Wahyu Arrozi, Inovator Muda Bantul yang Bawa Mesin Pemilah Sampah Go Internasional

Bagikan :
Ilustrasi memilah sampah (Pexels//Steve Johnson)

KABAR JAWA – Seorang pemuda asal Bantul, Wahyu Arrozi merupakan Lulusan Teknik Mesin dari Universitas Gadjah Mada yang mampu membangun teknologi tepat guna dari bengkel sederhana.

Pada tahun 2010, Wahyu mendirikan PT Madani Technology atau Madanitec.

Dengan modal keterampilan teknik dan semangat untuk memberdayakan masyarakat, ia memulai usahanya secara mandiri.

Fokus utamanya saat itu adalah menciptakan mesin pengolahan sampah dan mesin produksi skala menengah yang ekonomis namun berkualitas.

Merancang Teknologi yang Menyentuh Kebutuhan Nyata

Wahyu memproduksi mesin secara kecil-kecilan di awal. Namun, seiring waktu, ia melihat potensi pasar yang sangat besar.

Dari sinilah semangatnya semakin menyala. Ia mulai mengembangkan lebih banyak produk yang menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Awalnya hanya produksi kecil-kecilan di bengkel, kemudian karena melihat potensi marketnya mendukung jadi terus kami kembangkan,” tutur Wahyu dilansir dari TuguJogja.id pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Adapun Madanitec kini telah memproduksi hampir 200 jenis mesin, dengan salah satu produk unggulannya adalah mesin pemilah sampah.

Baca juga  Polisi Lakukan Mediasi antara Driver Ojek Online dan Pelaku Penganiayaan di Bantul, Berakhir tanpa Kesepakatan

Produk ini hadir dalam delapan varian, menyesuaikan kapasitas pengolahan dan ketelitian sortir.

Mesin terbesar mampu memilah hingga empat ton sampah per jam, menjadikannya solusi ideal untuk pengelolaan limbah dalam skala besar.

Menyesuaikan Produk dengan Tren Pasar

Selainmesin pemilah, Wahyu juga memproduksi mesin press dan berbagai jenis mesin industri lainnya.

Menurutnya, permintaan pasar berubah-ubah setiap tahun, tergantung tren dan kebutuhan. Hal ini mendorong timnya untuk terus berinovasi dan melakukan pembaruan desain.

Salah satu varian mesin pemilah berukuran 120 dijual seharga Rp22 juta.

Dan dalam kondisi normal, satu unit bisa diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu.

Untuk pemesanan dalam jumlah besar, prosesnya bahkan bisa lebih cepat karena dikerjakan secara paralel.

“Tapi tiap tahun beda-beda, tergantung tren dan kebutuhan pasar,” kata Wahyu

Pemasaran Menjangkau seluruh Nusantara dan Luar Negeri

Produk-produk Madanitec tidak hanya diminati di wilayah lokal. Saat ini, pemasarannya sudah menjangkau hampir seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi wilayah dengan permintaan tertinggi.

Baca juga  Pemda DIY Kirim Sampah Kota Jogja ke ITF Bawuran Mulai Maret 2025

Sebagian besar produk dibeli oleh distributor dan makelar yang kemudian memasok ke berbagai instansi pemerintahan dan swasta.

Wahyu juga melayani pesanan mesin kustom, salah satunya mesin ekstraksi curcumin dengan nilai fantastis hingga Rp500 juta.

Inovasi semacam ini membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dengan teknologi buatan luar negeri.

Omzet Ratusan Juta hingga Ekspor ke Luar Negeri

Secara bisnis, omzet bulanan Madanitec berada di kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Menjelang akhir tahun, omzet tersebut bisa melonjak hingga tiga kali lipat.

Puncak kesuksesan Wahyu adalah saat ia berhasil mengekspor mesin karyanya ke Timor Leste, menjadikan Madanitec sebagai produsen lokal dengan daya saing global.

“Tapi kalau buat empat sampai lima barang mungkin malah bisa lebih cepat karena bisa kita kerjakan secara paralel,” ucapnya.

Tidak Instan

Apa yang diraih Wahyu Arrozi bukanlah sesuatu yang instan.

Ia menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari minimnya modal, sempitnya lahan, hingga keterbatasan teknologi.

Namun semua itu tidak menyurutkan tekadnya untuk terus berkarya dan mencari solusi.

Baca juga  Tanpa Kembang Api Berlebihan, Pemda DIY Ajak Warga Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Doa dan Aksi Empati

Wahyu pun berpesan bahwa seseorang harus terus berusaha serta berinovasi demi mimpinya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya