
Kabarjawa – Hari Raya Idul Fitri merupakan momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu tradisi yang sangat kental dalam budaya masyarakat Jawa adalah sungkeman atau ucapan lebaran kepada sanak saudara.
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan permohonan maaf kepada orang tua serta orang yang lebih tua dalam keluarga.
Sungkeman biasanya dilakukan dengan sikap tubuh yang sopan, seperti berlutut di hadapan orang tua sambil mencium tangan mereka.
Selain tindakan simbolis tersebut, ucapan yang penuh makna juga menjadi bagian penting dari ritual ini.
Berikut ini adalah 15 contoh ucapan Lebaran dalam bahasa Jawa beserta artinya yang bisa digunakan saat sungkeman kepada orang tua.
Ucapan Sungkeman Bahasa Jawa dan Artinya
1. Ucapan Doa dan Permohonan Maaf
Sugeng Riyadi, mugi-mugi ing dina punika kita saged diparingi rahmat lan berkah saking Gusti Allah. Nyuwun pangapunten lan pangestu, bapak ibu.
(Selamat Idul Fitri, semoga di hari ini kita diberi rahmat dan berkah dari Tuhan. Mohon maaf dan restu, ayah ibu.)
2. Ucapan Penuh Keikhlasan
Assalamualaikum, bapak ibu. Mugi-mugi Lebaran punika dados panggenan kanggo ningkataken silaturahmi lan ngambah berkah. Nyuwun pangapunten kanthi tulus.
(Assalamualaikum, ayah ibu. Semoga Lebaran ini menjadi waktu untuk meningkatkan silaturahmi dan meraih berkah. Mohon maaf dengan tulus.)
3. Ucapan Terima Kasih dan Penghormatan
Matur nuwun dhumateng bapak ibu, ingkang sampun paring piwulang lan asih sayang. Nyuwun pangapunten lan pangestu ing Dina Fitri punika.
(Terima kasih kepada ayah ibu yang telah memberi ajaran dan kasih sayang. Mohon maaf dan restu di Hari Raya ini.)
4. Ucapan Harapan untuk Kebahagiaan
Sugeng Idul Fitri, mugi kita tansah diparingi kaberkahan lan rahmat ingkang tanpa wates. Nyuwun pangapunten bilih wonten kalepatan.
(Selamat Idul Fitri, semoga kita selalu diberi berkah dan rahmat yang tiada batasnya. Mohon maaf jika ada kesalahan.)
5. Ucapan untuk Menjaga Kasih Sayang
Bapak ibu, ingkang kulo tresnani, mugi ing Dina Fitri punika kita saged njaga katresnan lan ngapresiasi sesama. Nyuwun pangapunten lan pangestu.
(Ayah ibu, yang saya cintai, semoga di Hari Raya ini kita dapat menjaga kasih sayang dan menghargai sesama. Mohon maaf dan restu.)
6. Ucapan Keberkahan Ramadan
Mugi-mugi ibadah kita ing wulan Ramadhan paring berkah lan pituduh ing urip. Nyuwun pangapunten, bapak ibu.
(Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan membawa berkah dan petunjuk dalam hidup. Mohon maaf, ayah ibu.)
7. Ucapan Mohon Maaf atas Kesalahan
Sugeng Idul Fitri, nyuwun pangapunten bilih wonten kalepatan lan kekirangan. Mugi lebaran punika paring berkah dhumateng kita kabéh.
(Selamat Idul Fitri, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan. Semoga Lebaran ini memberi berkah kepada kita semua.)
8. Ucapan Penghargaan dan Doa
Matur nuwun, bapak ibu, ingkang tansah paring piwulang, panglipur, lan pitulungan. Nyuwun pangapunten ingkang setulus-tulusipun.
(Terima kasih, ayah ibu, yang selalu memberi petunjuk, hiburan, dan pertolongan. Mohon maaf yang setulus-tulusnya.)
9. Ucapan untuk Kebahagiaan Keluarga
Bapak ibu, mugi ing lebaran punika, kita tansah dipun paringi kesehatan lan kabahagiaan. Nyuwun pangapunten kanthi ikhlas.
(Ayah ibu, semoga di Lebaran ini kita selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Mohon maaf dengan ikhlas.)
10. Ucapan Harapan untuk Masa Depan
Mugi-mugi ing Hari Raya Idul Fitri punika kita saged dados pribadi ingkang langkung becik. Nyuwun pangapunten ingkang sak derma.
(Semoga di Hari Raya Idul Fitri ini kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Mohon maaf dengan sebaik-baiknya.)
Tradisi sungkeman dalam perayaan Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan pelestarian nilai budaya yang kaya akan makna spiritual dan sosial.
Di tengah kemajuan teknologi dan kehidupan modern, sungkeman tetap bisa dilakukan secara langsung maupun virtual, tetap membawa makna mendalam bagi keluarga.
Dengan menjaga dan mengajarkan tradisi sungkeman kepada generasi muda, kita turut melestarikan budaya dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Ucapan yang penuh makna dan doa menjadi bagian penting dari tradisi ini, memperkuat ikatan antara anak dan orang tua serta membawa berkah bagi keluarga.(Kabarjawa)