
Kabarjawa – Kebangkitan Yesus! Setiap perayaan dalam kalender liturgi membawa pesan penting bagi kehidupan iman umat Katolik. Hari Kamis, 24 April 2025, merupakan hari dalam Oktaf Paskah yang dirayakan dengan warna liturgi putih—simbol kemuliaan dan kebangkitan.
Hari ini juga memperingati Santo Fidelis dari Sigmaringen dan Santa Rosa Virginia Pelletier, yang keduanya dikenal karena hidup kudus mereka dalam pelayanan dan doa.
Renungan harian Katolik hari ini mengangkat tema yang sangat penting: menjadi saksi kebangkitan Yesus. Tema ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kehadiran Yesus yang bangkit membawa perubahan, penguatan iman, dan tanggung jawab bagi setiap orang percaya.
Bacaan Liturgi Hari Ini
Bacaan pertama diambil dari Kisah Para Rasul 3:11-26, yang menceritakan bagaimana Petrus menjelaskan kepada orang banyak bahwa kuasa penyembuhan tidak datang dari dirinya, tetapi dari Yesus yang telah dibangkitkan oleh Allah. Petrus menegaskan bahwa mereka semua adalah saksi dari kebangkitan itu.
Sementara itu, Mazmur Tanggapan dari Mazmur 8 mengangkat pujian atas keagungan Tuhan dan betapa berharganya manusia di hadapan-Nya. “Betapa megah nama-Mu Tuhan di seluruh bumi,” menjadi seruan syukur atas ciptaan dan kuasa Tuhan.
Injil hari ini dari Lukas 24:35-48 mengisahkan penampakan Yesus yang bangkit kepada para murid. Ia datang membawa damai dan menunjukkan bukti bahwa Ia sungguh-sungguh hidup kembali.
Ia membuka pikiran mereka agar mengerti Kitab Suci, lalu memberi mereka tugas: menjadi saksi kebangkitan kepada semua bangsa.
Menjadi Saksi Kehidupan Baru
Ketika para murid mengalami kekecewaan dan ketakutan karena wafatnya Yesus, kebangkitan-Nya mengubah segalanya. Dari ketakutan menjadi keberanian.
Dari keraguan menjadi keyakinan. Perjumpaan pribadi dengan Yesus yang bangkit membawa harapan baru dan kekuatan untuk melanjutkan pewartaan.
Yesus tidak hanya menghibur mereka, tetapi juga mengutus mereka. Ia mempercayakan kabar sukacita kepada mereka agar diteruskan kepada dunia.
Perintah itu berlaku juga bagi kita semua hari ini: untuk menjadi pewarta kabar gembira, menjadi cahaya, dan menghadirkan damai di tengah kehidupan sehari-hari.
Seperti dua murid yang kembali dari Emaus, kita pun dipanggil untuk kembali pada komunitas, berbagi pengalaman iman, dan menguatkan satu sama lain. Iman bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi menjadi berkat bagi orang lain.
Renungan Katolik hari ini mengingatkan kita bahwa menjadi saksi kebangkitan Yesus adalah tugas setiap orang beriman. Kita dipanggil untuk memperbarui iman kita setiap saat, membuka hati untuk pengampunan, dan menjadi pembawa damai dalam nama-Nya.
Semoga melalui renungan ini, kita semakin diteguhkan untuk hidup dalam semangat Paskah—menghadirkan harapan dan kasih Kristus di tengah dunia. Mari terus bertumbuh dalam iman dan mewartakan sukacita kebangkitan kepada sesama.
Doa Penutup
Allah Bapa yang Mahakuasa, terima kasih atas kasih dan kebangkitan Putra-Mu yang menjadi sumber harapan bagi kami.
Teguhkanlah kami agar senantiasa bersatu dalam iman dan mampu menjadi saksi kebangkitan-Mu dalam setiap tindakan kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.(Kabarjawa)