Usai Banyak Keluhan Wisatawan tentang Asap Sate, Satpol PP Tertibkan Pedagang Kaki Lima Malioboro

Bagikan :
Pedagang Kaki Lima Malioboro/Foto: Pemkot Yogyakarta

KabarJawa.com– Meski ramai pengunjung, udara terasa berat karena aroma sate yang menyengat dari pedagang kaki lima (PKL) yang masih ngeyel berjualan di Malioboro. Aroma sate, yang semula menggugah selera, kini memicu keluhan wisatawan.

Petugas Satpol PP Kota Yogyakarta bergerak cepat menertibkan para pedagang. Selasa (30/12/2025) sore, operasi penertiban berlangsung mulai dari ujung jalan Malioboro hingga kawasan Nol Kilometer, termasuk sirip-sirip jalan Malioboro.

Fokus Penertiban Pedagang Kaki Lima Malioboro

Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Kasidalops) Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas, menjelaskan bahwa penertiban kali ini memang fokus pada pedagang sate yang menimbulkan banyak aduan, meski operasi tetap menyasar semua PKL yang melanggar aturan.

“Penertibannya sebenarnya bukan hanya sate, tapi memang banyak aduan terkait masalah sate. Namun, kami menertibkan seluruh pedagang yang berjualan di kawasan Malioboro,” ujar Yudho saat dihubungi.

Menurut Yudho, keluhan wisatawan bukan hanya soal asap. Pedagang yang berjualan di trotoar dan perbatasan jalan itu kerap meninggalkan sampah, bungkus bumbu, dan arang panggangan di lokasi setelah mereka kabur saat petugas mendekat.

Baca juga  Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Minta Penjual Pupuk Turunkan Harga, Bakal Perketat Pengawasan

“Bekas-bekas bumbu sate dan arang panggangannya ditinggal begitu saja. Mereka memang kerap kucing-kucingan dengan petugas,” imbuh Yudho.

Petugas menemukan bahwa para pedagang sate mangkal di beberapa simpang jalan Malioboro, seperti simpang Dagen, Suryatmajan, hingga Ngejaman.

Mereka menjual dagangannya di perbatasan jalan dan sirip-sirip trotoar agar tidak mudah tertangkap. Namun, perilaku ini justru menimbulkan gangguan kebersihan dan kenyamanan wisatawan.

Hasil Operasi Penertiban

Dalam operasi kali ini, Satpol PP mengamankan 24 pedagang yang melanggar aturan. Dari jumlah tersebut, 14 pedagang merupakan penjual sate, sebagian besar berasal dari luar Jogja bahkan luar DIY.

“Dari ujung Teteg sampai Senopati, kami menertibkan 24 PKL. Ada yang dari Jogja, tapi sebagian besar memang luar,” jelas Yudho.

Petugas tidak hanya menertibkan, tetapi juga menyita sarana berjualan para pedagang. Barang yang pedagang tinggalkan akan menjadi jalan untuk mendata identitas mereka.

Selanjutnya, pedagang harus datang ke Mako Satpol PP untuk mengambil kembali barang-barang mereka dengan membuat surat pernyataan tidak mengulangi pelanggaran.

Baca juga  Air PDAM Hanya Mengalir Dua Minggu Sekali, Warga Temuireng Panggang Gunungkidul Bertahan dengan Tampungan 

“Barang yang kami amankan selain sate, seperti cilok atau minuman kemasan, juga kami data. Para pedagang harus membuat surat pernyataan sebelum mengambil barangnya. Jika tidak, barang tersebut akan diserahkan ke bidang aset Pemkot Yogyakarta,” terang Yudho.

Barang-barang yang mudah busuk, terutama bahan makanan, akan petugas musnahkan segera. Sementara itu, sarana dan prasarana dagang akan dikelola bidang aset, bisa dimusnahkan atau dilelang sesuai kebijakan.

“Kadang pedagang tidak mengambil barangnya karena takut. Tetapi tetap kami tertibkan. Barang yang mudah busuk langsung dibuang, yang lain diserahkan ke aset,” tambah Yudho.

Operasi penertiban ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Yogyakarta menjaga kenyamanan Malioboro sebagai kawasan wisata. Tidak lagi hanya aroma sate yang menguar, tetapi Malioboro kini berupaya bebas asap rokok maupun gangguan kebersihan.

Wisatawan bisa menikmati suasana jalan ikonik ini tanpa terganggu bau atau sampah yang berserakan, menjadikan Malioboro lebih bersih, tertib, dan nyaman. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya