
KabarJawa.com– Insiden kebocoran gas amonia di sebuah pabrik es kristal di wilayah Purwomartani, Kalasan, Sleman, Jumat (8/5/2026) malam, memicu kepanikan warga sekitar.
Bau menyengat yang muncul dari area pabrik membuat masyarakat khawatir terhadap dampak gas berbahaya tersebut terhadap kesehatan dan keselamatan lingkungan.
Situasi mencekam itu langsung mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Tim Gegana Brimob Polda DIY segera turun tangan.
Mereka melakukan pemeriksaan intensif di lokasi kejadian guna memastikan sumber kebocoran sekaligus mencegah risiko yang lebih besar.
Hingga Sabtu (9/5/2026), proses penanganan masih terus berlangsung. Petugas terlihat melakukan pengecekan menyeluruh di area pabrik sambil memantau kondisi udara di sekitar lokasi.
Penanganan Kebocoran Gas Pabrik Es Kristal
Wakil Komandan Detasemen Gegana Brimob DIY, Kompol Edi Efiyanto, menjelaskan pihaknya menerjunkan dua tim khusus dalam operasi penanganan tersebut.
Kedua tim bekerja secara bergantian dalam dua sesi pemeriksaan demi memastikan proses identifikasi berjalan maksimal.
“Ini penanganan kebocoran gas, cuma untuk kebocoran gasnya jenis apa baru kita teliti, baru kita tangani,” ujar Edi di lokasi pabrik es kristal, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Edi, timnya belum dapat memastikan secara rinci jenis gas yang bocor maupun titik pasti sumber kebocoran.
Namun, indikasi kuat mengarah pada kebocoran gas amonia yang biasa digunakan dalam sistem pendingin industri pabrik es.
Petugas masih melakukan observasi dan pengukuran untuk mengetahui tingkat bahaya gas tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.
Dalam proses penanganan ini, Tim Gegana Brimob DIY juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) guna memastikan dampak kebocoran terhadap lingkungan sekitar.
Edi menegaskan koordinasi lintas instansi sangat penting karena penanganan kebocoran gas industri membutuhkan prosedur khusus dan pengawasan ketat.
“Kemudian kita juga sudah koordinasi dengan DLHK, kemudian nanti hasilnya seperti apa nanti akan kita koordinasikan. Yang jelas kita belum tahu pasti ini jenisnya apa, tapi yang jelas ada kebocoran gas,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan paparan gas terhadap warga maupun pencemaran lingkungan di sekitar kawasan pabrik.
Proses Pemeriksaan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi kejadian. Aparat belum dapat memastikan dari mana titik kebocoran berasal maupun berapa lama proses penanganan akan berlangsung.
Edi menyebut timnya masih fokus pada tahap awal penanganan agar kondisi benar-benar aman sebelum dilakukan analisis lebih lanjut.
“Baru kita tangani, jadi saya belum bisa menyimpulkan dari mananya, baru kita tangani,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi gas di lokasi masih terus dipantau secara berkala. Karena itu, petugas belum dapat memperkirakan durasi penanganan.
“Kita nunggu perkembangan gasnya ini ya seperti apa. Kan kita nggak bisa memastikan banyaknya seperti apa kan. Jadi nanti kita tunggu, kita tidak bisa memastikan berapa jam, berapa hari, kita belum bisa memastikan,” lanjut Edi.
Sebagai langkah antisipasi, aparat memutuskan menghentikan seluruh operasional pabrik es kristal tersebut untuk sementara waktu. Keputusan itu bertujuan demi menjaga keselamatan pekerja maupun masyarakat sekitar.
Petugas memastikan aktivitas produksi tidak boleh berjalan sebelum area benar-benar steril dan aman dari paparan gas.
“Kita sampaikan setelah bersih baru beroperasional kembali, yang jelas ini harus dihentikan dulu ya, untuk keselamatan semua,” tegas Edi.
Meski begitu, kondisi di sekitar lokasi mulai berangsur kondusif. Warga yang sebelumnya sempat mengungsi kini boleh kembali ke rumah masing-masing dengan tetap memperhatikan jarak aman dari area pabrik.
“Kalau warga sekitar insyaallah sudah bisa kembali ke rumah, tetapi dengan radius paling nggak ya 50 meter lah, jangan terlalu dekat,” ujarnya.
Kebocoran gas amonia sangat berbahaya apabila terhirup dalam jumlah besar. Gas tersebut dapat menimbulkan iritasi pada mata, gangguan pernapasan, hingga risiko keracunan apabila paparan terjadi dalam waktu lama.
Tidak heran jika insiden di pabrik es kristal Purwomartani ini sempat membuat warga panik. Bau menyengat yang menyebar di sekitar permukiman memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan dampak kesehatan.
Petugas gabungan pun bergerak cepat melakukan pengamanan area, mengatur radius aman, serta mengimbau warga untuk sementara menjauh dari lokasi pabrik selama proses pemeriksaan berlangsung. (ef linangkung)