
KABARJAWA – Langkah kaki para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonosari terasa lebih ringan pagi itu. Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), menjadi saksi kebahagiaan sekaligus harapan baru bagi ratusan warga binaan.
Pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI memberikan remisi umum dan remisi istimewa secara serentak di seluruh Indonesia.
Di halaman Lapas Wonosari, suasana khidmat menyelimuti jalannya upacara. Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, hadir sebagai inspektur upacara.
Ia membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto, yang menegaskan bahwa pemberian remisi bukan sekadar hadiah, melainkan penghargaan atas proses pembinaan yang dijalani warga binaan.
Agus menekankan bahwa remisi hadir sebagai apresiasi nyata terhadap disiplin, dedikasi, dan prestasi para narapidana. Remisi bukan semata-mata hadiah, melainkan bentuk pengakuan atas kesungguhan mereka menjalani pembinaan.
“Harapannya, ini bisa menjadi motivasi untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kabar bahagia bagi tujuh narapidana Lapas Wonosari yang langsung menghirup udara bebas. Senyum lega menghiasi wajah mereka saat pengumuman dibacakan. Rasa haru tak terbendung ketika pintu kebebasan terbuka, bertepatan dengan peringatan 80 tahun Indonesia merdeka.
Remisi di Yogyakarta dan Anak Binaan LPKA
Selain di Wonosari, remisi juga diberikan di Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta. Dari total 229 warga binaan perempuan, 136 orang menerima remisi umum dan 148 orang mendapat remisi dasawarsa. Tiga di antaranya langsung bebas.
Sementara itu, dari 25 anak binaan di LPKA, 12 mendapat remisi, dengan satu anak langsung kembali ke pangkuan keluarga.
Pemerintah memandang pemberian remisi sebagai bagian dari reformasi pemasyarakatan. Agus Andrianto menegaskan bahwa program pembinaan di lapas harus terus berjalan dengan pendekatan yang menyentuh aspek ketahanan pangan, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan UMKM.
Dengan begitu, narapidana tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang produktif.
Tema peringatan kemerdekaan tahun ini, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, mencerminkan refleksi semangat perjuangan sekaligus visi menuju Indonesia Emas.
Pemberian remisi diharapkan menjadi jembatan bagi warga binaan agar kembali ke masyarakat dengan sikap mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi.
“Tidak ada toleransi untuk penyimpangan. Jaga marwah institusi dan jalankan pembinaan dengan hati, keadilan, dan tanggung jawab,” tegas Agus, sembari mengingatkan jajarannya agar menjauhi narkoba dan pungutan liar.
Proses Remisi dan Data Penerima
Plt. Kepala LPKA Yogyakarta, Bowo Sulistyo, menjelaskan bahwa pemberian remisi tidak dilakukan sembarangan. Proses pengusulan melalui verifikasi administratif dan substantif yang ketat.
“Seluruh penerima remisi telah melewati penilaian sesuai regulasi. Kami membina mereka melalui pendekatan edukatif, sosial, dan spiritual agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Data lengkap penerima remisi:
Lapas Kelas IIB Wonosari
- Total warga binaan: 212 orang
- Penerima remisi umum HUT RI ke-80: 144 orang
- Penerima remisi dasawarsa: 151 orang
- Narapidana langsung bebas: 7 orang
Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta
- Total warga binaan: 229 orang
- Penerima remisi umum: 136 orang
- Penerima remisi dasawarsa: 148 orang
- Narapidana langsung bebas: 3 orang
LPKA Kelas II Yogyakarta
- Total anak binaan: 25 orang
- Penerima remisi umum dan PMP: 12 orang
- Anak binaan langsung bebas: 1 orang
Joko menambahkan, pemberian remisi di momentum kemerdekaan menjadi simbol kuat bahwa setiap individu yang bersungguh-sungguh menjalani hukuman berhak atas kesempatan kedua. Harapan itu kini menyala di hati para narapidana yang mendapat pengurangan masa hukuman.
Mereka membawa semangat baru untuk menata hidup, membuktikan bahwa kesalahan masa lalu tidak menjadi akhir segalanya.