
KabarJawa.com – Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjalankan program InJourney Airports Lawan Stunting sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah Kulon Progo.
Program ini dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura Indonesia melalui YIA, dengan melibatkan Dinas Kesehatan setempat.
Kerja sama antara YIA dan Dinas Kesehatan Kulon Progo dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program InJourney Airports Lawan Stunting Kabupaten Kulon Progo.
Langkah ini menegaskan komitmen YIA untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial, khususnya di sektor kesehatan masyarakat.
Penyaluran PMT dan Multivitamin untuk Balita
Program InJourney Airports Lawan Stunting dilaksanakan melalui kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) dan penyuluhan gizi.
Sebanyak 1.200 paket PMT disalurkan kepada 300 balita di wilayah sekitar bandara melalui kegiatan yang berlangsung empat kali. Selain itu, YIA membagikan 300 paket multivitamin untuk mendukung pertumbuhan balita agar tetap sehat.
Penyaluran bantuan PMT pemulihan intensif menyasar balita bergizi kurang. Lokasi penyaluran meliputi Kalurahan Hargotirto, Kalurahan Karangwuni, dan Kalurahan Jangkaran. Kegiatan ini melibatkan Puskesmas setempat berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kulon Progo.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Yogyakarta, Ruly Artha, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pilar Sosial di bidang kesehatan.
“Program PMT Pemulihan bagi balita yang membutuhkan tambahan gizi merupakan bagian dari komitmen kami untuk menurunkan angka stunting maupun wasting. Kami ingin memastikan setiap anak di sekitar bandara memiliki kesempatan tumbuh sehat,” jelas Ruly Artha.
YIA menyalurkan bantuan senilai total Rp106.800.000. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Kalurahan Hargotirto dan dihadiri oleh Bupati Kulon Progo beserta jajaran pemerintah daerah.
Penyaluran bantuan juga dilakukan di Puskesmas Temon II serta difokuskan pada 16 titik posyandu di wilayah Kulon Progo.
Program Berkelanjutan dan Sejalan dengan SDGs
Ruly menegaskan bahwa program lawan stunting bukan kegiatan jangka pendek. Sejak 2024, YIA telah menjalankan program ini secara berkelanjutan. Selain di Kulon Progo, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.
“Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial YIA yang berkelanjutan. Kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada layanan penerbangan, tetapi juga peduli pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerja bandara,” tambah Ruly.
Program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang menargetkan penurunan angka kematian anak serta peningkatan taraf kesehatan masyarakat.
Dalam penjelasannya, Ruly menekankan pentingnya kesehatan ibu dan anak sebagai pondasi masa depan bangsa.
“Semoga dengan program berkelanjutan ini masyarakat dapat memahami pentingnya gizi, pola hidup sehat, dan kewaspadaan dini. Karena kesehatan ibu dan anak merupakan pondasi penting bagi masa depan bangsa. YIA tetap berkomitmen memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Ruly.
Program InJourney Airports Lawan Stunting menunjukkan sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah.
Inisiatif ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian BUMN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis pilar sosial.