Tahun Ini DPUPKP Kulon Progo Rampungkan 82 Septi Tank di Galur, Warga Miskin dan Keluarga Rentan Stunting jadi Prioritas

Bagikan :
Pembangunan Septi Tank di Galur/Foto: Pemkab Kulon Progo

KabarJawa.com– Tahun anggaran 2025 ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulon Progo menuntaskan pembangunan 82 unit tangki septik skala individual di Kapanewon Galur.

Program tersebut menyasar rumah tangga berpenghasilan rendah yang selama ini hidup tanpa akses sanitasi layak.

Kepala DPUPKP Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam melawan masalah klasik sanitasi dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Pembangunan Septi Tank di Galur

Pemerintah ingin memastikan keluarga rentan, terutama yang memiliki balita stunting atau berisiko stunting, mendapatkan akses sanitasi sehat.

“Dengan begitu, kesehatan mereka terjamin, dan kualitas hidup pun meningkat,” ujarnya.

Pekerjaan pembangunan berlangsung di dua kalurahan, yaitu Pandowan dan Banaran. Pemerintah menugaskan dua kelompok swakelola masyarakat, yakni TPS-KSM Maju Bersama dan TPS-KSM Banaran Sehat 25, untuk mengerjakan proyek ini. Metode swakelola tipe IV memberi kesempatan warga terlibat penuh dalam setiap proses pembangunan.

Selama 150 hari kerja, warga bersama pemerintah bahu-membahu menyelesaikan fasilitas vital ini. Kontrak berakhir pada 5 Oktober 2025, menandai selesainya seluruh pekerjaan.

  • Pembangunan bilik kamar mandi
  • Pemasangan kloset
  • Pembangunan bak kontrol/grease trap
  • Pemasangan tangki septik pabrikasi
  • Pembangunan sumur resapan
Baca juga  Transigrak, Wujud Nyata Komitmen Kulon Progo Dukung Pendidikan Inklusif

Setiap detail pekerjaan membawa harapan baru. Di balik dinding bata yang berdiri kokoh, tersimpan cita-cita untuk mengakhiri penderitaan warga yang selama ini harus menanggung beban kesehatan akibat sanitasi buruk.

Pemerintah Ingatkan Warga untuk Rawat Septi Tank

Penerima bantuan bukan sembarang rumah tangga. DPUPKP memprioritaskan keluarga berpenghasilan rendah, rumah tangga tanpa akses sanitasi layak, dan keluarga dengan balita stunting atau berisiko stunting.

Data kesehatan menunjukkan bahwa persoalan sanitasi berkorelasi erat dengan stunting dan penyakit menular. Karena itu, intervensi ini diharapkan bisa menjadi titik balik bagi generasi mendatang.

“Jika sanitasi aman terwujud, maka anak-anak kita tidak lagi rentan penyakit. Mereka bisa tumbuh sehat, belajar lebih giat, dan kelak menjadi generasi Kulon Progo yang tangguh,” tambah Agung.

DPUPKP tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah juga mengedukasi warga agar melakukan penyedotan lumpur tinja secara berkala.

Minimal tiga tahun sekali, septi tank harus disedot agar tetap berfungsi optimal. Langkah sederhana ini diyakini bisa menciptakan akses sanitasi aman berkelanjutan.

Baca juga  Transparansi Pengelolaan Kendaraan Dinas, Pemkab Kulon Progo Luncurkan Inovasi Digital SIKENDI PRO

Imbauan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa sanitasi bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Tanpa perawatan, fasilitas akan rusak dan tujuan besar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat akan gagal tercapai.

Kini, 82 rumah tangga di Galur menyambut babak baru dalam kehidupan mereka. Dari yang semula hidup tanpa jamban sehat, kini mereka bisa merasakan kenyamanan menggunakan fasilitas sanitasi layak. Anak-anak kecil tidak lagi harus menghadapi risiko penyakit dari lingkungan yang tercemar.

Pemerintah Kulon Progo melalui DPUPKP berhasil membuktikan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil bukan hanya wacana.

Melalui pembangunan septi tank, mereka mengubah wajah permukiman dan menyalakan harapan baru bagi masa depan keluarga-keluarga miskin di Galur. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid