
KabarJawa.com– Suasana Gedung Serbaguna Siyono, Kapanewon Playen, menjadi meriah pada Sabtu (22/11/2025) ketika Festival Gobag Sodor 2025 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto.
Festival tahunan sebagai bentuk pelestarian budaya ini mempertemukan 18 kapanewon se-Gunungkidul untuk berkompetisi dalam permainan tradisional yang kembali digemari.
Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Gunungkidul di bawah kepemimpinan Heri Nugroho menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan melibatkan kelompok-kelompok berisi lima peserta.
Para peserta berasal dari Paguyuban PKK di setiap kapanewon, sehingga suasana kompetisi berlangsung meriah dan akrab.
KORMI Bangkitkan Kembali Permainan Tradisional
Ketua KORMI Gunungkidul, Heri Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya terus menghidupkan kembali permainan tradisional yang pernah populer di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Gobag Sodor dipilih setelah KORMI mengidentifikasi sejumlah permainan tradisional yang dahulu banyak dimainkan.
“Setelah KORMI dibentuk, kami mengidentifikasi permainan tradisional yang dulu populer, dan akhirnya kami menetapkan Gobag Sodor sebagai pilihan. Tahun lalu kami menggelar lomba Gobag Sodor tingkat SLTA dengan sukses. Tahun ini kami naikkan menjadi kompetisi tingkat kapanewon se-Gunungkidul,” ujar Heri.
Festival yang berlangsung dari pagi hingga sore itu menobatkan Kapanewon Ngawen sebagai juara utama. KORMI berharap capaian tahun ini membuka peluang penyelenggaraan kompetisi serupa dalam skala lebih besar, bahkan hingga tingkat provinsi DIY pada tahun mendatang.
Wabup Joko Parwoto Puji Semangat Ibu-Ibu PKK
Wakil Bupati Joko Parwoto hadir dan memberikan sambutan yang memantik semangat peserta. Ia menegaskan bahwa festival ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperkuat solidaritas sosial antarwilayah di Gunungkidul.
“Gobag Sodor merupakan warisan budaya yang kini kembali hidup dan menjadi ajang silaturahmi antar Ibu-ibu PKK di seluruh Gunungkidul. Ini membuktikan bahwa Ibu-ibu PKK tidak hanya piawai mengurus rumah tangga dan pemberdayaan, tetapi juga tangguh, sportif, dan bersemangat dalam berolahraga,” ujar Joko.
Ia memberikan selamat kepada para juara dan menyampaikan pesan kepada peserta yang belum berhasil meraih podium.
“Selamat kepada para pemenang. Semoga prestasi ini semakin menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga tradisional. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Esensi utama festival ini adalah kebugaran, kegembiraan, dan kebersamaan, bukan semata kemenangan,” tambahnya.
Setelah rangkaian pertandingan dan seremoni apresiasi selesai, Joko Parwoto menutup festival secara resmi. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga bagian dari keseharian.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, Festival Gobag Sodor antar PKK Kapanewon se-Gunungkidul Tahun 2025 secara resmi saya tutup. Mari terus jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup kita,” ungkapnya.
Penutupan festival berlangsung hangat. Para peserta saling berfoto, berdiskusi, dan merencanakan keikutsertaan pada kompetisi berikutnya. Suasana penuh tawa dan sorak menandai bahwa Gobag Sodor tetap menjadi simbol budaya yang hidup di tengah masyarakat Gunungkidul.
Festival ini juga menjadi bukti bahwa permainan tradisional mampu menyatukan masyarakat lintas generasi. Dengan antusiasme yang terus tumbuh, Gobag Sodor diperkirakan kembali menjadi ikon olahraga rekreasi di Bumi Handayani.