Sekolah Rakyat di Gunungkidul Masih Sekadar Wacana, Belum Ada Kepastian Lokasi dan Realisasi dari Instansi Terkait

Bagikan :
Judul Gubernur Khofifah Usulkan 40 Sekolah Rakyat untuk Kurangi Kemiskinan di Jawa Timur
Sekolah rakyat Gunungkidul belum masuk tahap realisasi/WOKANDAPIX)

KabarJawa.com – Rencana besar pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gunungkidul hingga kini masih terjebak dalam tahap wacana awal.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum menunjukkan langkah konkret untuk merealisasikan program yang digadang-gadang menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat miskin tersebut.

Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul secara terbuka mengakui bahwa program ini belum mengalami perkembangan signifikan. Ketidakjelasan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penentuan lokasi hingga tahapan pelaksanaan pembangunan.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat yang menaruh harapan tinggi terhadap program ini.

Belum Ada Penentuan Lokasi

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinsos Gunungkidul, Suyono, menegaskan bahwa pihaknya memang telah membahas konsep Sekolah Rakyat sebagai program strategis untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, ia menekankan bahwa pembahasan tersebut belum berlanjut ke tahap teknis.

“Belum ada informasi lebih lanjut dan belum ada arahan pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Suyono pada Senin (4/5/2026).

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa hingga saat ini Pemkab belum menentukan titik lokasi pembangunan. Padahal, aspek lokasi menjadi fondasi utama dalam merealisasikan proyek pendidikan berskala besar seperti ini.

Baca juga  Keracunan Siswa di Saptosari, Dandim Gunungkidul Sebut Pernah Ingatkan SPPG Planjan

Suyono menjelaskan bahwa kebutuhan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.

Lahan tersebut akan difungsikan sebagai kompleks pendidikan terpadu berbasis asrama, yang mencakup jenjang pendidikan dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Kalau diukur dari kebutuhan, perkiraan lahan yang akan digunakan kurang lebih luasnya lima hektare,” jelasnya.

Konsep Sekolah Terpadu

Konsep sekolah berasrama ini dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang terintegrasi. Dengan sistem tersebut, para siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga menjalani kehidupan sehari-hari dalam satu kawasan yang sama.

Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik.

Program Sekolah Rakyat secara khusus menyasar kelompok masyarakat miskin, terutama yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2. Kelompok desil 1 mencakup masyarakat dengan kondisi ekonomi sangat miskin, sedangkan desil 2 mencakup kategori miskin.

“Desil 1 ini yaitu kategori masyarakat sangat miskin, sedangkan desil 2 kategori miskin,” terang Suyono.

Sasaran program ini mencakup anak-anak dari usia belum sekolah hingga tingkat SMA. Dengan cakupan tersebut, pemerintah berupaya memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan merata bagi kelompok masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan.

Baca juga  Wisatawan Mancanegara Melejit, Wisnus Menurun: Pariwisata DIY Juli 2025 Hadapi Tantangan Ganda

Namun, di balik konsep yang terdengar menjanjikan, realitas di lapangan masih jauh dari harapan. Hingga saat ini, belum ada progres teknis yang dapat disampaikan kepada publik. Proses pengadaan lahan, perencanaan pembangunan, hingga jadwal pelaksanaan masih belum jelas.

Koordinasi Antarinstansi

Suyono menyarankan agar informasi lebih rinci terkait program ini dapat dikonfirmasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Ia mengindikasikan bahwa peran Bappeda sangat penting dalam menentukan arah kebijakan dan realisasi program.

Meski demikian, hingga berita ini disusun, Plt Bappeda Gunungkidul, Agus Mantara, belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Kondisi ini semakin menambah ketidakpastian terkait masa depan program tersebut.

Di sisi lain, masyarakat terus menunggu kejelasan. Program Sekolah Rakyat dianggap sebagai angin segar bagi keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. Harapan besar pun menggantung, menanti langkah nyata dari pemerintah daerah.

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, Sekolah Rakyat seharusnya menjadi prioritas strategis. Namun, tanpa kejelasan arah dan percepatan realisasi, program ini berisiko hanya menjadi wacana yang berulang tanpa ujung.

Baca juga  Apel Siaga Bencana Gunungkidul, Bupati Endah Serukan Mitigasi Kekeringan dan Perbanyak Resapan Air

Kini, publik menanti komitmen nyata dari Pemkab Gunungkidul. Apakah Sekolah Rakyat akan benar-benar terwujud, atau justru kembali menjadi rencana yang tertunda?

Waktu akan menjawab, sementara harapan masyarakat terus menguat di tengah ketidakpastian. (Eln)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid