
KabarJawa.com — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Daerah Istimewa Yogyakarta di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Senin (6/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan bahwa pembangunan fisik kompleks Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 90 persen.
“Setidaknya dalam waktu dua pekan ke depan sudah bisa dimanfaatkan untuk aktivitas pembelajaran,” kata Gus Ipul.
Kunjungan tersebut juga diikuti kepala Sekolah Rakyat dari berbagai daerah, calon peserta didik, serta wali murid sebagai bagian dari persiapan operasional sekolah.
Sekolah Rakyat DIY dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare dengan anggaran sebesar Rp214.986.477.000.
Kompleks pendidikan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang proses belajar mengajar.
Gus Ipul mengapresiasi proses pembangunan yang diselesaikan dalam waktu kurang dari enam bulan.
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ditargetkan Tampung Hingga 1.000 Peserta Didik

Saat beroperasi penuh, Sekolah Rakyat DIY diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 peserta didik mulai jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Pada tahun ajaran pertama, sekolah akan menerima sekitar 300 siswa sebagai tahap awal operasional.
Menurut Gus Ipul, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat secara nasional diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya pembangunan sekolah serupa di berbagai daerah.
“Harapannya jumlah pelajar bisa naik setiap tahun, karena tahun lalu ada 15 ribuan pelajar, tahun ini ada lebih dari 30 ribu, dan tahun depan bisa lebih dari 100 ribu pelajar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa apabila pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia berjalan sesuai rencana, program tersebut berpotensi melayani sekitar 800 ribu peserta didik.
Sekolah Rakyat DIY di Kulon Progo merupakan salah satu dari 104 gedung Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah pada 2026.
Sebelumnya, pemerintah telah mengoperasikan Sekolah Rakyat Rintisan di 166 lokasi, termasuk dua titik di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Semoga kompleks SR DIY ini bisa dimanfaatkan untuk aktivitas belajar dan mengajar mulai tahun ini,” kata Gus Ipul.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan.
“SR menjadi langkah jitu dari pemerintah yang menyentuh akar persoalan kemiskinan,” jelas Ambar.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap operasional Sekolah Rakyat dapat segera dimulai sehingga manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat pada tahun ajaran 2026.