DIY Terima Hibah Aset Rampasan KPK Senilai Rp11 Miliar, Termasuk Enam Bidang Tanah dan Tiga Jet Ski Jadi Aset Rakyat

Bagikan :
KGPAA Paku Alam X menerima hibah aset rampasan senilai Rp11,1 miliar dari KPK RI, berupa tanah, bangunan, dan kendaraan air untuk kepentingan masyarakat. (Ist)

KabarJawa.com — Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) resmi menerima hibah aset rampasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia senilai Rp11,1 miliar. Aset tersebut meliputi enam bidang tanah dan bangunan serta tiga unit kendaraan air jenis jet ski.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Direktur Pelacakan Aset, Barang Bukti, dan Eksekusi KPK RI Mungki Hadipratikto kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.

Momentum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk mengubah hasil kejahatan menjadi manfaat publik.

Sri Paduka Paku Alam X menyampaikan bahwa hibah ini memiliki makna moral dan sosial yang besar bagi Pemerintah Daerah. Ia menegaskan bahwa aset tersebut akan dikelola secara transparan dan akuntabel untuk kepentingan masyarakat.

“Aset yang dulunya menjadi jejak pelanggaran hukum, kini bertransformasi menjadi sumber manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Aset untuk Pemerintahan dan Kemanusiaan

Pemda DIY berencana memanfaatkan tanah dan bangunan rampasan untuk kegiatan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, tiga unit jet ski akan digunakan untuk memperkuat armada penyelamatan Satlinmas Rescue Istimewa, khususnya di kawasan pantai selatan yang rawan gelombang tinggi.

Baca juga  Jambore Sosial PSKS DIY 2025: Pemda DIY Tegaskan PSKS Bukan Sekadar Pelengkap Sistem

“Kami memastikan bahwa setiap aset yang diterima akan dicatat, dimanfaatkan, dan dirawat dengan penuh tanggung jawab. Semua akan kami gunakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas,” tegas Sri Paduka.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset negara di tingkat daerah.

KPK Pastikan Pemanfaatan Aset Sesuai Aturan

Direktur Pelacakan Aset, Barang Bukti, dan Eksekusi KPK RI, Mungki Hadipratikto, menjelaskan bahwa hibah ini merupakan bagian dari mekanisme penyelesaian barang rampasan negara berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 145 Tahun 2021.

“Untuk Provinsi Yogyakarta, ini adalah hibah kedua. KPK terus memastikan bahwa setiap barang rampasan negara dapat kembali kepada masyarakat melalui lembaga yang kredibel,” ujarnya.

Mungki mengungkapkan bahwa aset yang dihibahkan berasal dari tiga kasus korupsi besar, masing-masing atas nama Jarod Subana, Heru Sukamto, dan Mustafa Kamal Pasa, mantan Bupati Mojokerto. Seluruh aset telah melalui proses hukum dan ditetapkan sah sebagai barang rampasan negara.

Baca juga  Tiga Kepala Daerah di Jawa Timur Terjaring OTT KPK, Gubernur Khofifah Tekankan Integritas Pemerintahan

KPK, kata Mungki, melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap pemanfaatan aset hibah tersebut, termasuk pencatatannya dalam daftar barang milik daerah (BMD).

“Jika ada penyalahgunaan atau aset tidak digunakan sesuai peruntukan, maka hibah dapat dicabut dengan persetujuan Menteri Keuangan. Prinsipnya, aset negara harus selalu digunakan untuk kepentingan publik,” tegasnya.

Rincian Aset Hibah

Aset rampasan yang diserahkan KPK kepada Pemda DIY memiliki nilai strategis dan meliputi:

  • Tanah seluas 235 m² di Sleman
  • Tanah seluas 124 m² dengan SHGB No. 192/Pandowoharjo dan rumah seluas 29 m²
  • Tanah seluas 739 m² di Sleman
  • Tanah seluas 1.323 m² beserta rumah seluas 238 m² di Sleman
  • Tiga unit jet ski merk Sea Doo GTS 130 warna putih-merah dengan nomor seri M7630265, M7630395, dan M7724382

Total nilai seluruh aset tersebut mencapai Rp11,1 miliar dan akan segera dimasukkan dalam sistem aset daerah.

Aset Korupsi Jadi Aset Publik

Penyerahan hibah ini menandai wujud kolaborasi antarlembaga dalam memperkuat budaya integritas di birokrasi. KPK tak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah untuk memastikan hasil pemberantasan korupsi dapat kembali ke masyarakat.

Baca juga  KPK Geledah Kantor KONI Jatim Terkait Dana Hibah Pokmas, Ini Fakta Lengkapnya

“Sinergi antara KPK dan Pemerintah Daerah DIY ini merupakan bentuk nyata reformasi tata kelola pemerintahan. Kami ingin memastikan, setiap rupiah hasil rampasan korupsi bisa bertransformasi menjadi manfaat bagi masyarakat,” jelas Mungki.

Langkah ini menjadi simbol bahwa hasil kejahatan tidak lagi menjadi noda sejarah, melainkan berubah menjadi kekuatan pembangunan. Aset yang dulunya lahir dari keserakahan kini menjadi sarana untuk menyelamatkan nyawa dan melayani rakyat.

“Dengan kerja sama yang solid, semoga setiap langkah pemberantasan korupsi semakin membawa manfaat bagi masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tutup Sri Paduka.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid