5 Jalan di Jogja dengan Nama yang Menyimpan Kisah Sejarah Menarik

Bagikan :
Viral! Polisi Tidur di Jalan Pemuda Klaten Dibongkar, Bupati Turun Langsung Awasi
Ilustrasi jalan di Jogja yang simpan kisah sejarah menarik (Sumber Gambar: Pintrest/Hendra ollioppe)

KABAR JAWA – Jogja selama ini dikenal sebagai kota budaya dan pariwisata yang sarat nilai sejarah. Namun, keunikan Jogja tidak hanya terlihat dari bangunan bersejarah, keraton, ataupun suasana kotanya yang khas.

Jalan-jalan di Jogja ternyata juga menyimpan kisah menarik di balik penamaan dan sejarah perkembangannya. Beberapa di antaranya bahkan menjadi ikon yang dikenal luas hingga ke mancanegara.

Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah lima jalan di Jogja yang memiliki nama dengan sejarah unik dan penuh makna.

1. Jalan Kaliurang

Nama Jalan Kaliurang memiliki akar bahasa Jawa. Kata kali berarti sungai, sementara urang berarti udang. Jika digabungkan, arti harfiahnya adalah “sungai udang”.

Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai tempat peristirahatan atau tetirah pada masa kolonial Belanda karena suasananya yang sejuk di kaki Gunung Merapi.

Kini, Jalan Kaliurang menjadi akses utama menuju kawasan wisata lereng Merapi dan berkembang sebagai salah satu jalur paling ramai yang dipenuhi dengan tempat kuliner, penginapan, hingga pusat hiburan mahasiswa.

Baca juga  Daftar Tempat Nobar El Clasico Final Copa del Rey 2025 di Yogyakarta, Barcelona vs Real Madrid

2. Jalan Gito Gati

Nama Jalan Gito Gati berasal dari dua seniman kembar yang terkenal di Yogyakarta, yaitu Sugito dan Sugati.

Keduanya dikenal karena kontribusi besar mereka dalam seni panggung, khususnya wayang dan ketoprak di wilayah Sleman.

Pemerintah Kabupaten Sleman kemudian mengabadikan nama mereka sebagai bentuk penghormatan terhadap peran penting kedua seniman ini dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Saat ini, Jalan Gito Gati berkembang menjadi salah satu kawasan strategis dengan berbagai pusat kegiatan masyarakat modern, namun tetap membawa jejak sejarah seni tradisional yang melekat.

3. Jalan Colombo

Asal-usul penamaan Jalan Colombo tidak lepas dari peristiwa internasional, yaitu Konferensi Colombo Plan XI.

Peristiwa ini memberikan dampak besar bagi hubungan antarbangsa, termasuk Yogyakarta. Untuk mengenang momentum tersebut, pemerintah setempat menamai salah satu ruas jalan penting di Jogja dengan nama Jalan Colombo.

Kini kawasan ini dikenal ramai karena berdekatan dengan pusat pendidikan tinggi, terutama Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Sanata Dharma, sehingga sangat lekat dengan kehidupan mahasiswa.

Baca juga  Kisah Kelam Tumenggung Endranata: Pengkhianat Mataram yang Dikubur di Tangga Pajimatan Imogiri

4. Jalan Prawirotaman

Jalan Prawirotaman memiliki sejarah yang erat dengan tokoh bangsawan bernama Prawirotomo.

Pada awalnya, kawasan ini merupakan kampung pengrajin batik dan juga tempat tinggal prajurit keraton.

Seiring perkembangan waktu, Jalan Prawirotaman berubah menjadi salah satu pusat wisata favorit wisatawan mancanegara.

Deretan hotel, penginapan, kafe, dan toko kerajinan menjadikan kawasan ini populer dengan sebutan “kampung turis”. Meski identitasnya kini modern dan kosmopolitan, nama Prawirotaman tetap menjadi pengingat akan jejak sejarah masa lalu.

5. Jalan Malioboro

Malioboro adalah jalan paling terkenal di Jogja sekaligus ikon kota ini. Nama Malioboro sendiri memiliki beberapa versi asal-usul. Ada yang menyebutkan bahwa kata Malioboro berasal dari bahasa Sanskerta malyabhara yang berarti karangan bunga.

Namun, ada juga pendapat lain yang mengaitkan nama Malioboro dengan Marlborough, nama seorang tokoh kolonial Inggris yang pernah tinggal di Yogyakarta pada periode 1811 hingga 1816 Masehi.

Apa pun asal-usulnya, Malioboro kini menjelma sebagai jantung pariwisata Jogja dengan deretan toko, pedagang kaki lima, seniman jalanan, serta suasana budaya yang kental.

Baca juga  Larung Sesaji di Laut Selatan: Ritual Budaya yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Lima jalan di atas menunjukkan bahwa Jogja tidak hanya istimewa karena keratonnya atau destinasi wisatanya, tetapi juga dari kisah yang melekat pada nama-nama jalannya.

Nama-nama jalan tersebut menghadirkan jejak sejarah yang berbeda, mulai dari pengaruh budaya Jawa, kontribusi seniman, peristiwa internasional, hingga jejak kolonial.

Dan dengan memahami asal-usul nama jalan di Jogja tersebut, maka kita tidak hanya mengenal kota ini dari permukaan, namun juga bisa menelusuri lapisan sejarah yang memperkaya identitasnya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya