
KabarJawa.com– Kepanikan sempat terjadi di Semin, Gunungkidul, setelah isu dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat ke permukaan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberejo Semin akhirnya resmi menghentikan operasionalnya sementara waktu. Langkah itu terjadi setelah Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat mengirimkan surat penghentian sebagai tindak lanjut dari laporan yang beredar.
SPPG Sumberejo Semin Tutup Sementara
Juru Bicara SPPG Sumberejo, Didik Rubyanto, menegaskan bahwa penghentian ini bukan akhir dari perjalanan dapur besar yang setiap hari menyuplai makanan bergizi untuk ribuan siswa.
Ia menekankan jumlah siswa yang mengalami gejala sakit sangat kecil daripada total penerima manfaat.
“Memang tanggal 15 ada dugaan keracunan. Dari 3.843 siswa penerima manfaat, hanya sekitar 19 siswa yang mengalami mual dan pusing. Itu pun tersebar di beberapa sekolah. Misalnya di SMA Negeri 1 Semin, dari lebih 600 siswa hanya satu yang sakit. Di SD Bendung 1 hanya dua siswa, dan seterusnya,” tegas Lurah Bendung ini, Senin (29/9/2025).
Meski jumlah kasus relatif kecil, BGN tidak mau mengambil risiko. Lembaga itu bergerak cepat melakukan identifikasi dan langsung menginstruksikan perbaikan. Fokus utama jatuh pada sanitasi dapur yang selama ini menjadi jantung pelayanan.
“Mulai Sabtu kemarin, operasional resmi berhenti. Kami langsung membenahi sanitasi, memperbaiki drainase, menambah fasilitas tempat sampah, dan memastikan ketersediaan cuci tangan memadai. Semua dilakukan yayasan dengan pengawasan ketat,” ungkap Didik.
Sertifikasi Halal dan SLHS
BGN tidak hanya menyoroti kebersihan. Mereka juga meminta SPPG Sumberejo segera mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) serta sertifikat halal. Dua dokumen itu menjadi jaminan bahwa dapur ini bekerja sesuai standar kesehatan dan syariat.
“Proses SLHS dari Dinas Kesehatan sudah berjalan. Untuk halal, para karyawan akan mengikuti pelatihan dari Kementerian Agama. Kami juga komunikasi dengan lembaga pelatihan agar koki-koki memiliki sertifikat resmi. Penyempurnaan ini mutlak harus dilakukan,” terang Didik.
Meski badai sempat mengguncang, Didik menegaskan pihaknya tidak akan menyerah. Ia yakin dapur SPPG Sumberejo akan segera kembali berdiri tegak. Menurutnya, penutupan sementara ini bisa jadi bahan evaluasi.
“Kami optimistis dalam 1 sampai 3 hari ke depan operasional bisa kembali berjalan. Label halal memang butuh waktu satu sampai dua bulan, tapi sembari menunggu, program pelatihan tetap kami jalankan,” kata Didik.
SPPG Sumberejo sendiri memiliki 47 karyawan serta 3 tenaga inti dari BGN, yaitu kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
Dapur ini meng-cover distribusi makanan bergizi ke 16 sekolah di wilayah Semin, sebuah tanggung jawab besar yang tidak bisa ditunda lama-lama. (ef linangkung)