
KABARJAWA– TNI Angkatan Darat terus mempertegas komitmen menjaga persatuan bangsa dengan mengembangkan program Kampung Pancasila.
Korem 072/Pamungkas Yogyakarta menggelar Pembinaan Falsafah Hidup Berbangsa dan Bernegara TA 2025 di Ruang Katamso Makorem 072/Pamungkas, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Rabu (20/8/2025).
Kegiatan yang mengusung tema Membangun Karakter Bangsa di Era Globalisasi Melalui Pembinaan Falsafah Hidup Pancasila Guna Mendukung Program Asta Cita Pemerintah ini diikuti Pasiter, Danramil, serta Babinsa jajaran Korem 072/Pamungkas.
Kasiter Kasrem 072/Pamungkas, Kolonel Kav Tri Sugiarto, membacakan sambutan Danrem 072/Pamungkas dengan penuh penekanan.
Ia menegaskan bahwa Indonesia lahir sebagai bangsa majemuk dengan lebih dari 1.300 suku, ratusan bahasa daerah, serta enam agama resmi yang hidup berdampingan.
Kekayaan keberagaman itu, menurutnya, menjadi perekat sekaligus potensi kerentanan jika tidak dikelola dengan bijak.
“Untuk menyatukan kemajemukan tersebut, Pancasila hadir sebagai fondasi ideologis yang merangkul seluruh perbedaan dan mengarahkannya pada tujuan bersama. Namun, di era globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, nilai-nilai luhur Pancasila semakin terancam. Oleh karena itu, pembinaan falsafah hidup bangsa menjadi sangat penting,” tegas Kolonel Tri Sugiarto.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi yang begitu cepat seringkali menyeret masyarakat ke dalam arus budaya instan, individualisme, bahkan paham transnasional. Di titik inilah, Pancasila harus hadir sebagai penuntun dan pelindung moral bangsa.
Melalui program Kampung Pancasila, TNI AD berupaya membumikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Program ini melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari aspek sosial, budaya, ekonomi, hingga penguatan pertahanan dan keamanan lingkungan.
“Pembinaan falsafah hidup bangsa juga merupakan bagian dari pembinaan kondisi sosial yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Melalui kegiatan ini, kita ingin melahirkan karakter bangsa yang kuat, berlandaskan nilai Pancasila, serta tangguh menghadapi dinamika global,” jelasnya.
Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa mempertahankan Pancasila bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.
TNI AD menegaskan tekad untuk terus hadir di tengah masyarakat, membina sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.
Program Kampung Pancasila akan menjadi benteng sosial yang mampu melahirkan masyarakat berkarakter, religius, nasionalis, sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, seluruh masyarakat semakin sadar, memahami, serta berkomitmen mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa,” pungkas Kolonel Tri Sugiarto. (ef linangkung)