Seminar Jejak Peradaban 2025 Angkat Resiliensi Budaya Yogyakarta di Era Disrupsi Lewat Jamu, Perak, Visual, dan Rijsttafel

Bagikan :
Seminar Jejak Peradaban bahas resiliensi budaya Yogyakarta lewat jamu, perak, visual, dan tradisi Rijsttafel.

KabarJawa.com – Tantangan era disrupsi menuntut setiap sektor kebudayaan untuk menemukan cara bertahan tanpa kehilangan nilai tradisinya. Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan Seminar Jejak Peradaban bertema “Resiliensi Budaya Pada Era Disrupsi”, yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Hotel Morazen Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seminar ini hadir untuk mengurai narasi multidimensi warisan budaya Yogyakarta, baik budaya benda maupun tak benda, serta hubungan erat antara sejarah, budaya, dan ekonomi yang membentuk dinamika kebudayaan lokal.

Penyelenggara juga menyoroti bagaimana praktik terbaik pengembangan budaya pada abad ke-20 tetap relevan dan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat saat ini.

Selain itu, kegiatan ini menguatkan posisi Keraton Yogyakarta sebagai ruang dialog terbuka dan sumber inspirasi bagi masyarakat, komunitas, dan ruang kolaboratif lain yang peduli terhadap kesinambungan budaya.

Rangkaian Acara: Seminar dan Pengalaman Rijsttafel

Rangkaian utama kegiatan adalah Seminar Jejak Peradaban, yang membedah ketahanan budaya melalui tiga fokus: jamu, perak dan perhiasan, serta budaya visual yang diterapkan pada bangunan maupun kriya. Tema-tema ini dipilih karena mencerminkan kekayaan tradisi yang mampu beradaptasi dalam perubahan zaman.

Baca juga  PAD Pariwisata Gunungkidul Tembus Rp26 Miliar hingga Mei 2026, Pemkab Gandeng UGM Perkuat Desa Wisata dan Living Lab Government

Melengkapi sesi seminar, peserta juga dapat menikmati Santap Rijsttafel, tradisi jamuan makan besar bergaya kolonial Belanda yang dulu populer pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Dalam acara ini, tradisi tersebut disajikan kembali dengan pendekatan fine dining yang menghadirkan narasumber relevan untuk memperkaya pemahaman budaya kuliner Nusantara.

Empat Panel Diskusi Utama

Seminar ini dibagi ke dalam empat panel yang menghadirkan narasumber dari berbagai keahlian, yaitu:

1. Jamu dan Jampi: Kesehatan Holistik Modern
Menjelajahi perjalanan jamu dan praktik pengobatan tradisional dalam konteks kesehatan holistik modern.

2. Perak dan Pertumbuhan Perhiasan Modern
Membahas perkembangan industri perak Yogyakarta beserta inovasi para pengrajinnya.

3. Budaya Visual dan Aplikasi Kreatif
Mengupas penggunaan unsur visual tradisional dalam desain bangunan hingga pengembangan kriya kontemporer.

4. Berjumpa dengan Rijsttafel
Mengajak peserta memahami sejarah serta filosofi tradisi jamuan besar Rijsttafel.

Kategori Tiket, Fasilitas, dan Pendaftaran

Acara ini bersifat berbayar, dengan dua pilihan tiket:

  • Tiket Reguler – Rp150.000
    Fasilitas: seminar kit, makan siang, coffee break.
  • Tiket Reguler + Activity – Rp550.000
    Fasilitas: seminar kit, makan siang, coffee break, dining experience, dan tur desa wisata.
Baca juga  Lurah Condongcatur jadi Tersangka Korupsi Tanah Kas Desa, Terbongkar Modus Kavling TKD Rugikan Negara Rp1,74 Miliar

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi berikut:
https://kratonjogja-online.globaltix.com/attraction/seminar-jejak-peradaban-74668

Dengan cakupan tema yang luas dan relevan, Seminar Jejak Peradaban 2025 diharapkan menjadi forum penting yang memperkuat pemahaman mengenai resiliensi budaya Yogyakarta serta membuka ruang kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah era disrupsi.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya