Wali Kota Yogyakarta Belum Puas: Posisi Ketiga di Porda XVII 2025, Dorong Evaluasi dan Pembinaan Atlet Sejak Dini

Bagikan :
Pembubaran Kotingen Yogyakarta Porda 2025/Foto: Pemkot Yogyakarta

KabarJawa.com— Ratusan atlet dan pelatih berkumpul dalam acara pembubaran resmi kontingen PORDA XVII 2025. Acara berlangsung di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (17/10/2025).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, berdiri tegak di hadapan para atlet dengan sorot mata penuh semangat.

Ia membuka pidatonya dengan kalimat yang menggugah, menandakan bahwa meski capaian membanggakan telah diraih, semangat juang belum boleh padam.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang dengan keringat, tenaga, dan semangat tinggi. Kalian semua sudah mengharumkan nama Kota Yogyakarta,” ujar Hasto.

Namun, Hasto tidak berhenti pada pujian semata. Ia menegaskan bahwa posisi ketiga yang diraih Kota Yogyakarta dalam PORDA DIY XVII/2025 belum cukup memuaskan. Menurutnya, hasil itu justru menjadi cambuk untuk melakukan evaluasi besar-besaran dan memperkuat pembinaan atlet secara menyeluruh.

“Hasil pada PORDA ke-17 memang baik, tetapi belum cukup. Kita harus terus berbenah. Saya ingin melihat Kota Yogyakarta berdiri di puncak podium pada PORDA berikutnya,” tegasnya.

Baca juga  Kendalikan Inflasi, Pemkot Yogyakarta Kembangkan Kios Segoro Amarto hingga Tingkat Kelurahan Tahun 2026

Momentum Evaluasi dan Awal Pembinaan Atlet

Pembubaran kontingen bukanlah tanda akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru. Hasto menegaskan, momen ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat sistem pelatihan dan regenerasi atlet.

Ia meminta KONI Kota Yogyakarta bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) agar segera menyiapkan program pembinaan jangka panjang menghadapi Porda XVIII 2027 di Kabupaten Kulonprogo.

“Saya berharap pembinaan atlet dilakukan sejak dini. Persiapan lebih awal akan membuat kita lebih siap bertarung. Saya ingin melihat Yogyakarta kembali menjadi juara umum,” pesan Hasto.

Sepanjang Porda XVII 2025, para atlet Kota Yogyakarta menunjukkan semangat juang luar biasa. Mereka berlatih keras sejak pagi hingga malam, menembus batas kemampuan diri demi mengharumkan nama daerah.

Tak sedikit dari mereka yang harus menunda studi atau meninggalkan keluarga selama berbulan-bulan untuk fokus berlatih.

Hasto mengakui, kerja keras semacam itu tidak ternilai. Ia menyebut bahwa keberhasilan para atlet bukan hanya berdasar dari jumlah medali, tetapi juga dari disiplin, sportivitas, dan mental pantang menyerah.

Baca juga  Tutup Sementara, SPPG Sumberejo Semin Didesak Perbaiki Sanitasi dan Segera Kantongi Sertifikat Halal

“Kemenangan sejati bukan hanya soal emas atau perak, tapi tentang karakter. Atlet Kota Yogyakarta telah menunjukkan bahwa mereka memiliki jiwa petarung sejati,” ujar Hasto.

Kini, setelah gegap gempita Porda XVII 2025 mereda, tugas besar menanti. Pembinaan atlet, perbaikan fasilitas, hingga peningkatan dukungan bagi pelatih harus segera digerakkan.

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen menjadikan olahraga bukan sekadar kegiatan kompetitif, tetapi juga bagian dari pembangunan karakter generasi muda.

Kota ini ingin melahirkan lebih banyak juara, bukan hanya di arena pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan. Dengan semangat itu, gema tekad Hasto Wardoyo menggema di Balai Kota.

“Kita belum selesai. Kita baru mulai. Kota Yogyakarta harus kembali menjadi juara umum di Porda 2027!”seru Hasto

Peraihan Medali

Pada ajang olahraga terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta itu, kontingen Kota Yogyakarta menurunkan 812 atlet yang bertanding di 45 cabang olahraga.

Berdasarkan laporan Ketua Umum KONI Kota Yogyakarta, Aji Karnanto, para atlet berhasil mempersembahkan 414 medali, terdiri dari 131 emas, 129 perak, dan 154 perunggu.

Baca juga  Usai Kericuhan Demo Polda DIY, Seruan Jaga Jogja Viral di Medsos

Capaian tersebut menempatkan Kota Yogyakarta di posisi ketiga secara keseluruhan. Kota Pelajar ini juga sukses menjadi juara umum di 12 cabang olahraga, menunjukkan dominasi dan konsistensi di beberapa sektor unggulan.

“Kita juara umum di 12 cabang olahraga dari total 45 yang diikuti. Bahkan, cabang Korf Ball berhasil menyapu bersih dua medali emas di seluruh nomor,” jelas Aji.

Hasil itu menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di Kota Yogyakarta telah berjalan baik, meskipun masih menyisakan ruang untuk perbaikan di sejumlah cabang yang belum maksimal. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid