Kisah Alas Mentaok: Dari Hutan Lebat hingga Lahirnya Kerajaan Mataram Islam

Bagikan :
Ilustrasi Kisah Alas Mentaok: Dari Hutan Lebat hingga Lahirnya Kerajaan Mataram Islam/Unsplash

KABAR JAWA – Sejarah Alas Mentaok di Yogyakarta menyimpan kisah penting berdirinya Kerajaan Mataram Islam.

Simak cerita lengkap pembukaan hutan Mentaok oleh Ki Ageng Pemanahan hingga lahirnya kerajaan besar di Kotagede.

 

Awal Mula Alas Mentaok

Di wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul, pernah terbentang sebuah hutan lebat bernama Alas Mentaok.

Pada masa lampau, kawasan tersebut merupakan bekas wilayah pusat Kerajaan Mataram Kuno yang berjaya pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.

Setelah pusat pemerintahan Mataram Kuno berpindah ke Jawa Timur, daerah ini lama terbengkalai hingga akhirnya berubah menjadi hutan rimba.

Ratusan tahun kemudian, kawasan Alas Mentaok berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pajang. Pada masa pemerintahan Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir pada pertengahan abad ke-16, hutan tersebut mulai memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Jawa.

Pemberian Tanah kepada Ki Ageng Pemanahan

Kisah pembukaan Alas Mentaok berawal dari jasa besar Ki Ageng Pemanahan bersama putranya, Danang Sutawijaya.

Baca juga  Menjaga Hati dari Iri dan Fitnah: Renungan Harian Katolik Sabtu, 22 Maret 2025

Keduanya membantu Jaka Tingkir dalam menumpas perlawanan Arya Penangsang, Adipati Jipang Panolan. Atas keberhasilan itu, Jaka Tingkir yang kemudian bergelar Sultan Hadiwijaya menganugerahkan Alas Mentaok sebagai hadiah kepada Ki Ageng Pemanahan.

Namun, pemberian tersebut tidak serta merta dilakukan. Sultan Hadiwijaya sempat merasa ragu karena hutan Mentaok masih berupa belantara penuh binatang buas. Bahkan ia teringat ramalan Sunan Giri yang menyebutkan bahwa dari tanah Mataram kelak akan lahir seorang penguasa yang lebih besar dibanding raja Pajang.

Peran Sunan Kalijaga dalam Keputusan Pajang

Keraguan Sultan Hadiwijaya akhirnya luluh setelah pertemuannya dengan Sunan Kalijaga. Sang wali meyakinkan bahwa Ki Ageng Pemanahan memiliki kesaktian dan sanggup membuka hutan lebat itu menjadi pemukiman.

Sunan Kalijaga juga meminta Ki Ageng Pemanahan untuk berjanji tidak mengganggu Kerajaan Pajang jika kelak tanah Mentaok berkembang.

Dengan restu tersebut, Sultan Hadiwijaya memberikan surat pengukuhan kepada Ki Ageng Pemanahan. Sejak saat itu, wilayah Mentaok sah berada di bawah pengelolaannya.

Pembukaan Alas Mentaok

Setelah menerima anugerah tersebut, Ki Ageng Pemanahan mengumpulkan warga Desa Sela. Bersama Danang Sutawijaya dan Ki Juru Mertani, mereka berangkat menuju Alas Mentaok.

Baca juga  Mengupas Makna Filosofi Sungkeman dan Kenapa Selalu Ada Saat Lebaran

Rombongan itu menempuh perjalanan jauh hingga tiba di tepian Sungai Opak, tempat mereka kembali bertemu Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga berpesan agar rombongan selalu bersyukur dan memohon perlindungan kepada Tuhan selama membuka hutan.

Dengan doa dan sesaji, mereka mulai menebas belukar, menyingkirkan pepohonan, serta menjinakkan alam yang masih liar. Setelah kerja keras, Alas Mentaok perlahan berubah menjadi sebuah permukiman baru.

Lahirnya Desa Mataram

Permukiman yang dibangun oleh Ki Ageng Pemanahan kemudian dikenal dengan nama Mataram. Tanah itu berstatus sebagai tanah perdikan, artinya bebas dari pajak kerajaan. Seiring berjalannya waktu, desa Mataram berkembang pesat. Penduduk semakin banyak, pertanian berhasil digarap, dan wilayah tersebut menjadi makmur.

Pada tahun 1575 Masehi, Ki Ageng Pemanahan wafat. Kepemimpinan di tanah Mataram kemudian dilanjutkan oleh putranya, Danang Sutawijaya. Tidak lama berselang, tepatnya pada tahun 1582 Masehi, Danang Sutawijaya melepaskan diri dari kekuasaan Pajang dan mendirikan Kerajaan Mataram Islam dengan gelar Panembahan Senopati.

Ramalan Sunan Giri yang Menjadi Kenyataan

Kekhawatiran Sultan Hadiwijaya atas ramalan Sunan Giri akhirnya terbukti benar. Dari tanah Mataram lahirlah sebuah kerajaan besar yang kelak menjadi salah satu kerajaan Islam paling berpengaruh di Jawa. Kerajaan Mataram Islam yang berpusat di Kotagede berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga hampir seluruh tanah Jawa.

Baca juga  Menelusuri Jejak Panjang Peradaban DIY dari Museum Pleret, Saksi Hidup Sejarah Mataram Islam

Warisan Alas Mentaok bagi Yogyakarta

Kini, bekas hutan Alas Mentaok telah berubah menjadi kawasan padat penduduk yang meliputi Kotagede, sebagian wilayah Sleman, dan Bantul.

Di sinilah jejak sejarah panjang Mataram Islam masih bisa ditemukan, mulai dari situs Kotagede hingga berdirinya Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Alas Mentaok bukan sekadar kisah tentang pembukaan hutan, melainkan simbol awal lahirnya sebuah peradaban besar di Jawa. Dari tanah inilah lahir Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam, yang menjadi titik penting perjalanan sejarah Nusantara.

***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya