
KABARJAWA — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyerahkan penghargaan kepada 55 perusahaan atas kontribusi mereka dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) sepanjang tahun 2024.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Santika Gunungkidul dan dihadiri oleh perwakilan perusahaan, pejabat pemerintah, serta tokoh masyarakat.
Penyerahan Penghargaan
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih secara langsung memimpin acara penyerahan penghargaan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas peran aktif dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kontribusi dunia usaha dalam pembangunan semakin nyata. Berdasarkan laporan yang kami terima, realisasi kegiatan CSR di Gunungkidul tahun 2024 mencapai lebih dari Rp11,2 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Endah.
Bupati menekankan bahwa kontribusi perusahaan tidak semata-mata berbasis pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada kepedulian sosial dan lingkungan sekitar.
CSR adalah perwujudan semangat gotong royong dalam dunia modern. Ini merupakan kerja kolektif untuk menciptakan kesejahteraan yang adil dan berkelanjutan.
“Dunia usaha harus menjadi mitra sejati pembangunan, bukan sekadar entitas ekonomi,” tambah Endah.
Sistem CSR di Gunungkidul
Untuk mendukung efektivitas dan transparansi pelaksanaan program CSR ke depan, Pemkab Gunungkidul juga tengah mengembangkan sistem digital berbasis geo-tagging. Sistem ini akan memudahkan proses perencanaan, pelaporan, serta pelacakan lokasi program secara real-time.
“Dengan sistem ini, kami berharap pelaksanaan CSR akan lebih terstruktur dan terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah,” jelas Bupati.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Moh. Arif Aldian, mengungkapkan bahwa penghargaan CSR ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian sosial di berbagai sektor.
“Sebanyak 55 perusahaan melaporkan kegiatan CSR mereka yang mencakup bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, sosial, dan kesehatan,” jelas Arif.
Penggunaan Dana CSR
Ia merinci penggunaan dana CSR selama tahun 2024 sebagai berikut.
- Bantuan Langsung kepada Masyarakat: Rp8 miliar
- Program Bina Lingkungan dan Sosial: Rp2,2 miliar
- Program Kemitraan: Rp844 juta
- Total Realisasi: Rp11,2 miliar
Menurut Arif, kontribusi tersebut tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dengan lingkungan sosial dan budaya setempat.
CSR ini menjadi bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap komunitas lokal serta menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Ia menyambut baik pelaksanaan penghargaan CSR di Gunungkidul dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap forum seperti ini mampu menjadi motor penggerak pembangunan dari tingkat paling bawah, yakni kalurahan. Kesadaran kolektif masyarakat dan dunia usaha sangat penting untuk memajukan Daerah Istimewa Yogyakarta secara menyeluruh,” ucap Ni Made.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah aktif berkontribusi dalam pembangunan DIY, khususnya di wilayah Kabupaten Gunungkidul. (ef linangkung)