
KABARJAWA – Suasana kondusif di Kabupaten Gunungkidul tidak membuat aparat TNI mengendurkan kewaspadaan. Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Kolonel Inf Roni Hermawan, menegaskan TNI tetap melaksanakan patroli keamanan demi memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang, aman, dan nyaman.
Kolonel Roni menyampaikan bahwa situasi Gunungkidul saat ini relatif aman. Warga bisa bekerja, berdagang, dan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa gangguan. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kondisi ini secara bersama-sama.
“Alhamdulillah, situasi di Gunungkidul aman. Mari kita jaga bersama agar tetap kondusif, supaya daerah ini jauh dari hal-hal yang berbau anarki,” ujarnya.
Roni menegaskan TNI tidak bisa bekerja sendirian. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, lembaga keluarga, hingga tokoh masyarakat, untuk ikut menjaga stabilitas wilayah.
“Kami membutuhkan semua komponen masyarakat agar situasi ini tetap stabil. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Patroli Menyasar Objek Vital
Meski kondisi aman, TNI tetap menggelar patroli di sejumlah titik vital. Menurut Roni, pihaknya menjaga kantor pemerintahan, kantor DPRD, PLN, PDAM, hingga Taman Budaya Gunungkidul (TBG) yang kerap menjadi lokasi acara penting pemerintah daerah. Bahkan RSUD Wonosari juga masuk dalam rute patroli.
“Kami tidak berjaga statis, tetapi patroli keliling. Kami ingin memastikan pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Selain patroli rutin, TNI juga menempatkan personel secara statis di tiga titik utama: Polres Gunungkidul, Pemkab Gunungkidul, dan DPRD Gunungkidul. Masing-masing titik dijaga sekitar 30 personel.
“Kami membantu kepolisian menjaga objek vital agar tidak terjadi kerusakan ataupun gangguan keamanan,” kata Roni.
Kehadiran TNI Bukan untuk Menakuti Rakyat
Roni menegaskan kehadiran TNI di ruang publik bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, ia ingin masyarakat merasa aman dengan adanya aparat yang siap siaga.
“Kami hadir agar masyarakat tenang, supaya aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan berjalan normal,” tegasnya.
Roni juga menyinggung bahwa langkah pengamanan di Gunungkidul tetap menyesuaikan dengan dinamika nasional. Jika situasi di wilayah lain sudah mereda, barulah pola pengamanan bisa disesuaikan.
“Saat ini kami mengikuti perkembangan. Kalau situasi nasional kondusif, barulah pengamanan bisa kami kendurkan. Namun untuk saat ini, kami tetap berjaga penuh,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat Gunungkidul bisa terus menjaga keamanan bersama-sama. Kondisi yang kondusif ini harus dirawat, TNI tidak ingin ada gejolak atau gangguan yang mengacaukan ketenangan warga.
“Dengan kerja sama semua pihak, Gunungkidul bisa tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman,” pungkas Kolonel Roni.