
KABARAJAWA — Semangat pagi yang menggema dari lereng Merapi berubah menjadi kobaran antusiasme luar biasa saat sebanyak 1.250 pelari dari berbagai daerah memadati kawasan Griya Persada Hotel Kaliurang.
Mereka tidak sekadar menaklukkan lintasan, tetapi juga menyatu dengan alam dan semangat sport tourism dalam ajang Merapi Run 2025, sebuah event lari lintas alam tahunan yang berhasil menyulut energi baru bagi dunia pariwisata Sleman Utara.
Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo ikut berlari menyusuri rute yang membelah keindahan lanskap kaki Gunung Merapi. Ia tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, namun juga sebagai peserta aktif yang mendorong langsung pentingnya gaya hidup sehat sekaligus pelestarian wisata olahraga.
Direktur Utama Griya Persada, Sunarko Budiyanto, membuka kegiatan ini dengan penuh optimisme. Ia menyatakan bahwa Merapi Run bukan sekadar lomba lari biasa. Event ini tumbuh menjadi ruang kolaborasi antara pelari, komunitas lokal, dan pelaku pariwisata.
“Kami merancang Merapi Run sebagai mesin penggerak sport tourism dan ajang promosi budaya serta potensi wisata Sleman Utara. Sejak 2019, kegiatan ini menjadi agenda tahunan dan kami akan menggelarnya kembali pada Juli tahun depan,” ujar Sunarko.
Panitia membagi Merapi Run 2025 ke dalam empat kategori, yaitu:
- 3K Family Run – untuk keluarga yang ingin berolahraga sambil menikmati suasana sejuk Kaliurang,
- 5K Fun Trail – bagi pelari pemula yang ingin mencicipi jalur trail ringan,
- 10K Trail Challenge – untuk pelari dengan stamina dan semangat tantangan,
- 21K Half Marathon Trail – ajang adrenalin sejati bagi pelari profesional.
Semangat Hanuman dan Potensi Wisata Sleman
Tepat pukul 04.55 WIB, Brigjen TNI Bambang Sujarwo berdiri tegap di panggung utama. Ia menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya keselamatan dan sportivitas.
“Berlari di lereng Merapi bukan sekadar kompetisi. Ini adalah momentum untuk menyatu dengan alam, membangun kebersamaan, dan menyemai semangat sehat. Saya mengajak seluruh peserta menjaga keselamatan dan menghormati rute yang dilalui. Jangan sekadar mengejar kecepatan, tetapi jaga spirit kebersamaan,” ucapnya.
Usai memberikan sambutan, Danrem secara simbolis melepas pelari kategori 21K pada pukul 05.00 WIB. Setelah itu, ia melepas peserta kategori 10K, 5K, dan 3K secara bertahap hingga pukul 06.00 WIB.
Merapi Run 2025 tidak hanya menyedot antusiasme pelari, tetapi juga menarik perhatian komunitas pecinta alam, wisatawan lokal, hingga influencer kebugaran.
Banyak dari mereka membagikan momen keikutsertaan mereka di media sosial, lengkap dengan latar pemandangan Merapi yang megah dan rute-rute menantang yang membelah hutan pinus serta jalanan desa di sekitar Kaliurang.
Dengan tema “A RUN Remember, Reborn – The Spirit of Hanuman”, panitia mengangkat semangat petualangan, kekuatan, dan dedikasi, terinspirasi dari tokoh Hanuman dalam epos Ramayana.
Filosofi ini sejalan dengan semangat peserta yang tak sekadar berlari, tetapi juga menyerap makna dari tiap langkah yang mereka ambil di jalur Merapi yang mistis.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agung Armawanto, menambahkan Pemerintah Kabupaten Sleman dan para pelaku industri pariwisata melihat Merapi Run sebagai potensi besar untuk mengangkat sport tourism sebagai salah satu kekuatan baru sektor wisata DIY.
Kehadiran tokoh militer seperti Danrem 072/Pamungkas menambah daya dorong, menunjukkan bahwa sinergi antara militer, masyarakat, dan sektor swasta mampu menghadirkan perubahan nyata.
Dengan capaian peserta yang terus meningkat tiap tahunnya, panitia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas event, baik dari sisi pelayanan, keamanan, hingga pengemasan acara agar lebih atraktif dan inklusif.
Energi Baru dari Lereng Merapi
Saat jarum jam menunjukkan pukul 09.15 WIB, seluruh kategori lari berhasil diselesaikan. Senyum lelah dan peluh bercampur kebahagiaan tampak di wajah para peserta. Mereka tidak hanya berhasil menaklukkan rute, tetapi juga menciptakan kenangan, mempererat komunitas, dan menjadi bagian dari energi baru di kaki Merapi.
Melalui Merapi Run 2025, Sleman membuktikan bahwa olahraga bisa menyatu dengan pariwisata, dan semangat sehat bisa berjalan beriringan dengan promosi budaya. Danrem 072/Pamungkas menjadi saksi dan penggerak nyata dalam kebangkitan sport tourism di Bumi Sembada.