
KabarJawa.com – Semangat menghadirkan teknologi yang lebih manusiawi mengantarkan Savior Munotyaani, mahasiswi Program Magister Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta, meraih publikasi di jurnal internasional bereputasi Scopus Q1. Penelitian mengenai smart wheelchair atau kursi roda pintar berbasis kontrol suara yang dikembangkannya diterbitkan dalam jurnal Disability and Rehabilitation: Assistive Technology Journal Review melalui artikel berjudul “Design of Smart Wheelchairs Integrated with Voice and Joystick Control, and Obstacle Detection System for Zimbabwe people: a review paper”.
Artikel ilmiah tersebut ditulis bersama sejumlah akademisi, yakni Anugerah Kusumo Pamosoaji S.T. M.T., Ph.D, Prof. Dr.T. Ir. Baju Bawono, S.T., M.T., IPU., Mamayu Hanyuning Bawono, S.T., M.T, Sutrisno S.T., M.Eng, A.Y Novi Misgi Prabowo Adi, S.T., M.Eng., dan Prof. Dr. Ir. Paulus Wisnu Anggoro, S.T., M.T., IPU.
Riset Berangkat dari Kepedulian terhadap Penyandang Disabilitas
Penelitian yang dilakukan Savior berawal dari keprihatinannya terhadap penyandang disabilitas, terutama individu tanpa tangan yang masih mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Menurutnya, banyak kursi roda modern yang beredar saat ini belum sepenuhnya dirancang untuk menjawab kebutuhan kelompok tersebut.
“Banyak penyandang disabilitas tanpa tangan masih bergantung pada orang lain karena kursi roda yang ada umumnya menggunakan joystick atau sistem manual. Dari situ saya ingin menciptakan solusi yang membuat mereka lebih mandiri,” ujarnya dalam wawancara.
Berangkat dari kondisi itu, Savior kemudian mengembangkan konsep smart wheelchair yang dapat dioperasikan menggunakan perintah suara. Sistem tersebut juga dilengkapi teknologi pendeteksi hambatan atau obstacle detection guna meningkatkan keamanan pengguna saat beraktivitas.
Fokus pada Teknologi yang Lebih Inklusif dan Terjangkau
Pengembangan penelitian ini sebenarnya telah dimulai Savior sejak menempuh pendidikan sarjana. Saat melanjutkan studi magister di UAJY, riset tersebut terus diperdalam melalui kajian literatur terhadap berbagai inovasi smart wheelchair yang telah dikembangkan di berbagai negara.
Dari hasil penelusuran tersebut, Savior menemukan bahwa sebagian besar kursi roda pintar yang tersedia di pasaran memang memiliki teknologi canggih, tetapi belum sepenuhnya mendukung mobilitas penyandang disabilitas tanpa tangan.
“Sebagian besar kursi roda pintar di pasaran memang sudah canggih, tetapi kontrol suaranya hanya dipakai untuk mengatur posisi kursi atau mengecek baterai, bukan untuk membantu mobilitas pengguna sehari-hari. Selain itu harganya juga sangat mahal,” jelasnya.
Ia menyebut harga smart wheelchair modern di pasar internasional dapat mencapai 10 ribu hingga 15 ribu dolar Amerika Serikat. Kondisi itu membuat teknologi tersebut sulit dijangkau oleh banyak kalangan.
Karena itu, Savior ingin menghadirkan konsep kursi roda pintar yang tidak hanya inovatif, tetapi juga lebih ekonomis dan dapat diakses lebih luas oleh penyandang disabilitas.
Perjuangan Menembus Jurnal Internasional Bereputasi
Keberhasilan publikasi di jurnal internasional Scopus Q1 tidak diraih dengan proses singkat. Savior mengaku harus bekerja secara intensif selama berbulan-bulan untuk menyelesaikan penelitian sekaligus penulisan artikel ilmiah dalam tenggat waktu yang ketat.
Ia bahkan sering menyelesaikan pekerjaannya hingga dini hari demi memastikan seluruh proses penelitian berjalan maksimal.
Di tengah tekanan tersebut, peran dosen pembimbing menjadi faktor penting dalam perjalanan akademiknya. Savior menuturkan bahwa Prof. Ir. Paulus Wisnu Anggoro, S.T., M.T., IPU tidak hanya mendampingi secara akademik, tetapi juga memberikan motivasi secara personal selama proses penyusunan jurnal.
“Beliau selalu percaya bahwa saya bisa menyelesaikannya. Bahkan beliau mengajarkan cara mencari jurnal Scopus, menyusun review paper, sampai memberi roadmap penelitian. Dukungan itu sangat berarti,” katanya.
Menurut Savior, sosok pembimbingnya dikenal disiplin dan selalu mendorong mahasiswa memiliki target riset yang jelas. Pendampingan intensif yang diberikan membuat proses penulisan jurnal menjadi lebih terarah meski dilakukan dalam tekanan waktu yang tinggi.
Budaya Riset UAJY Dorong Mahasiswa Aktif Publikasi
Program Magister UAJY dinilai berhasil membangun atmosfer akademik yang mendukung mahasiswa untuk aktif menghasilkan publikasi internasional dan penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan budaya riset di lingkungan kampus. Dukungan tersebut tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan inovasi yang memiliki nilai kemanusiaan dan manfaat nyata.
Ke depan, Savior berencana melanjutkan risetnya hingga tahap pengembangan prototipe nyata pada jenjang doktoral. Bersama Prof. Wisnu, ia berharap smart wheelchair yang dikembangkannya dapat benar-benar digunakan masyarakat dan tidak berhenti sebatas penelitian ilmiah.
“Tujuan saya bukan hanya membuat paper, tetapi menciptakan teknologi yang benar-benar membantu penyandang disabilitas untuk hidup lebih mandiri,” tutupnya.