
KABARJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggencarkan program pencegahan narkoba melalui Program Kelurahan Bersinar (Bersih dari Narkoba). Pemkot menjalankan program ini sejak tahun 2021.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan pemerintah berkomitmen melindungi generasi muda dari bahaya narkoba karena kota ini memiliki dominasi penduduk usia muda yang tinggi.
Ia menilai banyak mahasiswa dari berbagai daerah datang untuk menuntut ilmu di Yogyakarta sehingga rentan menjadi target sindikat narkoba. Hasto menjelaskan sindikat narkoba kerap menyasar pengguna baru dari kalangan usia muda.
“Saya mengingatkan pentingnya menjaga pelajar dari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol,” ujar dia.
Kemudian, Hasto menekankan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol sering menjadi pintu awal penggunaan narkotika. Ia menegaskan narkoba menyebabkan adiksi berat dan memicu risiko penularan penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS akibat penggunaan jarum suntik tidak steril.
Pemkot Yogyakarta terus mengembangkan Program Kelurahan Bersinar dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat kelurahan, penggiat anti-NAPZA, relawan, dan masyarakat.
Program ini bertujuan membentuk lingkungan tangguh menghadapi bahaya narkoba. Pada kesempatan ini, Bausasran dan Bumijo juga telah dideklarasikan menjadi Kelurahan Bersinar.
Kepala Bagian Umum Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, David Hendry Andar Hutapea, menilai tantangan pemberantasan narkoba masih sangat besar. Ia memaparkan berdasarkan laporan UNODC pada tahun 2022, sekitar 292 juta orang di dunia menyalahgunakan narkoba.
David menyebutkan penelitian BRIN bersama BNN pada tahun 2023 mencatat prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia sebesar 1,73% atau sekitar 3,33 juta jiwa.
David menjelaskan angka prevalensi tersebut menurun dari 1,95% pada tahun 2021. Ia menyampaikan BNN menargetkan penurunan prevalensi narkoba menjadi 1,60% pada tahun 2029 melalui Rencana Strategis 2025–2029. David menyebut target tersebut sejalan dengan prioritas nasional dan visi Indonesia Emas 2045.
“Saya mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Kota Yogyakarta yang mendukung gerakan anti narkoba. Mari kita wujudkan Indonesia Bersinar, Indonesia Bersih Narkoba menuju Indonesia Emas 2045,” kata David. (ef linangkung)