Reaktivasi Bandara Adisutjipto Disambut Positif, Sleman Bidik Lonjakan Wisatawan

Bagikan :
Wacana reaktivasi Bandara Adisutjipto mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman karena dinilai berpotensi mendorong sektor pariwisata dan ekonomi DIY. (KJ)

KabarJawa.com — Rencana pemerintah pusat mengoptimalkan kembali aktivitas penerbangan di Bandara Adisutjipto mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menilai langkah tersebut berpotensi memperkuat konektivitas transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pernyataan itu disampaikan Harda saat menghadiri kegiatan di Seyegan, Sleman, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, keberadaan Bandara Adisutjipto yang kembali aktif melayani penerbangan komersial akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta dan sekitarnya.

“Kami menyambut baik rencana tersebut karena tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” ujar Harda.

Di kalangan pelaku usaha, wacana tersebut juga mulai menjadi perhatian karena dinilai dapat membuka peluang baru bagi sektor jasa dan perdagangan yang selama ini bergantung pada mobilitas wisatawan.

Pariwisata dan UMKM Diperkirakan Mendapat Dampak Langsung

Pemerintah Kabupaten Sleman melihat potensi efek berantai yang cukup besar apabila penerbangan komersial kembali beroperasi secara optimal di Adisutjipto.

Peningkatan jumlah wisatawan diperkirakan akan berdampak langsung pada sejumlah sektor usaha, seperti hotel dan penginapan, restoran dan kuliner, pusat oleh-oleh, jasa transportasi wisata, pelaku UMKM lokal, dan industri kreatif.

Baca juga  Pemda DIY Tegaskan Penguatan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal dan Kesejahteraan Sosial melalui Tiga Raperda Strategis

Dengan akses udara yang lebih dekat ke pusat Kota Yogyakarta dibandingkan bandara utama saat ini, wisatawan diperkirakan memiliki lebih banyak pilihan untuk masuk ke wilayah DIY.

Selain aspek ekonomi, peningkatan konektivitas juga diyakini mempermudah mobilitas masyarakat untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, maupun perjalanan bisnis.

Pernah Menjadi Gerbang Utama Yogyakarta

Bandara Adisutjipto memiliki sejarah panjang sebagai pintu masuk utama Yogyakarta sebelum beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA.

Selama bertahun-tahun, hampir seluruh penerbangan komersial menuju Yogyakarta terpusat di bandara yang berada di perbatasan Sleman dan Kota Yogyakarta tersebut.

Namun setelah YIA beroperasi penuh, aktivitas penerbangan di Adisutjipto berkurang signifikan dan lebih banyak melayani penerbangan dengan kapasitas terbatas serta kebutuhan tertentu.

Karena itu, wacana reaktivasi penerbangan komersial memunculkan optimisme baru di berbagai kalangan.

Banyak pihak menilai keberadaan dua bandara yang saling melengkapi dapat memperkuat sistem transportasi udara di DIY sekaligus memberikan alternatif layanan bagi masyarakat.

Pengelola Bandara Masih Menunggu Keputusan Resmi

Meski mendapat respons positif dari pemerintah daerah, pengelola Bandara Adisutjipto belum memberikan kepastian terkait implementasi rencana tersebut.

Baca juga  Sejumlah Transmigran Sleman di Konawe Selatan Pilih Pulang, Bupati Sleman Bergerak Cepat Klarifikasi ke Sulteng

General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Sektiadi, menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.

“Terkait rencana reaktivasi Bandara JOG, saat ini kami belum dapat memberikan tanggapan maupun informasi lebih lanjut. Pernyataan resmi akan disampaikan setelah terdapat informasi dan keputusan yang dapat dikomunikasikan kepada publik,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan masih berlangsung dan melibatkan sejumlah instansi terkait.

Arahan Presiden Prabowo untuk Optimalisasi Bandara

Wacana reaktivasi Bandara Adisutjipto muncul sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong optimalisasi sejumlah bandara strategis di Indonesia.

Selain Adisutjipto, pemerintah juga membahas pengembangan aktivitas penerbangan sipil di Bandara Husein Sastranegara.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas nasional sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia.

Dalam proses pembahasannya, pemerintah melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Penerbangan Sipil dan Militer Akan Diatur Bersama

Pemerintah menegaskan aktivitas penerbangan sipil tetap akan berjalan berdampingan dengan fungsi pertahanan negara.

Baca juga  Pemkab Sleman Gencarkan Program untuk Tekan Angka Kemiskinan, Ini Tanggung Jawab Bersama

Berbagai aspek teknis yang tengah dibahas meliputi:

Aspek Pembahasan Fokus Kajian
Kapasitas apron Kesiapan parkir pesawat
Slot penerbangan Pengaturan jadwal penerbangan
Pola operasional Sinkronisasi aktivitas sipil dan militer
Sistem keamanan Menjaga kesiapan operasional pertahanan

Koordinasi dilakukan antara Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Harapan Baru bagi Perekonomian DIY

Hingga akhir Mei 2026, belum ada keputusan resmi terkait jadwal maupun skema reaktivasi penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto. Namun dukungan dari pemerintah daerah terus mengalir.

Bagi masyarakat Sleman dan DIY, rencana tersebut dipandang sebagai peluang untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di sekitar kawasan bandara yang sebelumnya menjadi salah satu pusat mobilitas Yogyakarta.

Jika terealisasi, peningkatan aktivitas penerbangan diyakini akan memperkuat sektor pariwisata, membuka peluang usaha baru, serta memperluas lapangan pekerjaan di wilayah DIY.

Saat ini, publik masih menunggu langkah lanjutan pemerintah pusat. Di tengah proses pembahasan yang terus berjalan, harapan terhadap kembalinya peran strategis Bandara Adisutjipto dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Yogyakarta semakin menguat.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid