Wawali Dorong Sekolah Siap Hadapi Globalisasi, SD Muhammadiyah Sokonandi Tampilkan Model Inklusif Berprestasi

Bagikan :
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat melepas peserta jalan sehat Milad ke-62 SD Muhammadiyah Sokonandi. (Ist)

KabarJawa.com – Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan bahwa Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan harus mampu menjawab tantangan global di bidang pendidikan.

Ia menyampaikan bahwa sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta tidak boleh berhenti pada capaian lokal, tetapi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Penegasan tersebut disampaikan Wawan saat memberikan arahan terkait penguatan kualitas pendidikan di tengah arus globalisasi yang terus bergerak cepat.

Menurutnya, predikat Kota Pendidikan harus dibuktikan melalui kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia modern.

“Ini sangat penting. Sekolah harus mampu menyiapkan generasi yang bisa bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujar Wawan.

Ia menyebut globalisasi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, sekolah di Yogyakarta dituntut mampu merespons perubahan secara strategis, baik dalam penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, maupun pemanfaatan teknologi.

Penguasaan Teknologi Jadi Fokus

Wawan menyoroti perkembangan teknologi digital yang dinilai semakin memengaruhi pola belajar dan kehidupan peserta didik. Menurutnya, sekolah harus mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus mengantisipasi dampak negatifnya.

Baca juga  Wawali Jogja Sebut Kondisi Fiskal 2026 Mirip Masa Covid, Pemkot Minta Swasta Terlibat dalam Pembangunan

“Kaitan dengan teknologi pasti sangat dibutuhkan. Perkembangan digital sekarang ini luar biasa. Sekolah harus mampu mengelola teknologi dengan bijak agar memberi manfaat maksimal bagi anak-anak,” katanya.

Wawan memberikan apresiasi kepada SD Muhammadiyah Sokonandi. Ia menilai sekolah tersebut menunjukkan perhatian terhadap pemanfaatan teknologi secara seimbang, baik untuk pengembangan potensi siswa maupun perlindungan dari risiko dunia digital.

“Salah satunya adalah SD Muhammadiyah Sokonandi yang sangat peduli, baik terhadap dampak positif maupun negatif teknologi. Harapannya ke depan bisa ditata lebih baik lagi dan menjadi contoh bagi sekolah lain,” ujarnya.

Komitmen Pendidikan Inklusif

Selain adaptif terhadap perkembangan teknologi, SD Muhammadiyah Sokonandi juga diapresiasi atas penerapan sistem pendidikan inklusif.

Wawan menyatakan bahwa sekolah tersebut telah membuka ruang belajar yang ramah bagi seluruh anak, termasuk peserta didik yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Ini yang paling penting dan perlu kita apresiasi bersama. SD Muhammadiyah Sokonandi sudah menjadi sekolah inklusif. Sekolah seperti inilah yang kita butuhkan untuk masa depan pendidikan Jogja,” kata Wawan.

Baca juga  Program Kelurahan Bersinar di Yogyakarta: Tangkal Sindikat Narkoba yang Sasar Anak Muda

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan sekolah-sekolah yang dinilai berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sebagai SD kebanggaan Kota Yogyakarta, tentu kami sangat bangga. Kami berharap sekolah ini terus langgeng, berkembang, dan berprestasi,” ujarnya.

Raih Hampir 2.000 Prestasi

Kepala SD Muhammadiyah Sokonandi, Anis Rofiah menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya mencatat peningkatan prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut hampir 2.000 prestasi berhasil diraih, dengan ratusan di antaranya berada pada level internasional.

“Alhamdulillah, kami telah melakukan banyak lompatan prestasi. Dalam beberapa tahun terakhir hampir 2.000 prestasi berhasil diraih, dengan ratusan di antaranya berlevel internasional,” ujar Anis.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pendampingan peserta didik untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Ke depan kami berharap prestasi tersebut terus meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Sokonandi semakin kuat,” katanya.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid