
KABARJAWA– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merayakan Hari Kartini pada Senin (21/4/2025). Mereka menggelar kontes peragaan busana adat Jawa yang meriah dan penuh semangat di Bangsal Sewoko Projo.
Acara ini diikuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, para kepala OPD, BUMD, camat hingga panewu se-Kabupaten Gunungkidul.
Acara Hari Kartini di Gunungkidul
Para peserta tampil percaya diri di atas panggung dengan mengenakan pakaian adat Jawa gaya Yogyakarta (gagrak Ngayogyakarta).
Mereka memperagakan busana tradisional lengkap dengan sanggul, selendang, beskap, serta aksesori khas lainnya, menyuguhkan keanggunan budaya yang membanggakan. Penampilan para pejabat mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan tamu undangan.
Tak sekadar hiburan, acara ini juga sarat nilai edukatif dan penghormatan terhadap peran perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Gunungkidul memberikan penghargaan kepada perempuan inspiratif yang telah berjasa dalam pembangunan daerah.
Salah satu penerima penghargaan ialah Badingah, mantan Bupati Gunungkidul periode 2011–2020 yang berkontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan juga diberikan kepada seorang atlet difabel perempuan asal Gunungkidul yang telah menorehkan prestasi nasional dan membawa nama harum daerah.
Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas perjuangan dan dedikasi perempuan di berbagai bidang.
Semangat Kartini di Masa Kini
Dalam sambutannya, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya menanamkan semangat Kartini kepada perempuan masa kini.
Ia mendorong agar para perempuan di Gunungkidul tidak takut bermimpi besar dan terus mengembangkan potensi mereka di tengah tantangan zaman modern.
“Perempuan masa kini harus mampu memanfaatkan teknologi dan pendidikan untuk berkontribusi lebih luas. Kita butuh Kartini-Kartini baru yang berani mengambil peran strategis dalam pembangunan,” ujarnya.
Endah berharap peringatan ini dapat menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus melangkah maju, berdaya saing, dan menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semangat Kartini adalah semangat untuk maju, mandiri, dan memberi makna. Kita harus warisi semangat itu dan buktikan bahwa perempuan Gunungkidul punya peran besar dalam kemajuan daerah,” tegasnya.
Acara pun berakhir dengan kejutan yang memikat. Bupati Gunungkidul bersama Kapolres, Kepala Pengadilan Negeri, Komandan Kodim, dan jajaran Forkopimda lainnya ikut serta dalam flashmob tari tradisional bersama para penari.
Mereka bergerak kompak mengikuti irama gamelan yang mengalun dinamis. Hal ini menambah semarak suasana dan menunjukkan kebersamaan antara pemimpin serta masyarakat dalam melestarikan budaya.
Momen ini pun menjadi simbol kuat bahwa semangat Kartini tidak hanya menjadi peringatan. Namun, semangatnya juga terwujud secara nyata dalam gerak dan tindakan. (ef linangkung)