
KabarJawa.com – Di tengah ancaman stok pangan yang kian menipis, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta bergerak cepat. Mereka menanam ratusan bibit pohon kelapa di Hargobinangun Agro Park, Pakem.
Langkah ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari gerakan nasional penanaman 360.000 bibit pohon kelapa serentak di seluruh Indonesia yang digagas jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Cahyo Dewanto, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolis. Mereka bersama-sama menjadi bagian dari gerakan penanaman 360.000 bibit pohon kelapa secara serentak seluruh Indonesia.
Cahyo menekankan bahwa penanaman kelapa memiliki arti strategis. Ia menyebut kelapa sebagai “pohon kehidupan”, karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.
Dari buah, daun, batang, hingga sabutnya, semua menyimpan potensi ekonomi yang bisa menopang kebutuhan masyarakat.
“Menanam kelapa sama artinya dengan menanam harapan. Kita menumbuhkan ketahanan pangan sekaligus melestarikan lingkungan. Ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan mewariskan sumber kehidupan,” tegas Cahyo.
Gerakan itu mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan Bapas Kelas I Yogyakarta.
“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah gerakan nyata yang sarat makna. Penanaman pohon kelapa mencerminkan sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan,” kata Danang.
Wujudkan Asta Cita, Perkuat Ketahanan Pangan
Danang menegaskan bahwa isu pangan tidak pernah selesai, bahkan selalu menjadi persoalan utama dalam perjalanan bangsa.
Ia mengingatkan pesan Presiden pertama RI, Soekarno, yang pernah menyatakan bahwa mati hidupnya bangsa sangat bergantung pada pangan.
“Masalah pangan itu tidak ada habisnya. Pak Karno dulu pernah menyampaikan bahwa mati hidupnya bangsa ini tergantung dengan pangan,” ungkapnya.
Ia berharap, penanaman bibit kelapa ini tidak berhenti di lahan yang digarap hari ini, tetapi terus diperluas dan diwariskan untuk generasi berikutnya.
Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan sumber daya melalui lingkungan. Menanam kelapa tidak hanya bernilai ekologis dan ekonomis, tetapi juga sarat nilai sosial dan edukatif.
Kelapa yang dikenal dengan sebutan pohon seribu guna mampu menjadi solusi jangka panjang atas krisis pangan.
Air kelapa bisa menjadi minuman sehat, buahnya dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, daunnya bisa digunakan untuk kerajinan, hingga batangnya berguna untuk bahan bangunan.