
KABARJAWA– Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan kepeduliannya tidak hanya kepada warga, tetapi juga kepada hewan pekerja yang menjadi bagian penting dalam sektor pariwisata.
Melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Pemkot menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi kuda penarik andong yang beroperasi di kawasan wisata Malioboro.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Kuda Penarik Andong
Kegiatan ini terlaksana di sejumlah titik, salah satunya di kawasan Malioboro, Jumat (25/4), dan menargetkan sebanyak 421 ekor kuda.
Pemeriksaan berlangsung secara menyeluruh mulai dari kondisi fisik, paru-paru, hingga pencegahan penyakit kulit seperti jamur.
“Ini sudah memasuki hari ketiga. Hingga hari kedua, sudah 105 kuda dari 40 andong yang kami periksa. Semua mendapatkan pengecekan lengkap dan langsung diberikan pengobatan jika ditemukan masalah, termasuk pemberian obat cacing dan vitamin,” jelas Sri Panggarti, Kepala Bidang Perikanan dan Kesehatan Hewan DPP Kota Yogyakarta.
Hasil Pemeriksaan
Hasil sementara menunjukkan mayoritas kuda dalam kondisi sehat, meski ada beberapa yang mengalami luka ringan pada kaki atau infeksi jamur. Tim medis langsung memberikan salep dan penanganan lanjutan.
Pemeriksaan ini juga menyertakan edukasi kepada para kusir andong mengenai tata laksana pemeliharaan hewan yang baik, mulai dari kebersihan kandang hingga pencegahan penyakit.
Rata-rata usia kuda andong berkisar antara 5 hingga 7 tahun. Umumnya, dua ekor kuda menarik satu andong.
“Kalau kudanya sehat dan andongnya terawat, wisatawan akan merasa lebih nyaman dan aman. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas pariwisata kita,” tambah Sri.
Medik Veteriner Pertama DPP Kota Yogyakarta, Imam Abror, menambahkan bahwa kuda yang sedang hamil mendekati usia 9 bulan tidak boleh bekerja.
Pemeriksaan rutin memakai metode seperti pengecekan pernapasan, kondisi kulit, dan kebugaran umum.
“Vitamin rutin kami berikan, begitu juga obat cacing setiap tiga bulan. Kuda betina yang sedang hamil harus benar-benar dijaga. Kalau ada jamur atau luka, langsung kita tangani di tempat,” ungkap Imam.
Salah satu kusir andong, Budi Purnomo, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Selama 15 tahun beroperasi di Malioboro, ia menyadari pentingnya kesehatan kuda dalam mendukung usaha.
“Kuda yang hamil, kalau sudah masuk 8 bulan, saya berhentikan dulu. Saya juga kasih telur kampung biar sehat. Soalnya kalau cuma di kandang, malah kurang bagus,” katanya.
Dengan kegiatan ini, Pemkot Yogyakarta berharap kesejahteraan hewan andong dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari pelayanan wisata yang berkualitas dan beretika.
Pemeriksaan akan berlanjut hingga seluruh kuda andong di kawasan Malioboro mendapatkan layanan kesehatan yang layak. (ef linangkung)