Target Jogja Zero Gepeng, Pemkot Yogyakarta Gencar Gelar Razia di Sejumlah Titik

Bagikan :
Razia Gepeng Pemkot Yogyakarta/Foto: Pemkot Yogyakarta

KabarJawa.com– Pemerintah Kota Yogyakarta memperlihatkan keseriusan dalam mewujudkan Jogja Zero Gepeng.

Setelah deklarasi resmi pada 28 September 2025 lalu, Satpol PP bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta bergerak lebih masif menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) di berbagai titik strategis kota.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menegaskan operasi ini menjadi simbol komitmen Pemkot Yogyakarta dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-269 Kota Yogyakarta.

Dengan adanya deklarasi zero gepeng ini, penertiban berjalan lebih masif lagi untuk mewujudkan Jogja Zero Gepeng.

Data Penertiban

Satpol PP mencatat, sejak Januari hingga Agustus 2025 sebelum deklarasi, mereka menertibkan sebanyak 62 gepeng. Mereka terdiri dari pengemis, manusia silver, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Setelah deklarasi Jogja Zero Gepeng pada 28 September hingga 2 Oktober 2025, aparat kembali menertibkan 7 gepeng dan 3 ODGJ. Petugas membawa seluruhnya ke Camp Assessment Dinas Sosial DIY untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Octo menyebut tiga ODGJ terakhir berhasil petugas jangkau berkat laporan masyarakat, masing-masing dari Masjid Kauman Pakualaman, kawasan Notoprajan, dan sekitar Taman Pintar. Pihaknya terus mengandalkan partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi.

Baca juga  Tingkatkan Zakat ASN, Wali Kota Yogyakarta Janjikan Reward untuk Instansi dengan Rata-Rata Pembayaran Tertinggi

Pemkot Yogyakarta menilai sebagian besar gepeng yang terjaring bukan berasal dari wilayah kota. Mereka datang dari daerah lain seperti Jawa Tengah, Cianjur, Sumatera, Pekanbaru, hingga Sleman.

Di dalam kota sendiri, gepeng paling sering ada di Jalan Batikan dalam bentuk manusia gerobak. Sementara itu, pengamen lebih banyak tersebar di persimpangan lampu lalu lintas.

“Kami temukan banyak gepeng menilai Yogya istimewa karena wisatawan ramai, masyarakat ramah, dan dermawan mudah memberi uang. Hal inilah yang membuat mereka terus berdatangan,” ungkap Octo.

Ia menegaskan masyarakat perlu menahan diri untuk tidak memberi uang secara langsung kepada gepeng. Menurutnya, kedermawanan yang tidak tepat sasaran justru memperburuk persoalan.

“Ini menjadi warning bagi masyarakat. Kalau masih memberi di jalan, Yogyakarta akan terus menjadi magnet bagi gepeng,” tandasnya.

Jogja Zero Gepeng Libatkan Banyak Unsur Sosial

Penertiban tidak hanya melibatkan Satpol PP, tetapi juga pekerja sosial profesional, pekerja sosial masyarakat (PSM), Karang Taruna, Tagana, pelopor perdamaian (Pordam), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) se-Kota Yogyakarta.

Baca juga  Pemkot Yogya dan Siloam Hospitals Dorong Deteksi Dini Kanker Lewat Program Selangkah, Ribuan Perempuan Ikuti Skrining Gratis

“Dengan tim dari unsur Dinsosnakertrans, penjangkauan di tingkat kemantren menjadi lebih kuat. Laporan masuk bisa langsung ditangani bersama. Ada yang butuh dibawa ke camp assessment, ada pula yang bisa langsung dikembalikan ke keluarga,” terang Octo.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, menegaskan program Jogja Zero Gepeng dijalankan dengan kombinasi antara pendekatan humanis dan penegakan peraturan daerah.

Gepeng yang terjangkau tidak serta-merta mendapat perlakuan represif, melainkan mendapatkan layanan sosial lebih lanjut.

“Pendekatan humanis dan penegakan perda ini berjalan beriringan. Harapannya, apa yang menjadi misi dapat terwujud dengan baik sehingga Jogja Zero Gepeng benar-benar tercapai,” ujar Maryustion.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Erva Wifata, menambahkan pihaknya akan merujuk gepeng non-warga kota ke Camp Assessment Dinas Sosial DIY. Untuk warga Kota Yogyakarta, ada penelusuran keluarga agar bisa reunifikasi.

“Kalau keluarganya ditemukan, kami kembalikan. Jika tidak ada keluarga atau terlantar, kami rujuk ke UPT Rumah Pelayanan Lanjut Usia Terlantar Budhi Dharma,” jelas Erva.

Baca juga  Kapolri Pimpin Apel Akbar Kokam 2025, Teken MoU Ketahanan Pangan dengan Pemuda Muhammadiyah

Evra melanjutkan Pemkot Yogyakarta menyadari tantangan dalam mewujudkan kota bebas gepeng tidak mudah. Mobilitas antarwilayah membuat gepeng terus berdatangan.

Namun, dengan operasi rutin, koordinasi lintas instansi, dan keterlibatan masyarakat, Pemkot Yogyakarta optimistis target Jogja Zero Gepeng bisa terwujud. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid