Pengorbanan Sultan Hamengkubuwono IX: Sumbang Rp32 Miliar Rupiah untuk Gaji Tentara di Awal Kemerdekaan

Bagikan :
Ilustrasi Pengorbanan Sultan Hamengkubuwono IX: Sumbang Rp32 Miliar Rupiah untuk Gaji Tentara di Awal Kemerdekaan/

KABAR JAWA – Sultan Hamengkubuwono IX dikenang sebagai pahlawan nasional yang rela mengorbankan 6,5 juta Gulden atau setara Rp32 miliar untuk menyelamatkan Republik Indonesia di masa awal kemerdekaan. Inilah kisah kepahlawanan dan keteladanan beliau bagi bangsa.

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 tidak serta-merta membawa stabilitas. Setelah proklamasi, bangsa muda ini masih berhadapan dengan agresi militer Belanda, situasi politik yang rapuh, dan krisis ekonomi yang mencekik.

Kas negara hampir kosong, pegawai pemerintahan belum menerima gaji, sementara biaya perjuangan melawan penjajah terus meningkat.

Di tengah suasana genting itu, muncul seorang tokoh yang membawa harapan: Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Beliau bukan hanya pemimpin spiritual bagi rakyat Yogyakarta, melainkan seorang negarawan sejati yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Sumbangan 6,5 Juta Gulden: Nafas Baru untuk Republik

Pada tanggal 4 Januari 1946, Sultan HB IX mengambil langkah yang mengejutkan banyak pihak. Dari kas Keraton Yogyakarta, beliau menyerahkan 6,5 juta Gulden kepada pemerintah Indonesia.

Baca juga  Menggali Makna Simbolik Rumah Joglo dalam Kehidupan Orang Jawa sebagai Identitas Arsitektur Nusantara

Jika dikonversi ke nilai sekarang, jumlah itu setara dengan sekitar 32 miliar rupiah, sebuah angka yang luar biasa besar pada masa itu.

Dana ini dipergunakan untuk menopang keberlangsungan republik muda: membayar gaji pegawai negeri, mendanai operasional Tentara Nasional Indonesia, serta membiayai diplomasi internasional yang penting untuk memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia.

Keputusan tersebut bukan tanpa risiko. Penentangan datang dari kalangan internal keraton maupun pihak luar yang berusaha mengambil keuntungan. Namun, Sultan HB IX tidak goyah. Baginya, kemerdekaan jauh lebih berharga daripada tumpukan emas dan harta benda.

Yogyakarta, Ibu Kota Darurat Republik

Peran Sultan HB IX tidak hanya berhenti pada pemberian dana. Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer I pada 1946, Jakarta tidak lagi aman sebagai pusat pemerintahan. Sultan dengan tegas membuka pintu Yogyakarta sebagai ibu kota republik sementara.

Keputusan ini terbukti strategis. Dari Yogyakarta, roda pemerintahan tetap berjalan, perjuangan dipertahankan, dan semangat rakyat semakin menyala.

Bahkan, saat Agresi Militer II pada 1948, Sultan kembali menunjukkan sikap kenegarawanannya dengan mendukung Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin Letnan Kolonel Soeharto. Serangan ini menjadi bukti nyata kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih ada dan berjuang.

Baca juga  Kronologi Lengkap Peristiwa G30S di Yogyakarta: Penculikan dan Gugurnya Brigjen Katamso serta Kolonel Sugiyono

Sikap Kenegarawanan yang Konsisten

Selain memberikan sumbangan finansial dan dukungan politik, Sultan HB IX juga menunjukkan integritas moral yang tinggi. Beliau tidak pernah silau oleh kekuasaan.

Pada masa Orde Baru, ketika muncul wacana pencalonannya sebagai wakil presiden periode 1978–1983, Sultan menolak dengan tegas.

Alasannya sederhana namun bermakna dalam: beliau melihat tanda-tanda praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme mulai mengakar di pusat kekuasaan. Dengan kebijaksanaan khas Jawa, beliau berpegang pada pepatah “Aja cedhak kebo gupak” yang berarti “Jangan mendekati kerbau yang kotor oleh lumpur.”

Sikap ini menunjukkan bahwa bagi Sultan HB IX, kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mengabdi pada rakyat.

Warisan Abadi bagi Bangsa

Pengorbanan Sultan Hamengkubuwono IX tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga hidup dalam ingatan kolektif bangsa Indonesia. Beliau dikenang sebagai pahlawan nasional, teladan pemimpin yang rela mengorbankan kepentingan pribadi demi bangsa.

Warisan yang beliau tinggalkan bukan sekadar angka 6,5 juta Gulden, melainkan semangat pengabdian dan patriotisme yang tak lekang oleh waktu.

Baca juga  Apakah Zakat Mal Wajib Dibayar saat Ramadhan? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Generasi muda dapat belajar bahwa cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga tindakan nyata bahkan bila harus mengorbankan harta benda dan kenyamanan pribadi.

Kisah Sultan Hamengkubuwono IX adalah bukti bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas fondasi pengorbanan yang tulus. Beliau adalah simbol persatuan, keberanian, dan keteladanan yang patut diwarisi.

Jika kini Indonesia tumbuh menjadi bangsa besar, maka salah satu pondasi utamanya adalah kontribusi seorang raja Yogyakarta yang memilih menyatu dengan republik, bukan berdiri sendiri.

Semangat itulah yang seharusnya terus dijaga, agar cita-cita para pendiri bangsa untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat dapat terwujud.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
tiktok-5064078_1280
Ramai di TikTok, Warung Madura Baju Kuning Viral, Apa Isi Kontennya?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya