
KabarJawa.com – Hari pertama pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) langsung berlangsung ketat.
Sejak dibuka pada Senin (22/6/2026), sekolah-sekolah negeri favorit dipadati pendaftar melalui jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi.
Data sementara hingga Senin malam menunjukkan persaingan sudah berlangsung sengit. Sejumlah sekolah unggulan bahkan mencatat nilai pendaftar yang langsung melesat tinggi pada hari pertama.
Yang paling mencuri perhatian datang dari SMAN 1 Yogyakarta. Sekolah favorit tersebut mencatat nilai tertinggi sementara sebesar 396,9 pada jalur prestasi.
Angka itu menjadi salah satu yang tertinggi dalam pelaksanaan SPMB DIY 2026 dan menunjukkan tingginya kualitas akademik siswa yang bersaing memperebutkan kursi sekolah negeri unggulan.
Di berbagai grup orang tua dan calon siswa, pergerakan nilai juga menjadi perhatian. Banyak peserta mulai memantau pemeringkatan secara berkala karena posisi mereka dapat berubah dalam hitungan menit seiring masuknya pendaftar baru.
SMAN 1 dan SMAN 3 Yogyakarta Masih Jadi Magnet
Persaingan paling ketat masih terjadi di sejumlah SMA unggulan Kota Yogyakarta.
SMAN 1 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi sementara 396,9 dengan nilai terendah yang masih bertahan dalam kuota mencapai 365,99.
Tak jauh berbeda, SMAN 3 Yogyakarta juga menunjukkan kompetisi yang sangat ketat. Nilai tertinggi pendaftar mencapai 391,31, sedangkan batas bawah sementara berada di angka 371,94.
SMAN 8 Yogyakarta pun tidak kalah ramai. Sekolah tersebut mencatat nilai tertinggi 383,34 dan nilai terendah 361,06.
Sementara itu, SMAN 5 Yogyakarta membukukan nilai tertinggi 357,28 dengan nilai terendah 343,04.
Tingginya angka tersebut memperlihatkan bahwa sekolah negeri unggulan di Kota Yogyakarta masih menjadi tujuan utama lulusan SMP dan MTs dengan prestasi akademik terbaik.
Perbandingan Nilai Sementara SMA Favorit Kota Yogyakarta
| Sekolah | Nilai Tertinggi | Nilai Terendah |
|---|---|---|
| SMAN 1 Yogyakarta | 396,90 | 365,99 |
| SMAN 3 Yogyakarta | 391,31 | 371,94 |
| SMAN 8 Yogyakarta | 383,34 | 361,06 |
| SMAN 5 Yogyakarta | 357,28 | 343,04 |
Persaingan Menjalar ke Kabupaten
Fenomena serupa tidak hanya terjadi di Kota Yogyakarta. Sekolah-sekolah unggulan di kabupaten juga menjadi incaran para pendaftar sejak hari pertama.
Di Gunungkidul, SMAN 1 Wonosari mencatat nilai tertinggi sementara 361,05 dan nilai terendah 306,08 dari kuota 75 kursi yang tersedia.
SMAN 2 Wonosari membukukan nilai tertinggi 337,04 dengan nilai terendah 293,11. Di Bantul, persaingan juga berlangsung ketat.
SMAN 1 Bantul mencatat nilai tertinggi 378,32 dan nilai terendah 337,44. Sedangkan SMAN 2 Bantul memperoleh nilai tertinggi 356,32 dan nilai terendah 320,96.
Kondisi serupa terlihat di Sleman.
SMAN 1 Sleman mencatat nilai tertinggi 360,00 dan nilai terendah 320,00. Sementara SMAN 2 Sleman memiliki nilai tertinggi 344,68 dengan batas bawah sementara 284,56.
Di Kulon Progo, SMAN 1 Wates mencatat nilai tertinggi 353,84 dan nilai terendah 314,96. Sedangkan SMAN 2 Wates memperoleh nilai tertinggi 320,05 dan nilai terendah 291,52.
Dengan waktu pendaftaran yang masih tersisa hingga Selasa (23/6/2026) pukul 16.00 WIB, posisi pemeringkatan diperkirakan masih akan bergerak.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak siswa melakukan perubahan pilihan sekolah pada jam-jam terakhir setelah memantau peluang lolos melalui sistem daring.
SPMB DIY 2026 Menggunakan Formula Seleksi Baru
Tahun ini terdapat perubahan penting dalam mekanisme penerimaan siswa baru.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Suci Rohmadi, mengatakan seleksi kini menggunakan nilai gabungan sebagai dasar pemeringkatan pada jalur domisili wilayah.
“Esensi utama pelaksanaan SPMB adalah bersih prosesnya, adil hasilnya. Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sistem baru ini menggantikan pola seleksi yang selama ini dikenal masyarakat melalui nilai ASPD.
Komposisi Nilai Gabungan SPMB DIY 2026
Untuk lulusan tahun 2026, nilai seleksi dihitung dari:
- Nilai TKA dan TKAD sebesar 60 persen
- Nilai rapor semester 1 sampai semester 5 sebesar 40 persen
Mata pelajaran yang diperhitungkan meliputi:
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- IPA
- Bahasa Inggris
Menurut Disdikpora DIY, formula tersebut dirancang agar seleksi tidak hanya mengukur kemampuan siswa dalam satu kali ujian, tetapi juga memperhatikan konsistensi prestasi selama menempuh pendidikan di SMP atau MTs.
Sistem Rayon Tetap Dipertahankan
Meski menggunakan nilai gabungan, sistem rayon masih menjadi dasar utama seleksi jalur domisili wilayah.
Suci menjelaskan bahwa rayon berfungsi sebagai pintu masuk awal sebelum dilakukan pemeringkatan menggunakan nilai gabungan apabila jumlah pendaftar melebihi kapasitas sekolah.
“Pembagian domisili berdasar rayon tetap menjadi pintu gerbang penentu seleksi. Ketika jumlah pendaftar melebihi daya tampung, penyaringan dilakukan dengan nilai gabungan,” katanya.
Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi praktik perpindahan alamat atau manipulasi data domisili yang kerap menjadi sorotan menjelang penerimaan siswa baru.
Jalur Afirmasi Diperketat
Selain perubahan sistem seleksi, pemerintah juga memperketat verifikasi jalur afirmasi. Pemeriksaan tidak lagi hanya mengandalkan surat keterangan tertentu yang diajukan saat pendaftaran.
Data calon penerima afirmasi kini dicocokkan dengan berbagai basis data pemerintah, termasuk:
- Data kesejahteraan sosial
- Data Kartu Indonesia Pintar (KIP)
- Data Dinas Sosial kabupaten dan kota
- Data Dapodik
“Kami melakukan integrasi data dengan dinsos kabupaten dan kota, data KIP, data kesejahteraan sosial, hingga penyaringan dari Dapodik,” kata Suci.
Persaingan Diperkirakan Makin Ketat
Hingga hari pertama pendaftaran berakhir, sekolah-sekolah unggulan DIY masih menjadi magnet utama bagi siswa berprestasi.
Nilai pendaftar yang sudah menembus angka 396,9 menunjukkan bahwa persaingan tahun ini berlangsung lebih kompetitif dibanding perkiraan banyak pihak.
Dengan masih terbukanya masa pendaftaran, posisi pemeringkatan di sejumlah sekolah favorit diperkirakan masih akan berubah.
Bagi para calon siswa, satu hari terakhir pendaftaran menjadi momen krusial untuk terus memantau peluang masuk sekolah impian mereka.