Air PDAM Hanya Mengalir Dua Minggu Sekali, Warga Temuireng Panggang Gunungkidul Bertahan dengan Tampungan 

Bagikan :
Air PDAM Temuireng/Istimewa

KabarJawa.com— Warga Dusun Temuireng 1 dan Temuireng 2, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, harus menerima kenyataan bahwa aliran air dari PDAM Tirta Handayani tidak datang setiap hari. Air hanya mengalir sekitar dua minggu sekali, itupun dengan durasi yang tidak menentu.

Di tengah kondisi itu, warga tetap bertahan dengan cara mereka sendiri. Mereka membangun tampungan air di setiap rumah, berharap setiap tetes yang datang bisa bertahan hingga dua pekan lebih.

Air PDAM Temuireng

Yanto, warga Temuireng 1, menggambarkan kondisi yang telah berlangsung bertahun-tahun itu dengan nada pasrah. Ia menyebut aliran air PDAM tidak memiliki pola tetap.

“Biasanya dua minggu sekali, tapi kadang juga tidak pasti. Ada yang 24 jam, ada juga yang hanya 12 jam,” ujarnya.

Kondisi serupa dirasakan hampir seluruh warga di dua dusun tersebut. Meski secara administrasi sudah terhubung jaringan PDAM, kenyataannya air tidak mengalir seperti yang diharapkan.

Dari total 12 RT yang ada di Temuireng 1 dan Temuireng 2, hanya dua RT yang mengalami kondisi paling berat, yakni RT 1 Temuireng 1 dan RT 4 Temuireng 2. Di wilayah lain, meski tetap tidak ideal, aliran air masih relatif lebih stabil.

Baca juga  Kebakaran Tiga Gerbong Kereta di Stasiun Tugu Jogja, Penyebab Masih Diselidiki

Warga tidak tinggal diam menghadapi keterbatasan itu. Hampir setiap rumah kini memiliki tampungan air dengan kapasitas sekitar 10.000 liter. Infrastruktur sederhana itu menjadi penyangga utama kehidupan sehari-hari.

Satu tangki tampungan tersebut biasanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga selama 15 hingga 25 hari, tergantung jumlah anggota keluarga dan pola penggunaan air.

Namun, kondisi itu tidak sepenuhnya menjamin keamanan air rumah tangga. Warga tetap harus menghemat, membagi penggunaan secara ketat, dan menyesuaikan aktivitas harian dengan ketersediaan air.

“Kalau tidak hemat, bisa habis sebelum air PDAM datang lagi,” ungkap seorang warga lainnya di Temuireng.

Secara geografis, Temuireng 1 dan Temuireng 2 berada di wilayah yang cukup jauh dari sumber distribusi utama. Kondisi ini membuat tekanan air menjadi tidak stabil dan distribusi tidak merata.

Pihak PDAM menyebut bahwa wilayah Panggang memang menjadi salah satu titik paling sulit dalam jaringan layanan. Selain jarak, faktor kapasitas produksi air juga menjadi persoalan utama.

Dalam komunikasi internal yang terungkap, pihak manajemen PDAM menyebut bahwa kendala utama bukan sekadar jaringan, melainkan keterbatasan debit produksi air.

Baca juga  Peringatan Bupati Gunungkidul: Cabut Bantuan Sosial jika Warga Miskin Masih Merokok

“Memang ada wilayah yang hanya bisa mengalir dua minggu sekali. Kendalanya karena kekurangan debit produksi,” ujar Direktur Umum Sulistyo Ariwibowo.

Rencana Besar yang Tertahan Biaya

PDAM sebenarnya telah merancang solusi jangka panjang melalui pengembangan sistem IKK Tanjungsari. Proyek ini akan memperkuat suplai air untuk wilayah-wilayah yang selama ini kekurangan, termasuk Panggang.

Namun rencana tersebut masih jauh dari realisasi. Biaya pembangunan yang mencapai sekitar Rp125 miliar menjadi hambatan besar.

“Pemda tidak punya uang, apalagi PDAM tidak mampu investasi sebesar itu,” ungkap Sulistyo Ariwibowo dalam keterangannya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa persoalan air di Panggang bukan sekadar teknis, tetapi juga menyangkut kemampuan fiskal daerah.

Di lapangan, warga terus menunggu kepastian yang tak kunjung datang. Mereka tidak menuntut kemewahan, hanya aliran air yang stabil setiap hari agar kehidupan bisa berjalan lebih ringan.

Sebagian warga bahkan mengaku sudah terbiasa dengan pola dua minggu sekali, meski tetap berharap ada perbaikan sistem distribusi.

“Harapannya ya bisa ngalir setiap hari,” kata Yanto singkat, seolah merangkum seluruh keluhan yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun.

Baca juga  Berada di Muara Sungai Progo, Ini Deretan Keunggulan Jembatan Kabanaran yang Baru Diresmikan Presiden Prabowo

Kisah Temuireng 1 dan Temuireng 2 memperlihatkan jurang antara sistem pelayanan publik dan realitas di lapangan. Jaringan PDAM sudah masuk, tetapi distribusi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dasar warga.

Di sisi lain, PDAM mengakui bahwa program perbaikan sebenarnya sudah banyak dirancang, namun terbentur keterbatasan anggaran.

“Rencana program sudah banyak, tapi belum ada dananya,” begitu penjelasan internal yang disampaikan pihak PDAM. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid