Mengungkap Makna dan Filosofi Bancakan Sego Ulih, Tradisi untuk Ibu Hamil Saat Gerhana

Bagikan :
Ilustrasi – Makna dan filosofi Bancakan Sego Ulih, tradisi yang dilakukan untuk ibu hamil saat gerhana. (Pixabay/Grey48)

KABAR JAWA – Berbicara soal tradisi Jawa memang tidak pernah ada habisnya. Setiap daerah memiliki kebiasaan yang sarat makna, penuh simbol, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu yang menarik untuk diulas adalah tradisi Bancakan Sego Ulih, sebuah prosesi yang sampai saat ini masih dijalankan, khususnya di masyarakat Temanggung, Jawa Tengah.

Tradisi ini biasanya dilakukan ketika terjadi gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari, dan ditujukan secara khusus bagi ibu hamil.

Meskipun rangkaian acaranya tidak terlalu panjang, namun setiap tahapan dalam tradisi ini menyimpan filosofi yang mendalam.

Apa Itu Tradisi Bancakan Sego Ulih?

Jika dilihat sekilas, bancakan sebenarnya adalah kegiatan makan bersama di satu wadah, biasanya berupa tampah, sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Tuhan.

Akan tetapi, tradisi Bancakan Sego Ulih memiliki kekhususan tersendiri. Tradisi ini diperuntukkan bagi ibu hamil yang tengah menghadapi fenomena gerhana.

Berdasarkan laman resmi Universitas Negeri Yogyakarta, diketahui pelaksanaan tradisi ini dimulai dari persiapan bancakan, dilanjutkan dengan prosesi menepuk perut ibu hamil dengan lembut, mandi kehamilan, kemudian ditutup dengan makan bersama.

Baca juga  Mengenal Tradisi Tedak Siten dalam Budaya Jawa, Upacara Anak Saat Pertama Kali Menginjak Tanah

Yang membedakan tradisi di Temanggung ini dengan tradisi bancakan di daerah lain adalah adanya mandi kehamilan sebelum bancakan.

Dahulu, tradisi ini juga kerap dilakukan secara mendadak karena masyarakat tidak bisa memprediksi kapan gerhana akan terjadi.

Namun kini, dengan teknologi modern, perhitungan waktu gerhana bisa diketahui lebih cepat sehingga persiapannya lebih matang.

Latar Belakang dan Mitos yang Menyertai

Masyarakat Jawa percaya bahwa saat gerhana terjadi, ada raksasa yang sedang menelan bulan atau matahari.

Dalam kepercayaan itu, raksasa dianggap dapat membawa bala atau malapetaka. Apabila ibu hamil tidak melakukan prosesi Bancakan Sego Ulih, dikhawatirkan bayi yang dikandung akan mengalami gangguan, baik secara fisik maupun mental.

Meski bagi sebagian orang hal ini dianggap mitos, namun tradisi ini tetap dijalankan hingga kini. Bagi masyarakat yang melaksanakannya, ritual ini bukan hanya sekadar warisan leluhur, tetapi juga bentuk ikhtiar agar sang bayi lahir dalam keadaan sehat dan selamat.

Makna Filosofi di Balik Prosesi

Setiap tahapan dalam tradisi Bancakan Sego Ulih menyimpan pesan simbolis yang dalam. Berikut makna filosofi dari prosesi tersebut:

Baca juga  Keutamaan dan Tata Cara Salat Lailatul Qadar: Panduan Lengkap

Membangunkan janin saat gerhana berlangsung

Dalam kepercayaan Jawa, gerhana terjadi karena matahari atau bulan ditelan sosok raksasa buta.

Dengan menepuk perlahan perut ibu hamil, diyakini janin akan “dibangunkan” agar terhindar dari malapetaka.

Menanak nasi gurih dan telur

Prosesi ini melibatkan nasi gurih dengan tujuh butir telur. Nasi gurih menjadi simbol sedekah sebagai rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan.

Sedangkan tujuh butir telur melambangkan doa permohonan “pitulungan” atau pertolongan dari Tuhan agar senantiasa diberikan perlindungan.

Mandi kehamilan

Air dalam prosesi ini dimaknai sebagai simbol penyucian diri. Dengan mandi, diharapkan ibu hamil beserta janinnya terjaga dari hal-hal buruk dan mendapat ketenangan batin.

Bancakan atau makan bersama

Acara puncak ini menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama agar ibu hamil selalu diberi kesehatan hingga proses persalinan tiba.

Kekayaan Tradisi yang Tetap Lestari

Tradisi Bancakan Sego Ulih hingga kini masih dilestarikan, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Selain menjadi ritual yang diyakini membawa kebaikan bagi ibu hamil, tradisi ini juga memperlihatkan bagaimana kearifan lokal mampu membangun kebersamaan, rasa syukur, dan doa yang dipanjatkan secara kolektif.

Baca juga  Mengapa Wayang Kulit Sering Dipakai untuk Media Dakwah? Kajian Bahasa dan Filosofi Ceritanya

Dengan demikian, Bancakan Sego Ulih juga telah bagian dari identitas budaya yang patut dijaga serta diwariskan kepada generasi selanjutnya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya