Sambangi Anak yang Dilakban Ibunya, Bupati Gunungkidul Pastikan Korban Aman dan Dapat Perlindungan Penuh

Bagikan :
Kunjungan Bupati Gunungkidul/Istimewa

KabarJawa.com – Kasus memilukan yang menimpa seorang balita berinisial ACB (3) sempat mengguncang publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Bocah yang diduga ditelantarkan oleh ibu kandungnya dalam kondisi tangan, kaki, dan mulut terlilit lakban itu kini mulai menemukan kembali rasa aman di tengah pelukan keluarga besarnya.

Sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turun langsung menyambangi korban di rumah neneknya di wilayah Patuk, Jumat (5/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam memberikan perlindungan kepada anak yang menjadi korban kekerasan dan penelantaran.

Di tengah perhatian masyarakat yang terus mengalir, kehadiran bupati membawa pesan kuat bahwa negara hadir untuk melindungi anak-anak yang berada dalam situasi rentan.

Bupati Gunungkidul Tinjau Kondisi Anak yang Dilakban

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Endah tidak datang sendiri. Ia didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Panewu Patuk, serta jajaran TNI dan Polri setempat.

Baca juga  Lakban Mulut dan Kaki Anak Usia 3 Tahun demi Jalan-Jalan, Pengakuan Ibu Kandung di Bantul Bikin Miris

Rombongan pemerintah daerah langsung melihat kondisi korban sekaligus memastikan proses pendampingan berjalan dengan baik.

Mereka juga memantau perkembangan kesehatan fisik maupun psikologis anak pascaperistiwa yang menyita perhatian publik tersebut.

Setelah melewati pengalaman yang tidak semestinya, ACB kini terlihat jauh lebih tenang. Kehangatan keluarga besar dari pihak ayah perlahan mengembalikan senyum yang sempat hilang dari wajahnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi ACB saat ini sehat. Bocah berusia tiga tahun tersebut tampak ceria dan aktif berinteraksi dengan anggota keluarganya.

Lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang menjadi faktor penting dalam proses pemulihan korban. Selama berada di rumah neneknya di Patuk, ACB mendapatkan perhatian dan pendampingan dari keluarga besar ayah.

Pemerintah menilai situasi tersebut sangat mendukung tumbuh kembang anak sehingga korban dapat menjalani masa pemulihan secara optimal.

Kasus yang menimpa ACB sebelumnya memicu keprihatinan luas setelah informasi mengenai kondisi korban beredar di berbagai platform media sosial.

Publik menyoroti dugaan tindakan penelantaran oleh ibu kandungnya hingga menyebabkan anak tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan.

Baca juga  Polisi Bongkar Dugaan Kamar “Tipu-Tipu” di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Bayi dan Balita Diduga Tersiksa di Ruang Pengap

Latar Belakang Keluarga Korban Terungkap

Saat ditemui usai meninjau kondisi korban, Bupati Endah menjelaskan bahwa pihaknya juga telah memperoleh informasi mengenai latar belakang keluarga anak tersebut.

“Terkait latar belakang keluarga, diketahui bahwa ayah dari anak tersebut merupakan warga Patuk, Gunungkidul, sementara sang ibu berasal dari Tulang Bawang, Lampung,” ungkap Endah.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memahami kondisi keluarga secara menyeluruh sehingga langkah penanganan tepat sasaran.

Kasus ACB kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan maupun penelantaran.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Salah satu langkah konkret adalah penyediaan safety house atau rumah aman bagi korban kekerasan.

Fasilitas tersebut menjadi tempat perlindungan sementara bagi perempuan dan anak yang menghadapi situasi darurat sehingga mereka dapat memperoleh pendampingan secara komprehensif sebelum mendapatkan solusi jangka panjang.

“Kami berkomitmen memberikan perlindungan penuh. Kami juga menyiapkan safety house bagi para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegas Bupati Endah.

Baca juga  KPK Pilih Yogyakarta sebagai Tuan Rumah Hari Anti Korupsi Sedunia 2025

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan kasus yang sedang berlangsung.

Akan tetapi, pemerintah juga berupaya membangun sistem perlindungan yang berkelanjutan bagi seluruh warga Gunungkidul.

Korban Tetap Tinggal Bersama Keluarga Ayah

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi psikologis anak dan lingkungan tempat tinggal saat ini, pemerintah bersama pihak terkait memutuskan bahwa ACB akan tetap tinggal bersama keluarga besar ayahnya di Patuk.

Keputusan tersebut berlandaskan keluarga ayah mampu memberikan dukungan emosional, kasih sayang, serta lingkungan yang kondusif bagi proses tumbuh kembang anak.

Keluarga besar juga menunjukkan komitmen kuat untuk merawat dan menjaga ACB agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah mengalami peristiwa traumatis.

Menutup kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya