Mitos Perempatan Palbapang Bantul: Calon Pengantin dan Orang Sakit Dilarang Lewat

Bagikan :
Ilustrasi Mitos Perempatan Palbapang Bantul: Calon Pengantin dan Orang Sakit Dilarang Lewat/

KABAR JAWA –  Simpang Empat Palbapang di Bantul menyimpan sejarah panjang dan mitos unik. Konon, calon pengantin yang melintas harus melepaskan ayam sebagai syarat keselamatan. Simak kisah lengkapnya di sini.

Di selatan pusat Kota Bantul, terdapat sebuah simpang empat yang tampak biasa saja bagi pengguna jalan.

Namun, bagi masyarakat setempat, Simpang Empat Palbapang bukan sekadar pertemuan jalur lalu lintas.

Lokasinya berada di Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul, dan menjadi penghubung utama menuju Pantai Samas atau jalur ke Kulon Progo melalui Kapanewon Srandakan. Meski dilalui banyak kendaraan, arusnya cenderung lancar tanpa kemacetan panjang.

Nama “Palbapang” memiliki akar sejarah yang erat kaitannya dengan kisah Ki Ageng Mangir, seorang tokoh penting yang dikenal sebagai penguasa Mangir sekaligus menantu dari Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam.

Menurut Purwanto, pamong Kalurahan Palbapang, istilah ini berasal dari kata Pal yang berarti batas, dan Bapang yang berarti dijaga atau dibawa.

Dahulu, wilayah ini diyakini sebagai titik penjagaan perbatasan antara Kerajaan Mangir dan Mataram Islam, terutama pada masa ketegangan menjelang peperangan.

Baca juga  Mengapa Tahun Baru Imlek Selalu Jatuh pada Januari atau Februari?

Legenda Ki Ageng Mangir dan Awal Mula Nama Palbapang

Cerita bermula ketika Ki Ageng Mangir melakukan perjalanan dari Mangir menuju istana Mataram di Kotagede. Dalam perjalanan, pusaka tombak sakti bernama Kiai Baru Klinting membisikkan peringatan agar ia membatalkan langkah, sebab keselamatannya terancam. Namun, peringatan itu diabaikan.

Rombongan Ki Ageng Mangir sempat berhenti di sebuah desa yang kemudian ia namai Palbapang. Saat itu, hatinya bimbang karena di satu sisi ia menyadari Panembahan Senopati adalah musuhnya, tetapi di sisi lain, ia adalah menantu yang harus menghormati mertua.

Perasaan bimbang inilah yang dalam bahasa Jawa disebut ngemban ngentul, yang konon menjadi asal mula nama Bantul.

Akhir kisahnya tragis. Setibanya di istana, saat bersimpuh di hadapan Panembahan Senopati, kepalanya dibenturkan ke singgasana hingga tewas, persis seperti yang telah diperingatkan pusakanya.

Mitos untuk Calon Pengantin dan Orang Sakit

Selain sejarahnya, Simpang Empat Palbapang juga dikenal karena mitos yang masih bertahan hingga kini. Konon, calon pengantin atau orang sakit sebaiknya tidak melintas di perempatan ini. Jika terpaksa, mereka harus melepaskan seekor ayam hidup sebagai bentuk tolak bala.

Baca juga  Mengungkap Asal-usul Nasi Berkat dan Perannya dalam Tradisi Masyarakat Jawa

Maryatno, warga Trirenggo yang kerap mengantar rombongan pengantin, mengatakan bahwa tradisi ini masih dijalankan sebagian masyarakat.

Tujuannya untuk menghindari kemungkinan buruk, seperti rumah tangga yang tidak langgeng. Sedekah ayam diyakini dapat membawa keselamatan, karena nantinya ayam tersebut berkembang biak dan bermanfaat bagi orang lain.

Tradisi Melepaskan Ayam dan Sesajen

Ngadimin, warga Palbapang yang puluhan tahun membuka jasa sol sepatu di dekat simpang empat ini, mengaku sering melihat orang menaruh sesajen dan melepaskan ayam di sana.

Sesajen biasanya berupa pisang raja dan nasi, sementara ayam yang dilepas akan menjadi rebutan warga sekitar.

Menurutnya, tradisi ini dulunya sering dilakukan, tetapi kini mulai jarang terlihat. Meski begitu, bagi calon pengantin yang mengetahui mitos ini, kebiasaan tersebut tetap dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat.

Palbapang di Masa Kini

Secara administratif, Kalurahan Palbapang adalah gabungan dari tiga desa lama, yaitu Gandon, Tajeman, dan Taruban.

Pemerintahan resmi berdiri pada tahun 1946, setahun setelah Indonesia merdeka. Meski perkembangan zaman telah mengubah wajah daerah ini, cerita tentang Ki Ageng Mangir dan mitos simpang empatnya tetap menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bantul.

Baca juga  Menyelami Sejarah Lahirnya Wayang Kulit: dari Ritual Sakral hingga Industri Hiburan Modern di Jawa

Bagi sebagian orang, cerita ini hanyalah legenda yang menarik. Namun bagi warga yang masih memegang teguh tradisi, Simpang Empat Palbapang adalah tempat yang harus dihormati baik karena sejarahnya sebagai perbatasan kerajaan, maupun karena mitos yang telah diwariskan turun-temurun.

***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?