Syawalan Bantul 2026: Pesan Persatuan Sri Sultan HB X Menggema, Abdul Halim Muslih Teguhkan Komitmen Bangun Daerah

Bagikan :
Syawalan Bantul 2026/Foto: Pemkab Bantul

KabarJawa.com — Suasana hangat menyelimuti Kabupaten Bantul saat tradisi syawalan berlangsung dengan khidmat.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamengku Buwono X, secara langsung menyampaikan pesan mendalam tentang makna Idul Fitri sebagai momentum pembaruan.

Pesan Sri Sultan HB X dalam Syawalan Bantul 2026

Ia menegaskan bahwa umat Islam telah menuntaskan ibadah Ramadan dengan penuh keimanan dan ketakwaan, serta kini menyambut hari kemenangan dengan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema.

Ia menekankan bahwa Idul Fitri tidak boleh berhenti sebagai perayaan seremonial semata.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sumber inspirasi untuk melahirkan gagasan baru dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Menurutnya, tantangan bangsa yang semakin kompleks menuntut setiap individu untuk melakukan introspeksi diri secara mendalam.

“Setiap anak bangsa harus mampu merajut benang-benang spiritualitas menjadi kekuatan yang mempererat kemanusiaan dan memperkokoh semangat kebangsaan,” ujar Sri Sultan dengan nada tegas namun penuh kebijaksanaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai moral dalam pengabdian, yang telah diwariskan melalui ajaran luhur Serat Piwulang dari Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Baca juga  Gempa Bantul Selasa Siang Rusak Rumah Warga Srihardono, BPBD Lakukan Asesmen dan Pendataan Intensif

Dalam ajaran tersebut, terkandung filosofi bahwa sesama manusia adalah saudara yang terikat oleh tanggung jawab bersama, sehingga harus saling menguatkan dalam setiap langkah pengabdian.

Pesan moral itu, lanjutnya, menuntut setiap pemangku amanah untuk menjaga kepercayaan dengan ketulusan, integritas, dan kejernihan hati.

Ia mengajak seluruh hadirin untuk terus menumbuhkan empati dan kepedulian sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Dalam suasana reflektif itu, Hamengku Buwono X juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat Mulat Sarira atau introspeksi diri, sebagai pijakan untuk melangkah lebih baik ke depan.

Ia menutup sambutannya dengan ucapan tulus, mengajak semua pihak saling memaafkan demi mempererat kerukunan.

Sambutan Bupati Bantul

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyambut hangat kehadiran Gubernur dan jajaran Pemerintah Daerah DIY.

Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai kehormatan besar sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana syawalan yang penuh berkah.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Bantul, seraya memohon maaf lahir dan batin.

Baca juga  RMI PWNU DIY Desak KPI dan Dewan Pers Beri Sanksi Tegas atas Tayangan Trans7 yang Lecehkan Pesantren

Tidak hanya itu, ia turut menyampaikan doa dan penghormatan atas hari ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Bupati berharap agar beliau senantiasa dalam kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Daerah Istimewa Yogyakarta menuju kemajuan.

Lebih jauh, Abdul Halim Muslih menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia mengakui masih adanya sektor yang perlu dibenahi, dan menjadikan momentum syawalan sebagai titik awal untuk memperkuat sinergi.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan integritas, pengabdian, serta kualitas pelayanan publik demi mewujudkan Bantul yang maju, kuat, demokratis, dan sejahtera,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Pemerintah Daerah DIY dalam menjalankan program pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai budaya serta kesejahteraan masyarakat.

Acara syawalan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi kolektif yang sarat makna.

Dalam suasana penuh kehangatan, para pemimpin daerah menyatukan visi untuk membangun Bantul dan DIY dengan landasan nilai spiritual, moral, dan budaya. (ef linangkung)

Baca juga  Jadwal Grebeg Syawal 2025 di Jawa Tengah, Tanggal Berapa? Festival dan Jadwal Lengkap

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya