
KabarJawa.com – Seluruh akses lalu lintas di Simpang Tiga Piyungan, Kabupaten Bantul, kembali dibuka secara normal mulai Senin (30/6/2026).
Kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi pengguna Jalan Jogja–Wonosari yang selama beberapa pekan terakhir harus menghadapi penyempitan jalur akibat proyek perbaikan jalan.
Meski demikian, normalisasi arus lalu lintas tersebut bersifat sementara. Pembukaan seluruh lajur hanya berlaku hingga 15 Juli 2026 untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah.
Setelah periode tersebut berakhir, proyek pembangunan akan kembali dilanjutkan dengan pengerjaan pada sisi utara jalan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan keputusan membuka seluruh jalur diambil setelah mempertimbangkan potensi lonjakan volume kendaraan selama musim liburan, khususnya kendaraan yang menuju kawasan wisata di Kabupaten Gunungkidul.
“Kami kembali membuka jalur secara normal karena mempertimbangkan saat ini sedang musim libur anak sekolah supaya tidak terjadi kemacetan,” ujar Rita kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Menurut Rita, seluruh lajur di kawasan Simpang Tiga Piyungan kini sudah dapat dilalui kendaraan dari berbagai arah tanpa pembatasan seperti saat proses pengerjaan proyek berlangsung.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengurangi potensi antrean panjang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun wisatawan.
Jalur Utama Menuju Kawasan Wisata Gunungkidul
Simpang Tiga Piyungan merupakan salah satu titik lalu lintas penting di Daerah Istimewa Yogyakarta karena menjadi jalur utama penghubung Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Gunungkidul.
Setiap musim liburan, volume kendaraan yang melintasi kawasan tersebut cenderung meningkat seiring tingginya kunjungan wisatawan menuju berbagai destinasi di Gunungkidul, termasuk kawasan pantai selatan dan objek wisata alam lainnya.
Rita mengatakan kepolisian memilih mengutamakan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah dengan membuka seluruh lajur yang sebelumnya terdampak pekerjaan konstruksi.
“Kawasan Piyungan ini jalur utama menuju lokasi wisata, jadi saat liburan seperti sekarang volume kendaraan dipastikan meningkat tajam dan kami tidak ingin ada sumbatan arus yang parah,” katanya.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk mencegah kepadatan lalu lintas meluas ke wilayah perkotaan maupun jalur menuju Gunungkidul.
Proyek Perbaikan Jalan Masih Berlangsung
Meskipun lalu lintas kembali normal, proyek pembangunan jalan di Simpang Tiga Piyungan belum selesai sepenuhnya.
Sebelumnya, pekerjaan infrastruktur menyebabkan sebagian badan jalan ditutup sehingga arus kendaraan harus diatur menggunakan rekayasa lalu lintas.
Proyek tersebut merupakan bagian dari pembangunan rigid beton yang dijadwalkan berlangsung mulai 8 Juni hingga 31 Juli 2026.
“Simpang tiga Piyungan ini sebenarnya mengalami perbaikan mulai hari Senin (8/6) hingga Jumat (31/7) mendatang. Perbaikan itu terkait dengan pemasangan rigid beton sehingga membuat jalur di sekitar simpang tiga Piyungan menyempit,” jelas Rita.
Karena proyek masih berjalan, pembukaan seluruh jalur hanya menjadi solusi sementara selama periode libur sekolah. Setelah 15 Juli 2026, pekerjaan konstruksi akan kembali dilanjutkan pada sisi utara jalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Pengendara Diimbau Tetap Berhati-hati
Polres Bantul mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi kawasan Simpang Tiga Piyungan meskipun seluruh jalur telah kembali dibuka.
Aktivitas proyek dan keberadaan material konstruksi di sekitar lokasi masih berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jalan. Karena itu, pengendara diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas.
“Kami minta pengendara jangan ngebut walau jalur sudah lancar karena sisa material proyek masih ada di sekitar lokasi. Pengguna jalan diimbau untuk tetap hati-hati saat melintasi kawasan tersebut,” pungkas Rita.