Skrining Jantung Murid SD di Yogyakarta: Ditemukan 426 Gangguan dari 3057 Anak

Bagikan :
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA – Ribuan anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta menjalani skrining jantung massal sebagai langkah nyata mencegah ancaman penyakit jantung bawaan sejak dini. Sebanyak 3.057 anak dari 104 Sekolah Dasar menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan ini.

Pemeriksaan ini adalah hasil kolaborasi antara Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), RSUP dr. Sardjito, dan 18 puskesmas di wilayah Kota Yogyakarta.

Hasil Skrining Jantung Murid SD di Yogyakarta

Program deteksi dini ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan misi penyelamatan generasi. Inisiasi pemeriksaan berawal di tahun 2018, bergerak tapi pasti.

Program ini menelusuri ruang-ruang kelas demi menemukan gejala tersembunyi yang bisa mengancam masa depan anak-anak.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengungkapkan langsung data mengejutkan.

Dari ribuan anak yang menjalani pemeriksaan, 2.631 anak sehat, tapi 426 anak mengalami gangguan jantung dan segera mendapat rujukan penanganan di RSUP dr. Sardjito.

“Deteksi dini penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung yang didapat sangat penting untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup dan kualitas hidup anak-anak. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam Pergub DIY Nomor 103 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Daerah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Yogyakarta Sehat Lestari,” tegas Wawan.

Baca juga  WJNC 2025 Ditunda, Calon Volunteer Tetap Masuk Daftar Resmi

Ia menegaskan, seminar Pediatric Cardiology Update akan memantik kesadaran publik dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jantung anak di seluruh Indonesia.

Peran Ilmu dan Teknologi dalam Menyelamatkan Nyawa Anak

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan, seminar tersebut mengupas topik luas dan mendalam.

Materinya meliputi hal-hal berikut.

  • Penyakit jantung bawaan maupun yang didapat
  • Manajemen jangka panjang
  • Dampak obesitas dan malnutrisi terhadap kesehatan jantung
  • Peran teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam diagnosis dan penanganan medis

“Dengan teknologi canggih, kita bisa mempercepat deteksi dan memperluas jangkauan pelayanan. Pengetahuan baru ini menjadi senjata kita dalam mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung pada anak,” ujarnya.

Ketua Panitia 13th Pediatric Cardiology Update, Prof. Indah Kartika Murni, memaparkan bahwa 204 peserta mengikuti kegiatan ini, dari Aceh hingga Papua.

Data menunjukkan 68 persen peserta adalah perempuan dan 70 persen merupakan dokter spesialis anak. Sisanya adalah dokter umum, peserta program spesialis dan subspesialis, serta tenaga kesehatan lintas profesi.

Baca juga  Hari Kesehatan Nasional ke-61, Dinas Kesehatan Gunungkidul Gelar Minum Tablet Penambah Darah untuk Cegah Anemia pada Remaja

“Keberagaman latar belakang dan semakin banyaknya partisipasi perempuan menunjukkan semangat luar biasa. Kita semua punya tujuan yang sama: meningkatkan pelayanan dan pengetahuan demi kesehatan jantung anak Indonesia,” ungkap Prof. Indah.

Program skrining jantung massal di Yogyakarta bukan hanya soal angka statistik. Di balik setiap anak yang menjalani pemeriksaan, ada cerita masa depan. Ada senyum kecil yang ingin terus merekah tanpa bayang-bayang penyakit mematikan.

Dengan deteksi dini yang semakin masif, dukungan teknologi, dan sinergi lintas daerah, Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai pelopor gerakan nasional penyelamatan anak dari ancaman penyakit jantung.

Semoga langkah ini menjadi teladan bagi daerah lain, demi generasi emas Indonesia yang sehat, tangguh, dan siap memimpin masa depan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya