
KabarJawa.com – Tantangan era disrupsi menuntut setiap sektor kebudayaan untuk menemukan cara bertahan tanpa kehilangan nilai tradisinya. Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan Seminar Jejak Peradaban bertema “Resiliensi Budaya Pada Era Disrupsi”, yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Hotel Morazen Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seminar ini hadir untuk mengurai narasi multidimensi warisan budaya Yogyakarta, baik budaya benda maupun tak benda, serta hubungan erat antara sejarah, budaya, dan ekonomi yang membentuk dinamika kebudayaan lokal.
Penyelenggara juga menyoroti bagaimana praktik terbaik pengembangan budaya pada abad ke-20 tetap relevan dan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat saat ini.
Selain itu, kegiatan ini menguatkan posisi Keraton Yogyakarta sebagai ruang dialog terbuka dan sumber inspirasi bagi masyarakat, komunitas, dan ruang kolaboratif lain yang peduli terhadap kesinambungan budaya.
Rangkaian Acara: Seminar dan Pengalaman Rijsttafel
Rangkaian utama kegiatan adalah Seminar Jejak Peradaban, yang membedah ketahanan budaya melalui tiga fokus: jamu, perak dan perhiasan, serta budaya visual yang diterapkan pada bangunan maupun kriya. Tema-tema ini dipilih karena mencerminkan kekayaan tradisi yang mampu beradaptasi dalam perubahan zaman.
Melengkapi sesi seminar, peserta juga dapat menikmati Santap Rijsttafel, tradisi jamuan makan besar bergaya kolonial Belanda yang dulu populer pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Dalam acara ini, tradisi tersebut disajikan kembali dengan pendekatan fine dining yang menghadirkan narasumber relevan untuk memperkaya pemahaman budaya kuliner Nusantara.
Empat Panel Diskusi Utama
Seminar ini dibagi ke dalam empat panel yang menghadirkan narasumber dari berbagai keahlian, yaitu:
1. Jamu dan Jampi: Kesehatan Holistik Modern
Menjelajahi perjalanan jamu dan praktik pengobatan tradisional dalam konteks kesehatan holistik modern.
2. Perak dan Pertumbuhan Perhiasan Modern
Membahas perkembangan industri perak Yogyakarta beserta inovasi para pengrajinnya.
3. Budaya Visual dan Aplikasi Kreatif
Mengupas penggunaan unsur visual tradisional dalam desain bangunan hingga pengembangan kriya kontemporer.
4. Berjumpa dengan Rijsttafel
Mengajak peserta memahami sejarah serta filosofi tradisi jamuan besar Rijsttafel.
Kategori Tiket, Fasilitas, dan Pendaftaran
Acara ini bersifat berbayar, dengan dua pilihan tiket:
- Tiket Reguler – Rp150.000
Fasilitas: seminar kit, makan siang, coffee break. - Tiket Reguler + Activity – Rp550.000
Fasilitas: seminar kit, makan siang, coffee break, dining experience, dan tur desa wisata.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi berikut:
https://kratonjogja-online.globaltix.com/attraction/seminar-jejak-peradaban-74668
Dengan cakupan tema yang luas dan relevan, Seminar Jejak Peradaban 2025 diharapkan menjadi forum penting yang memperkuat pemahaman mengenai resiliensi budaya Yogyakarta serta membuka ruang kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah era disrupsi.***