
KABARJAWA— Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada Senin dini hari (28/4/2025). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak 14 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak gunung tersebut.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, mengatakan bahwa guguran lava pijar mengarah ke sektor barat daya, yakni ke Kali Sat, Kali Bebeng, dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.
“Cuaca di sekitar Gunung Merapi relatif cerah dan berawan, sehingga aktivitas guguran dapat teramati dengan jelas. Asap kawah terpantau bertekanan lemah dengan warna putih tipis setinggi 50 meter di atas puncak,” ungkap Agus.
Dalam periode tersebut, tercatat pula aktivitas kegempaan lain sebagai berikut.
- 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-18 mm dan durasi 64,66–195,62 detik
- 30 kali gempa hybrid/fase banyak yang menunjukkan aktivitas magma di bawah permukaan
Selain itu, dua gempa tektonik jauh juga terdeteksi.
Saat ini, status Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga). BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di kawasan potensi bahaya, di wilayah berikut.
- Di sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
- Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.
Selain itu, masyarakat juga perlu waspada terhadap potensi bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Merapi. Kemudian, antisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih terus berlangsung, sehingga potensi awan panas guguran tetap tinggi di dalam daerah potensi bahaya,” tambah Agus.
BPPTKG menegaskan, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status Merapi akan segera ditinjau kembali. (ef linangkung)