
KabarJawa.com — Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul hingga akhir Maret 2026 tercatat mencapai Rp217.041.317.512. Data tersebut disampaikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat sebagai bagian dari capaian triwulan pertama tahun berjalan.
Nilai investasi tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni sistem Online Single Submission (OSS) sebesar Rp196,7 miliar dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebesar Rp20,3 miliar.
Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, menyebut capaian ini telah mencapai 25,28 persen dari target investasi tahunan sebesar Rp858,5 miliar.
“Sektor perdagangan masih menjadi primadona bagi investor. Nilai investasinya sudah mencapai Rp72,9 miliar dan menjadi penyumbang terbesar,” ujar Mugiyanto pada Kamis (23/4/2026).
Distribusi Sektor Investasi
Selain sektor perdagangan, sejumlah sektor lain juga memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi. Sektor perindustrian mencatat nilai investasi sebesar Rp69,4 miliar.
Sementara itu, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) menyumbang Rp38,9 miliar. Sektor pertanian tercatat sebesar Rp15,3 miliar, diikuti sektor pariwisata sebesar Rp10,7 miliar.
Sektor pendidikan, koperasi, serta usaha kecil dan menengah turut melengkapi komposisi investasi yang masuk pada triwulan pertama tahun ini.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, menyampaikan bahwa capaian tahun 2025 menjadi dasar untuk target investasi tahun ini.
Pada 2025, realisasi investasi tercatat sebesar Rp851,7 miliar, melampaui target Rp831,4 miliar.
Kontribusi terbesar pada tahun tersebut berasal dari sektor pertanian dan peternakan sebesar Rp174 miliar, diikuti sektor pariwisata Rp170 miliar, perdagangan Rp159 miliar, kesehatan Rp137 miliar, serta perindustrian Rp115 miliar.
Sebaran Proyek dan Dampak Ekonomi
Dari sisi jumlah proyek, tercatat sebanyak 8.127 proyek tersebar di 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.
Kapanewon Wonosari mencatat jumlah proyek terbanyak dengan 1.660 proyek, diikuti Playen sebanyak 1.049 proyek. Semanu mencatat 568 proyek, sementara Ponjong sebanyak 530 proyek.
Sebanyak 4.320 proyek lainnya tersebar di 13 kapanewon lain di wilayah tersebut.
Aldian menyatakan bahwa peningkatan investasi berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.
“Investasi yang terus tumbuh ini menjadi indikator bahwa ekonomi Gunungkidul semakin produktif. Dampaknya luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan realisasi investasi tahun 2026 dapat mencapai atau melampaui target yang telah ditetapkan, seiring tren pertumbuhan pada awal tahun.