini Menjadi Waktu Ritual Ilmu Hitam

Ada pula mitos yang menyebut pelaku ilmu hitam sengaja memilih Jumat Kliwon untuk melakukan ritual tertentu.

Kepercayaan tersebut muncul karena malam ini dianggap memiliki energi spiritual yang lebih kuat dibanding hari biasa.

Meski begitu, anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan hanya berkembang sebagai bagian dari cerita masyarakat.

6. Pantangan Keluar Rumah pada Malam Hari

Sebagian orang tua di Jawa masih mengingatkan anak-anaknya agar tidak bepergian saat Jumat Kliwon.

Larangan tersebut didasari keyakinan bahwa malam itu lebih rawan gangguan makhluk halus maupun kejadian yang dianggap membawa kesialan.

Di sisi lain, ada pula yang menilai pantangan tersebut sebenarnya bertujuan menjaga keselamatan anggota keluarga agar tidak bepergian terlalu malam.

7. Orang yang Lahir pada Jumat Kliwon Dianggap Istimewa

Dalam primbon Jawa, seseorang yang lahir pada weton Jumat Kliwon dipercaya memiliki karakter dan kepribadian tertentu.

Mereka sering digambarkan memiliki wibawa, kepekaan batin yang tinggi, serta kemampuan memengaruhi orang lain.

Meski demikian, kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi primbon dan tidak dapat dibuktikan melalui pendekatan ilmiah.

Pandangan Budaya Jawa Terhadap Jumat Kliwon

Jika dilihat dari sudut pandang budaya, Jumat Kliwon lebih tepat dipahami sebagai malam yang memiliki nilai spiritual dan tradisi yang kuat daripada sekadar malam yang angker.

Berbagai ritual seperti doa, ziarah makam, tirakat, maupun kegiatan adat menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa yang terus dipertahankan hingga sekarang.

Karena itu, anggapan mengenai unsur mistis pada Jumat Kliwon sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi budaya masyarakat Jawa.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid