Tiga Titik Tanah Ambles di Tanjungsari Gunungkidul, Petani Dilanda Cemas usai Hujan Deras

Bagikan :
Tanah Ambles di Tanjungsari Gunungkidul/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Warga Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkatkan kewaspadaan setelah menemukan tiga titik tanah ambles di area pertanian.

Peristiwa ini terjadi usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Tanah ambles itu memiliki kedalaman lebih dari sepuluh meter dan langsung memicu kekhawatiran serius.

Fenomena tanah ambles ini tidak hanya merusak lahan pertanian milik warga, tetapi juga sempat membahayakan keselamatan jiwa.

Warga menyadari ancaman nyata tersebut karena lokasi amblesan berada di tengah ladang dan sawah yang setiap hari mereka akses untuk bekerja.

Tanah Ambles di Tanjungsari Gunungkidul

Warga pertama kali menemukan tanah ambles di Padukuhan Kayubimo, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.

Lubang ambles itu muncul di ladang milik Sugito Pramono, tepat di dekat batas lahan. Tanah di lokasi tersebut tiba-tiba runtuh dan membentuk lubang vertikal dengan kedalaman lebih dari sepuluh meter.

Sugito Pramono mengetahui kejadian itu setelah hujan deras mengguyur wilayah Tanjungsari. Ia langsung memeriksa lahan dan terkejut melihat sebagian tanah amblas tanpa tanda-tanda sebelumnya.

Baca juga  Wabup dan Wakil Ketua MPR RI Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Modern Baitussalam 4 di Gunungkidul

Kejadian ini langsung membuatnya waswas karena lubang tersebut berada di area yang biasa ia lalui saat mengolah ladang.

Tak jauh dari lokasi pertama, tanah ambles kembali muncul di ladang milik Sutino, yang juga menjabat sebagai dukuh setempat. Tanah di ladang tersebut ambles dengan kedalaman yang hampir sama.

Peristiwa ini berubah menjadi insiden menegangkan saat ibu Sutino pergi mencari rumput. Ketika melintasi bagian tengah ladang, tanah yang ia injak tiba-tiba runtuh.

Lubang ambles itu langsung menyeret tubuhnya masuk ke dalam lubang sedalam lebih dari sepuluh meter. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera bergerak cepat memberikan pertolongan.

Mereka berhasil mengevakuasi ibu Sutino dalam kondisi selamat dan tanpa mengalami cedera serius. Peristiwa ini semakin menegaskan bahaya nyata dari fenomena tanah ambles di kawasan pertanian Tanjungsari.

Pasca kejadian, keluarga Sutino langsung menandai area tanah ambles dengan bambu. Mereka juga menanam tanaman pakan ternak di sekitar mulut lubang sebagai penanda visual agar tidak ada warga lain yang melintas dan mengalami kejadian serupa.

Baca juga  Narapidana Lapas Wonosari Terima Remisi HUT RI ke-80, Tujuh Langsung Hirup Udara Bebas

Lubang Ambles Terbesar

Sementara itu, sekitar dua kilometer dari lokasi sebelumnya, warga kembali menemukan tanah ambles di Padukuhan Ngelo, Kapanewon Tanjungsari.

Lubang ini berada di tengah sawah milik Mbah Legi dan memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan dua titik sebelumnya.

Warga awalnya mencurigai adanya keanehan di tengah tanaman padi. Setelah mendekat, mereka menemukan sebuah lubang besar dengan diameter sekitar empat hingga lima meter dan kedalaman lebih dari sepuluh meter.

Akibat kejadian ini, pemilik lahan merasa takut untuk kembali ke sawah. Mereka khawatir terjadi longsoran susulan di sekitar lubang ambles yang dapat membahayakan keselamatan.

Rasa cemas semakin meningkat karena tanaman padi di lahan tersebut sudah mendekati masa panen. Para petani kini berada dalam dilema antara menjaga keselamatan diri atau mempertahankan hasil pertanian.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan peninjauan serta memberikan langkah penanganan agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan dengan aman.

Hingga saat ini, warga Kapanewon Tanjungsari terus meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan untuk menghindari area rawan tanah ambles, terutama setelah hujan deras kembali mengguyur wilayah Gunungkidul. (ef linangkung)

Baca juga  Jadwal Imsakiyah 1 Ramadan 1446 H di Yogyakarta dan Sekitarnya

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya