Mengenal Arti Nguntapake, Budaya Warisan Leluhur Jawa yang Masih Dipraktikkan sampai Sekarang

Bagikan :
Ilustrasi budaya Nguntapake (AI// Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Dalam kehidupan masyarakat Jawa, ada begitu banyak tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Beberapa sangat populer dan mudah dikenali, tetapi ada pula yang sering dilakukan tanpa begitu banyak dibahas.

Salah satu tradisi tersebut adalah nguntapake. Kata ini mungkin sudah akrab di telinga sebagian orang Jawa, namun maknanya yang sesungguhnya sering kali tidak dipahami secara mendalam. Untuk itu, berikut penjelasan lengkap mengenai arti nguntapake serta nilai budaya yang menyertainya.

Makna Dasar Nguntapake

Nguntapake secara harfiah diartikan sebagai tindakan melepas atau mengantar seseorang yang akan pergi. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah ini berkaitan dengan kegiatan mengantar orang terdekat hingga titik keberangkatan mereka.

Misalnya, ketika seseorang pulang ke rumah orang tuanya, kemudian hendak kembali ke rumahnya sendiri, biasanya orang tuanya akan ikut berjalan sampai halaman atau sampai ke kendaraan. Tindakan sederhana itu disebut nguntapake.

Namun, nakna ini tak terbatas pada situasi sehari-hari, tetapi juga pada momen yang jauh lebih sakral. Nguntapake dapat merujuk pada prosesi mengantar jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir, atau mengiringi seseorang yang hendak pergi merantau.

Baca juga  Mengenal Perbedaan Kalender Hijriyah dan Masehi yang Sering Kita Pakai Sehari-Hari

Dengan kata lain, nguntapake tidak hanya berwujud aktivitas fisik mengantar, tetapi juga mencerminkan rasa perhatian, penghargaan, dan penghormatan kepada orang yang pergi.

Nilai Filosofis dalam Tradisi Nguntapake

Jika ditelusuri lebih jauh, tradisi nguntapake memuat nilai budaya yang sangat lekat dengan etika sosial masyarakat Jawa.

Masyarakat Jawa menjunjung dua prinsip utama dalam kehidupan sehari-hari, yaitu prinsip rukun dan prinsip hormat.

Berdasarkan penjelasan dari Universitas Insan Budi Utomo, kedua prinsip ini menjadi dasar dari sebagian besar perilaku sosial orang Jawa.

Nguntapake merupakan salah satu contoh nyata penerapan kedua prinsip tersebut. Ketika seseorang diantar sebelum berangkat, itu bukan sekadar gerakan fisik.

Terdapat penghormatan yang ditunjukkan melalui kesediaan untuk meluangkan waktu dan menunjukkan perhatian. Di sisi lain, prosesi ini juga menjadi simbol dukungan dan harapan baik.

Maka, tak jarang, orang yang mengantar menyisipkan doa agar perjalanan berjalan lancar, dijauhkan dari mara bahaya, dan selalu berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, tradisi ini menegaskan bahwa hubungan antarindividu dalam budaya Jawa sangat mengutamakan rasa kebersamaan.

Baca juga  Tradisi Malam Midodareni: Makna, Doa, dan Filosofi di Balik Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Kehadiran orang yang mengantar menjadi tanda bahwa seseorang tidak pernah benar-benar menjalani perjalanan hidupnya sendirian.

Bahkan ketika harus berpisah untuk sementara, ada bentuk perhatian kecil yang menunjukkan bahwa ia dihargai dan dianggap penting.

Tradisi yang Tetap Lestari di Era Modern

Meskipun zaman telah berubah dan sebagian besar masyarakat kini menjalani kehidupan yang serba cepat, tradisi nguntapake masih tetap bertahan.

Banyak keluarga Jawa yang tetap mempraktikkannya tanpa merasa bahwa itu adalah sebuah keharusan, justru karena tindakan tersebut terasa begitu alami.

Di sinilah terlihat bahwa tradisi ini tidak hanya bertahan karena formalitas, tetapi karena nilainya yang begitu dalam dan menyentuh.

Ketika seseorang pergi, entah hanya kembali ke kota tempat tinggalnya atau memulai perjalanan jauh untuk bekerja, kuliah, atau bahkan merantau, keluarga biasanya tetap melakukan nguntapake sebagai bentuk dukungan emosional.

Tradisi ini kemudian menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, menggambarkan bagaimana nilai-nilai luhur dapat tetap hidup meski di tengah perubahan zaman.

Baca juga  Apa Itu Puasa Mutih? Keutamaan hingga Cara Melakukannya Menurut Tradisi Jawa

Tak Sekadar Kebiasaan

Nguntapake bukan sekadar kebiasaan mengantar seseorang yang hendak pergi. Di balik tindakan sederhana tersebut, terdapat nilai budaya yang mencerminkan kehangatan relasi keluarga, penghormatan kepada sesama, dan solidaritas sosial.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya Jawa sangat menghargai proses kehidupan, baik yang bersifat kecil maupun besar.

Hingga hari ini, nguntapake tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa, membuktikan bahwa warisan leluhur tidak selalu berupa benda, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk kebiasaan yang penuh makna. Hal inilah yang membantu menjaga kedekatan antargenerasi dan memperkaya identitas budaya sampai sekarang.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid