
KabarJawa.com – Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat pertumbuhan sebesar 5,94 persen secara tahunan atau year on year pada triwulan IV 2025.
Capaian tersebut menempatkan DIY sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan di berbagai wilayah.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi daerahnya dapat meningkat hingga menembus 6 persen pada 2026. Menurutnya, target tersebut dapat dicapai melalui pengelolaan anggaran yang tepat sasaran dan efektif di seluruh tingkatan pemerintahan.
Ia menilai optimalisasi penggunaan anggaran, baik di tingkat pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Disampaikan dalam Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY
Pernyataan tersebut disampaikan Sri Sultan dalam kegiatan Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY 1447 H/2026 M yang digelar di Pendopo Parasamya, Bantul, Jumat, 10 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah DIY, unsur pimpinan Pemerintah Kabupaten Bantul, serta aparatur sipil negara dari berbagai instansi.
Dalam kesempatan itu, Sri Sultan tidak hanya menyinggung persoalan ekonomi, tetapi juga menyoroti pentingnya peningkatan inovasi dan kreativitas di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Menurut dia, momentum pasca-Idulfitri perlu dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus pembaruan semangat dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Idulfitri harus menjadi sumber inspirasi, bukan sekadar perayaan. Dari sini harus lahir pembaharuan dalam pengabdian sosial, memperkuat kerukunan, dan menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat,” ujarnya.
Tekankan Penguatan Nilai Spiritualitas
Dalam sambutannya, Sri Sultan menyampaikan bahwa tantangan pembangunan dan dinamika bangsa yang semakin kompleks memerlukan penguatan nilai spiritualitas dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan semangat kebangsaan dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Sri Sultan, nilai ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mendukung kehidupan sosial yang harmonis dan saling menghormati.
Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan ajaran dalam Serat Piwulang karya Sri Sultan Hamengku Buwono I yang menekankan bahwa seluruh manusia pada dasarnya adalah saudara dalam pengabdian kepada sesama.
Sri Sultan menyebut nilai empati, tanggung jawab, dan keikhlasan sebagai dasar penting dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan bahwa setiap jabatan yang diemban merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan integritas dan tanggung jawab moral.
Ajak ASN Lakukan Introspeksi dan Pembenahan
Melalui momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Sri Sultan juga mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk memperkuat semangat Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku, yang dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperbaiki langkah ke depan.
Ia berharap semangat tersebut dapat mendorong seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, seluruh upaya yang dilakukan pemerintah harus diarahkan untuk mewujudkan DIY yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis di masa mendatang.
Pemkab Bantul Siapkan Penguatan Sinergi Pemerintahan
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur DIY dalam kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa prinsip Manunggal Jati Selaras akan tetap menjadi dasar dalam penyelenggaraan pembangunan daerah di Kabupaten Bantul.
Menurut Abdul Halim, pemerintah daerah menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan pemerintahan selama satu tahun terakhir. Karena itu, momentum Syawalan tahun ini akan dijadikan sebagai sarana evaluasi sekaligus pembenahan kinerja pemerintahan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi, memperkuat integritas, serta mengedepankan semangat Satriya dalam setiap langkah pembangunan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan Bantul yang maju, demokratis, dan sejahtera.
Selain itu, sinergi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi Kabupaten Bantul dalam mendukung visi pembangunan DIY sebagai daerah istimewa yang berbasis budaya dan kesejahteraan masyarakat.