
KABARJAWA – Drama penolakan venue akhirnya berakhir bahagia. Setelah sebelumnya sejumlah atlet menolak penggunaan Stadion Gelora Handayani untuk cabang atletik dalam Porda XVII DIY, kini panitia memastikan bahwa cabang bergengsi ini tetap akan berlangsung di stadion kebanggaan warga Gunungkidul tersebut.
Ketua Panitia Porda XVII Gunungkidul, Agus Mantara, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengakomodasi seluruh masukan dari Pengda dan atlet. Ia menegaskan bahwa tim panitia sudah memberikan kesempatan kepada semua pengurus daerah untuk melakukan uji coba venue secara langsung.
“Mereka sudah datang, sudah tes venue. Kami beri ruang untuk semua Pengda melakukan pengecekan langsung di lapangan. Hasil tes mereka dan rekomendasi sudah kami tindaklanjuti bersama Pak Kadispora,” ujar Agus Mantara kepada wartawan, Rabu (31/7/2025).
Panitia bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gunungkidul bergerak cepat. Mereka memperbaiki sejumlah kekurangan yang sebelumnya menjadi sorotan. Dari lintasan atletik hingga fasilitas pendukung, semua masuk dalam evaluasi teknis yang ketat.
“Alhamdulillah, kemarin finalnya kami nyatakan bahwa cabang atletik tetap akan digelar di Stadion Gelora Handayani. Sampai hari ini, progres persiapan tinggal menyisakan pengecatan dan revitalisasi area lapangan panggul,” jelas Agus.
Semua Venue Capai Kesiapan Maksimal
Panitia juga memastikan bahwa venue-venue lain mencapai tingkat kesiapan lebih dari 95 persen. Ia merinci, lapangan tenis dan arena panjat tebing sudah dalam kondisi prima. Tim teknis telah melakukan uji coba, dan hasilnya memuaskan.
“Venue-venue seperti tenis dan panjat tebing sudah oke. Bahkan beberapa cabang lainnya seperti golf, mandala elektriks, dan center di Sermo juga aman. Semua sudah siap digunakan,” kata Agus.
Agus mengungkapkan bahwa panitia menjalankan dua misi besar sekaligus dalam perhelatan ini: sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Untuk prestasi, panitia menggandeng KONI dan Dispora agar para atlet Gunungkidul mampu menorehkan catatan gemilang.
“Sukses prestasi kami percayakan pada Kadispora dan KONI. Sedangkan untuk penyelenggaraan, kami dari panitia bekerja penuh bersama Adipura. Persiapan teknis sudah masuk ke tahap akhir,” ungkapnya.
Hingga hari ini, semua manajemen teknis dari KONI, Dispora, hingga panitia lokal terus melakukan monitoring intensif terhadap semua venue yang menjadi lokasi pertandingan. Mereka mengecek kesiapan lapangan, logistik, hingga teknis pertandingan agar tidak ada kejutan saat hari H.
“Kami lakukan monitoring hampir setiap hari. Semua bergerak. Target kami sebelum 23 Agustus, semua siap pakai tanpa kendala,” tutup Agus dengan nada optimistis.
Drama penolakan memang sempat menyelimuti Porda XVII DIY. Namun kini, Gunungkidul membuktikan keseriusannya. Stadion Gelora Handayani kembali jadi panggung utama, dan semangat kompetisi siap membara.