
KabarJawa.com– Kamis (13/11/2025), Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X, secara resmi melantik 132 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.
Prosesi penuh khidmat itu berlangsung di Bangsal Kepatihan, kompleks kantor Gubernur DIY, dengan nuansa haru, tekad, dan tanggung jawab yang menggelora di dada para pejabat yang baru saja mengucap sumpah jabatan.
Dalam sambutannya, Sri Paduka menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan momen penegasan kembali peran vital pejabat administrator dan pengawas sebagai penggerak utama birokrasi.
Sambutan Wagub DIY
“Posisi ini sangat strategis. Di tangan para middle manager-lah arah kebijakan diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan. Mereka menjadi jembatan antara visi pimpinan dan pelaksana teknis, sekaligus penentu terciptanya koordinasi yang solid dan hasil kerja yang terukur,” ujar Sri Paduka, membacakan sambutan Gubernur DIY.
Sri Paduka menegaskan, peran middle manager tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam struktur birokrasi, posisi ini menjadi tulang punggung yang memastikan setiap kebijakan berjalan efektif. Tanpa mereka, visi pimpinan berisiko berhenti di atas kertas.
Oleh karena itu, ia menantang para pejabat tersebut untuk bekerja tidak hanya dengan loyalitas, tetapi juga dengan kecerdasan, kepekaan sosial, dan kemampuan komunikasi yang matang.
“Komunikasi tetap menjadi kunci utama dalam konteks birokrasi hari ini. Komunikasi yang terbuka, jujur, dan berorientasi pada solusi akan mempercepat koordinasi dan menghindarkan dari salah tafsir,” ujar Sri Paduka.
Lebih jauh, Sri Paduka menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat birokrasi modern. Menurutnya, birokrasi yang maju bukanlah yang bebas dari masalah, melainkan yang mampu menyelesaikan persoalan secara kolektif.
Ia mengajak seluruh pejabat untuk mengedepankan dialog produktif, sikap saling menghargai, dan orientasi pada kemajuan bersama.
“Birokrasi kita akan kuat bukan karena tanpa tantangan, tapi karena kita mampu menaklukkan tantangan itu bersama. Melalui komunikasi yang jujur dan kerja sama lintas bidang, kita akan menciptakan sistem pemerintahan yang responsif dan adaptif terhadap perubahan zaman,” katanya.
Sinergi Lintas Generasi
Sri Paduka juga menyoroti pentingnya sinergi lintas generasi dalam tubuh birokrasi. Menurutnya, energi, gagasan, dan semangat perubahan dari generasi muda harus berpadu dengan kebijaksanaan dan pengalaman dari para senior.
“Yang muda datang dengan semangat dan ide-ide baru, sementara yang senior membawa intuisi dan kedalaman pengalaman. Yang muda perlu belajar menghargai proses, dan yang tua harus memberi ruang bagi pandangan baru,” tutur Sri Paduka.
Ia mengingatkan, birokrasi akan kehilangan dinamikanya ketika generasi muda merasa dibatasi, dan generasi tua menutup telinga terhadap pembaruan.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pejabat untuk membangun budaya komunikasi yang konstruktif dan dewasa.
“Jangan defensif terhadap pertanyaan atau masukan. Jadilah birokrat yang terbuka terhadap ide, kritik, dan inovasi. Ingat, perbedaan pandangan adalah aset sosial yang memperkaya perspektif dan memperkuat solusi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Sri Paduka menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik.
Ia berpesan agar setiap pejabat menanamkan integritas, loyalitas, dan semangat kolaboratif dalam setiap langkah pengabdian.
“Saya ucapkan selamat bekerja dan mengabdi. Jalankan amanah ini berbekal integritas dan semangat kolaboratif, demi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemajuan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta,” pungkasnya. (ef linangkung)