Mitos Beringin Kembar Jogja: Dapat Berkah Kalau Bisa Lewat dengan Mata Tertutup

Bagikan :
Mitos Beringin Kembar Jogja: Dapat Berkah Kalau Bisa Lewat dengan Mata Tertutup/kratonjogja.id

KABAR JAWA – Di tengah modernisasi Yogyakarta, mitos beringin kembar di Alun-alun Kidul tetap hidup.

Konon, siapa yang berhasil berjalan melewati celah kedua pohon dengan mata tertutup akan mendapat berkah dan terkabul hajatnya.

 

Alun-Alun Kidul, Ruang Publik dengan Sejuta Cerita

Yogyakarta bukan hanya dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan, tetapi juga menyimpan beragam kisah mistis yang dipercaya turun-temurun.

Salah satu lokasi yang tidak pernah sepi dari pengunjung adalah Alun-alun Kidul, sebuah lapangan luas yang berada di sisi belakang Keraton Yogyakarta.

Berbeda dengan Alun-alun Utara yang menghadap langsung ke jalan Malioboro, kawasan ini justru menawarkan suasana yang lebih santai, sekaligus sarat makna simbolis.

Pada siang hari, Alun-alun Kidul menjadi ruang publik yang dipadati wisatawan. Anak-anak berlarian, keluarga menikmati kudapan tradisional, hingga pasangan muda mencoba permainan unik.

Saat malam tiba, kawasan ini berubah menjadi pusat hiburan rakyat: ada angkringan, kuliner khas Jogja, serta odong-odong berlampu warna-warni yang menarik perhatian. Namun di balik keramaian itu, ada satu daya tarik yang membuat orang penasaran: mitos beringin kembar dan tradisi Masangin.

Ritual Masangin: Ujian Konsentrasi yang Sarat Kepercayaan

Tradisi Masangin (masuk di antara dua beringin) menjadi magnet utama di Alun-alun Kidul. Wisatawan bisa menyewa penutup mata dari pedagang sekitar, lalu berjalan lurus mencoba melewati celah sempit di antara dua pohon beringin yang berdiri gagah di tengah lapangan.

Baca juga  Pengorbanan Sultan Hamengkubuwono IX: Sumbang Rp32 Miliar Rupiah untuk Gaji Tentara di Awal Kemerdekaan

Sekilas terlihat mudah. Namun kenyataannya, banyak orang justru melenceng jauh dari jalur lurus, bahkan ada yang berputar tanpa sadar.

Bagi sebagian orang, kegagalan ini dianggap sebagai pertanda hati yang kurang bersih. Sementara yang berhasil diyakini akan mendapat keberkahan, bahkan ada kepercayaan bahwa segala hajat dan doa akan dikabulkan.

Elana, wisatawan asal Bekasi, menceritakan pengalamannya mencoba Masangin bersama teman-temannya.

Walau awalnya ia menganggap hal itu hanya permainan, rasa penasaran membuatnya terus mencoba. “Katanya kalau bisa lewat, keinginan bakal terkabul. Percaya atau tidak, tetap menarik dicoba, walaupun aku sudah dua kali gagal,” ujarnya.

Jejak Sejarah: Dari Ritual Keraton Hingga Cerita Rakyat

Menurut catatan sejarah, tradisi berjalan di antara beringin kembar bukan sekadar permainan. Pada masa Kesultanan Yogyakarta, pohon beringin menjadi bagian penting dari ritual Topo Bisu yang dilakukan setiap malam 1 Suro.

Dalam ritual ini, para prajurit dan abdi dalem berbusana adat Jawa, berjalan dengan khidmat mengelilingi benteng keraton, lalu melewati dua beringin kembar dengan penuh konsentrasi. Tujuannya adalah mencari berkah, ketenangan, sekaligus perlindungan dari marabahaya dan serangan musuh.

Baca juga  Kenapa Jalan Malioboro Kini Dipenuhi Pertokoan? Ini Asal-usulnya

Ada pula kisah yang menyebutkan bahwa beringin kembar menjadi syarat ujian bagi para pelamar putri Sultan Hamengkubuwono I.

Karena sang putri kurang berkenan menerima pinangan banyak pria, Sultan kemudian menetapkan aturan: siapa yang ingin menikahinya harus berhasil melewati dua pohon beringin dengan mata tertutup. Hanya seorang lelaki dari Kerajaan Siliwangi yang dikisahkan berhasil menuntaskan ujian ini.

Tak berhenti di sana, legenda lain menyebutkan bahwa tentara kolonial Belanda yang berusaha melewati pohon beringin kembar akan kehilangan kekuatannya.

Sejak itu, mitos pun berkembang: siapa saja yang berhasil berjalan lurus di antara keduanya dipercaya mampu menolak bala.

Tak bisa dipungkiri bahwa kawasan Alun-alun Kidul memang kaya akan simbolisme. Dua pohon beringin di tengah lapangan, misalnya, dianggap sebagai lambang sapit urang (capit udang) yang melambangkan bagian rahasia perempuan.

Di sekeliling alun-alun juga tumbuh pohon mangga kuweni yang bermakna keberanian, serta pohon pakel (bacang) yang menandakan kedewasaan. Bahkan bekas kandang gajah yang dulu ada di sisi barat pun memiliki simbol ketenangan, karena gajah dikenal sebagai hewan yang penuh kesabaran.

Baca juga  Makna Yasa Peksi Burak, Tradisi Keraton Yogyakarta dalam Peringatan Isra Miraj

Antara Sains dan Keyakinan

Fenomena kegagalan banyak orang saat mencoba Masangin juga dapat dijelaskan secara ilmiah. Berjalan lurus dengan mata tertutup memang bukan perkara mudah.

Tanpa penglihatan, manusia cenderung melenceng ke satu sisi akibat ketidakseimbangan langkah. Ditambah lagi suasana ramai Alun-alun Kidul dengan banyak suara dan pergerakan orang bisa mengganggu konsentrasi.

Namun bagi sebagian masyarakat Jawa, penjelasan rasional itu tidak mengurangi aura mistis beringin kembar.

Mereka percaya pohon ini bisa “memilih” siapa yang berhak melaluinya, tergantung pada ketulusan hati dan niat baik si pejalan. Inilah yang membuat Masangin tetap menarik dan penuh misteri hingga sekarang.

Apakah mitos itu benar adanya atau sekadar cerita rakyat, setiap orang bisa menafsirkannya dengan cara masing-masing. Yang jelas, beringin kembar telah menjadi simbol kuat yang menyatukan unsur sejarah, budaya, hingga hiburan rakyat di jantung Kota Yogyakarta.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya