Stok Kian Menipis, Bapas Kelas I Yogyakarta Gencar Menanam Bibit Pohon Kelapa Demi Ketahanan Pangan

Bagikan :
Kegiatan penanaman ratusan bibit kelapa oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta di Hargobinangun Agro Park, Sleman. (Dok Pemkab Sleman)

KabarJawa.com – Di tengah ancaman stok pangan yang kian menipis, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta bergerak cepat. Mereka menanam ratusan bibit pohon kelapa di Hargobinangun Agro Park, Pakem.

Langkah ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari gerakan nasional penanaman 360.000 bibit pohon kelapa serentak di seluruh Indonesia yang digagas jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Cahyo Dewanto, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolis. Mereka bersama-sama menjadi bagian dari gerakan penanaman 360.000 bibit pohon kelapa secara serentak seluruh Indonesia.

Cahyo menekankan bahwa penanaman kelapa memiliki arti strategis. Ia menyebut kelapa sebagai “pohon kehidupan”, karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.

Dari buah, daun, batang, hingga sabutnya, semua menyimpan potensi ekonomi yang bisa menopang kebutuhan masyarakat.

“Menanam kelapa sama artinya dengan menanam harapan. Kita menumbuhkan ketahanan pangan sekaligus melestarikan lingkungan. Ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan mewariskan sumber kehidupan,” tegas Cahyo.

Gerakan itu mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan Bapas Kelas I Yogyakarta.

Baca juga  Jadwal Event Jogja Agustus 2026: Festival Budaya, Konser, hingga Pameran Seni

“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah gerakan nyata yang sarat makna. Penanaman pohon kelapa mencerminkan sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan,” kata Danang.

Wujudkan Asta Cita, Perkuat Ketahanan Pangan

Danang menegaskan bahwa isu pangan tidak pernah selesai, bahkan selalu menjadi persoalan utama dalam perjalanan bangsa.

Ia mengingatkan pesan Presiden pertama RI, Soekarno, yang pernah menyatakan bahwa mati hidupnya bangsa sangat bergantung pada pangan.

“Masalah pangan itu tidak ada habisnya. Pak Karno dulu pernah menyampaikan bahwa mati hidupnya bangsa ini tergantung dengan pangan,” ungkapnya.

Ia berharap, penanaman bibit kelapa ini tidak berhenti di lahan yang digarap hari ini, tetapi terus diperluas dan diwariskan untuk generasi berikutnya.

Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan sumber daya melalui lingkungan. Menanam kelapa tidak hanya bernilai ekologis dan ekonomis, tetapi juga sarat nilai sosial dan edukatif.

Kelapa yang dikenal dengan sebutan pohon seribu guna mampu menjadi solusi jangka panjang atas krisis pangan.

Baca juga  Pemda DIY Gelar Jagongan Kelurahan di Ngalang, Respons atas Gejolak Soal Sultan Ground jadi Sertifikat Pribadi

Air kelapa bisa menjadi minuman sehat, buahnya dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, daunnya bisa digunakan untuk kerajinan, hingga batangnya berguna untuk bahan bangunan.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya