
KabarJawa.com – Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan bahwa Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan harus mampu menjawab tantangan global di bidang pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta tidak boleh berhenti pada capaian lokal, tetapi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Penegasan tersebut disampaikan Wawan saat memberikan arahan terkait penguatan kualitas pendidikan di tengah arus globalisasi yang terus bergerak cepat.
Menurutnya, predikat Kota Pendidikan harus dibuktikan melalui kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia modern.
“Ini sangat penting. Sekolah harus mampu menyiapkan generasi yang bisa bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujar Wawan.
Ia menyebut globalisasi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, sekolah di Yogyakarta dituntut mampu merespons perubahan secara strategis, baik dalam penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, maupun pemanfaatan teknologi.
Penguasaan Teknologi Jadi Fokus
Wawan menyoroti perkembangan teknologi digital yang dinilai semakin memengaruhi pola belajar dan kehidupan peserta didik. Menurutnya, sekolah harus mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus mengantisipasi dampak negatifnya.
“Kaitan dengan teknologi pasti sangat dibutuhkan. Perkembangan digital sekarang ini luar biasa. Sekolah harus mampu mengelola teknologi dengan bijak agar memberi manfaat maksimal bagi anak-anak,” katanya.
Wawan memberikan apresiasi kepada SD Muhammadiyah Sokonandi. Ia menilai sekolah tersebut menunjukkan perhatian terhadap pemanfaatan teknologi secara seimbang, baik untuk pengembangan potensi siswa maupun perlindungan dari risiko dunia digital.
“Salah satunya adalah SD Muhammadiyah Sokonandi yang sangat peduli, baik terhadap dampak positif maupun negatif teknologi. Harapannya ke depan bisa ditata lebih baik lagi dan menjadi contoh bagi sekolah lain,” ujarnya.
Komitmen Pendidikan Inklusif
Selain adaptif terhadap perkembangan teknologi, SD Muhammadiyah Sokonandi juga diapresiasi atas penerapan sistem pendidikan inklusif.
Wawan menyatakan bahwa sekolah tersebut telah membuka ruang belajar yang ramah bagi seluruh anak, termasuk peserta didik yang membutuhkan pendampingan khusus.
“Ini yang paling penting dan perlu kita apresiasi bersama. SD Muhammadiyah Sokonandi sudah menjadi sekolah inklusif. Sekolah seperti inilah yang kita butuhkan untuk masa depan pendidikan Jogja,” kata Wawan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan sekolah-sekolah yang dinilai berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Sebagai SD kebanggaan Kota Yogyakarta, tentu kami sangat bangga. Kami berharap sekolah ini terus langgeng, berkembang, dan berprestasi,” ujarnya.
Raih Hampir 2.000 Prestasi
Kepala SD Muhammadiyah Sokonandi, Anis Rofiah menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya mencatat peningkatan prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut hampir 2.000 prestasi berhasil diraih, dengan ratusan di antaranya berada pada level internasional.
“Alhamdulillah, kami telah melakukan banyak lompatan prestasi. Dalam beberapa tahun terakhir hampir 2.000 prestasi berhasil diraih, dengan ratusan di antaranya berlevel internasional,” ujar Anis.
Ia menambahkan bahwa pihak sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pendampingan peserta didik untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.
“Ke depan kami berharap prestasi tersebut terus meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Sokonandi semakin kuat,” katanya.